SOKOGURU, JAKARTA- Untuk terus memperkuat para talenta muda nasional, Bank Indonesia (BI) menginisiasi program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.
PIDI yang mengusung tema Berinovasi untuk Masa Depan itu, dirancang untuk mengakselerasi berbagai solusi digital yang siap diterapkan di industri, memperluas inklusi keuangan, dan memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional.
Pada kesempatan itu BI sekaligus secara resmi membuka pendaftaran program Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (Digdaya) x Hackathon 2026 mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026.
Baca juga: Bank Indonesia Buka Kompetisi Hackathon 2024, Pendaftaran 29 April–6 Juni
Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dalam keterangan resmi Bank Indonesia.
“Transformasi digital tidak hanya membutuhkan kemajuan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengubah ide menjadi solusi nyata,” ujarnya.
Melalui PIDI, sambung Perry, BI membangun ekosistem agar inovasi talenta muda mampu menjawab kebutuhan industri digital yang semakin kompleks, memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Program PIDI diinisiasi BI berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Asosiasi Pasar Uang dan Valuta Asing Indonesia (Apuvindo), dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI).
Baca juga: Bank Indonesia Luncurkan Geber PK 2025/2026, Perkuat Keberdayaan Masyarakat dalam Transaksi Digital
Inisiatif itu, katanya lagi, menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) yang selaras dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan talenta digital nasional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Lebih lanjut, Perry mengatakan, PIDI mempertemukan talenta, regulator, industri, dan investor dalam satu ekosistem kolaboratif.
PIDI diwujudkan dalam program Digdaya dan Hackathon. Digdaya merupakan jalur penguatan kapasitas melalui pelatihan terstruktur dan sertifikasi berjenjang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme talenta digital muda.
Baca juga: Gubernur BI: Digitalisasi Jadi Kunci Utama dalam Bauran Kebijakan Bank Indonesia
Sementara, Hackathon berperan sebagai laboratorium inovasi nasional, ruang kolaborasi untuk menguji gagasan, membangun prototipe, dan memvalidasi solusi berbasis kebutuhan riil industri.
“Melalui Digdaya dan Hackathon, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi mendapatkan pelatihan terstruktur, sertifikasi, mentoring profesional, hingga business matching dengan industri dan job fair,” imbuhnya.
Adapun program tersebut berfokus pada solusi atas tiga problem statement. Pertama, Penguatan Ketahanan dan Inovasi Keuangan; Kedua, Peningkatan Produktivitas, Ketahanan Pangan, dan Penciptaan Lapangan Kerja, dan ketiga, Percepatan Layanan Publik, Ekonomi Kreatif, dan Ekspor Jasa Digital.
Ikuti program latihan
Lebih lanjut, Perry mengatakan, tim yang dinyatakan lolos seleksi tahap awal di program Digdaya x Hackathon akan mengikuti program pelatihan yang mencakup pendalaman berbasis kebutuhan riil industri untuk mematangkan ide inovasinya.
Pada tahap berikutnya, tim yang terpilih akan memvisualisasikan ide inovasinya dalam bentuk video proof of concept.
Selanjutnya, tim dengan ide terbaik akan mengembangkan prototipe yang didampingi mentor dan dipertemukan dengan industri dan investor sebagai off-taker agar solusi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata dan scalable.
BI berharap inisiatif itu menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi digital nasional.
Melalui kerja bersama antara otoritas, dunia usaha, dan talenta muda bangsa, BI menegaskan komitmennya dalam membangun struktur ekonomi digital yang kuat, aman, dan berdaya saing global.
Dengan ekosistem yang terintegrasi, inovasi diharapkan tidak berhenti sebagai ide, tetapi menjadi solusi yang meningkatkan efisiensi, memperluas akses keuangan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat. (SG-1)