Melalui Program Marketing Handholding Indonesia Eximbank, UMKM Indonesia Tembus Pasar Eropa

Khusus pasar Eropa, kinerja ekspor produk kreatif ke Belanda ambil pangsa 1.71%. Hal itu menjadikan Belanda pintu gerbang distribusi produk UMKM di Uni Eropa.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
14 Februari 2026
<p>Indonesia Eximbank, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development (ID SEED) berkolaborasi mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan menembus pasar global. Dukungan tersebut ditandai dengan pelepasan Ekspor Bersama aneka Produk UMKM ke Belanda di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. (Dok. Kemendag)</p>

Indonesia Eximbank, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development (ID SEED) berkolaborasi mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan menembus pasar global. Dukungan tersebut ditandai dengan pelepasan Ekspor Bersama aneka Produk UMKM ke Belanda di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. (Dok. Kemendag)

SOKOGURU, JAKARTA- Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia akan berpartisipasi dalam Indonesian Promotion Ahoy Rotterdam Fair 2026 dan Pasar Asia XL yang akan berlangsung pada 3–6 April 2026 di Rotterdam, Belanda.

Program itu terwujud berkat sinergi antara Indonesia Eximbank, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, serta Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development (ID SEED).

Sebagai bagian dari rangkaian pemeran tersebut, kolaborasi ketiganya turut mendukung UMKM naik kelas dan menembus pasar global dengan melepas Ekspor Bersama 15 ton aneka produk unggulan UMKM ke Belanda di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Baca juga: Mendag Busan Lepas Ekspor Perdana Makanan Hewan Asal Palembang Senilai Rp3 Miliar ke Filipina

Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag RI, Ari Satria, dalam keterangan resmi, Jumat, 13 Februari.

“Kemendag memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan ekspor nasional, termasuk penguatan ekspor UMKM. Berbagai peluang terus dimanfaatkan secara optimal melalui kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI),” ujarnya. 

Bersama LPEI, sambung Ari, pelaku UMKM didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas akses ke pasar global.

Baca juga: Mendag Lepas Ekspor Produk Kerajinan Kabupaten Sleman Senilai USD127.070

Turut hadir dalam acara pelepasan ekspor tersebut Asisten Deputi Perluasan Pasar Kementerian UMKM, Harun A.S; Kepala Departemen Buyer Acquisition LPEI, Evi Rahmawati, dan Chairwoman ID Seed, Ira Damayanti.

Sebanyak 1.000 kemasan berisi aneka produk unggulan UMKM diberangkatkan menuju Rotterdam, Belanda. Produk itu telah melalui proses kurasi dan pendampingan, mulai dari kerajinan tangan, batik, fesyen dan aksesori, makanan dan minuman kemasan, bumbu instan, kopi, hingga produk aromaterapi. 

Produk -produk tersebut merepresentasikan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Indonesia yang siap bersaing di pasar Eropa.

Baca juga: Mendag Busan Lepas Ekspor Serentak Delapan Provinsi Senilai Rp978 miliar, Dorong Ekspor Inklusif

Lebih lanjut, Ari mengatakan, sektor produk kreatif Indonesia di tahun 2025 menunjukkan performa yang solid dengan nilai ekspor USD12,4 miliar naik 28,96% yoy. 

“Khusus untuk pasar Eropa, kinerja ekspor produk kreatif ke Belanda mengambil pangsa 1.71%, tetap mengukuhkan Belanda sebagai salah satu dari 15 mitra dagang Utama sekaligus pintu gerbang distribusi produk kreatif Indonesia di Kawasan Uni Eropa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank, Maria Sidabutar, mengatakan, kegiatan itu tidak hanya seremoni pelepasan ekspor, melainkan bagian dari ekosistem pembinaan ekspor yang 

terintegrasi melalui Program Marketing Handholding. 

Partisipasi pada pameran di Rotterdam itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar Eropa, khususnya Belanda sebagai hub perdagangan Uni Eropa.

Indonesia Eximbank melalui Program Marketing Handholding, kata Maria, hadir memberikan pendampingan end-to-end kepada UMKM, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas dan kemasan, pemenuhan standar ekspor, business matching, hingga fasilitasi akses pasar internasional. 

“Pelepasan ekspor hari ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM Indonesia mampu menembus pasar global ketika didukung dengan ekosistem yang tepat,” tambahnya.

Selain peserta dari skema pendampingan pemasaran, sebagian UMKM yang turut serta dalam ekspor ke Belanda itu juga merupakan alumni dan peserta aktif program Coaching Program for New Exporters (CPNE) LPEI. Melalui CPNE, jelas Maria, UMKM dibekali pemahaman menyeluruh mengenai proses ekspor, kesiapan dokumen, strategi pricing, hingga pemetaan pasar potensial. 

Keterlibatan UMKM binaan CPNE dalam kegiatan ini menjadi bukti kesinambungan program pembinaan LPEI dari tahap pelatihan, pendampingan, hingga realisasi ekspor.

Maria menjelaskan program Marketing Handholding dan CPNE merupakan instrumen strategis Indonesia Eximbank dalam membangun pipeline eksportir baru yang berkelanjutan. 

“Tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk, kedua program ini memastikan UMKM memiliki kesiapan dari sisi regulasi, logistik, serta strategi penetrasi pasar luar negeri,” katanya lagi.

Indonesia Eximbank berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai special mission vehicle Pemerintah dalam mendukung pembiayaan dan pengembangan ekspor nasional, termasuk melalui pendekatan kolaboratif dan program pendampingan yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas dan akses pasar UMKM. (SG-1)