Deputi Menteri UMKM Riza: Jaringan Toko Ritel Mampu Ciptakan Potensi Transaksi Rp5,65 Triliun Per Tahun

Lebih dari 250.000 toko kelontong di Indonesia bergabung dalam SRC, didukung 6.300 mitra. Jaringan toko itu mencatat omzet lebih dari Rp236 triliun per tahun.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
27 Januari 2026
<p> Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, pada acara Pesta Retail 2026 yang diinisiasi PT HM Sampoerna Tbk. di Bogor, Senin,  26 Januari 2026. (Dok. Kementerian UMKM)</p>

<p> </p>

 Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, pada acara Pesta Retail 2026 yang diinisiasi PT HM Sampoerna Tbk. di Bogor, Senin,  26 Januari 2026. (Dok. Kementerian UMKM)

 

SOKOGURU, BOGOR- Keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan, dengan potensi transaksi mencapai Rp5,65 triliun per tahun.

Hal itu dikatakan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, pada acara Pesta Retail 2026 yang diinisiasi PT HM Sampoerna Tbk. di Bogor, Senin,  26 Januari 2026. 

Ia pun mengapresiasi keberadaan toko ritel seperti yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kemandirian jutaan keluarga Indonesia.

Baca juga: Mendag Busan: Produk UMKM yang Masuk Ritel Modern Berpeluang Besar Jajaki Pasar Ekspor

“Selama 18 tahun, SRC hadir sebagai program strategis dan krusial. SRC tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas manajerial, serta menghubungkan pengusaha UMKM dengan ekosistem digital untuk memperluas peluang pasar,” ujar Riza, seperti dikutip keterangan resmi Kementerian UMKM, Selasa, 27 Januari.

Berdasarkan data PT HM Sampoerna, sambungnya, lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia telah bergabung dalam SRC, didukung oleh 6.300 mitra yang tergabung dalam 10.000 paguyuban. 

Jaringan toko itu mencatat omzet lebih dari Rp236 triliun per tahun, atau meningkat sekitar 42% sejak bergabung dengan SRC. 

Baca juga: Bantu Akses Pasar UMKM Terdampak Bencana Sumatera, Kementerian UMKM Hadirkan Layanan Belanja Via E-commerce

Riza menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya dukungan pemberdayaan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan agar pengusaha UMKM semakin berdaya saing.

Ia menambahkan, keterlibatan toko ritel SRC turut berkontribusi menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga dan menyediakan lapangan kerja bagi jutaan masyarakat. 

Data menunjukkan, 77% toko SRC berhasil menambah jenis usaha, sementara 51% di antaranya menyerap tenaga kerja, sehingga menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitar.

Baca juga: Kementerian UMKM Optimistis Capaian Perkuatan Usaha Mikro di 2025 Jadi Modal Akselerasi pada 2026

Untuk memperkuat kemandirian pengusaha UMKM dan toko ritel, Kementerian UMKM terus menjalankan sejumlah program strategis, antara lain integrasi satu data melalui SAPA UMKM, penguatan ekosistem kewirausahaan lewat Entrepreneur Hub, formalisasi usaha melalui perizinan dan sertifikasi, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta perluasan akses pasar melalui jaringan kemitraan dan pemanfaatan infrastruktur publik.

“Kami mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk. atas komitmen dan kontribusinya dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh. Kepada seluruh Mitra SRC dan pengusaha toko kelontong sebagai pahlawan ekonomi bangsa, teruslah berkarya, belajar, dan berkolaborasi dengan semangat kebersamaan,” imbuh Riza.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan, komunitas ritel seperti SRC memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dengan nilai aktivitas ekonomi mencapai Rp23.000 triliun. 

Sebanyak 250.000 toko ritel yang tergabung dalam SRC juga disebut mampu menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja serta menghidupi 4 juta keluarga, sehingga berkontribusi sekitar 2% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ekonomi Indonesia tetap resilien karena peran toko ritel. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sektor ritel sebagai bagian dari pemerataan ekonomi,” kata Airlangga.

Sementara itu, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi, menambahkan, toko ritel berperan penting dalam memperkuat pengusaha UMKM dan ekonomi nasional melalui pendampingan yang konsisten dan adaptif, mencakup penguatan keterampilan bisnis, manajemen usaha, serta literasi digital yang terintegrasi.

“Dampak positif juga diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem terintegrasi, mulai dari penguatan akses pangan, layanan keuangan, logistik, hingga konektivitas digital,” ujarnya. (SG-1)