MAJELIS Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggagas agar perguruan tinggi di seluruh Indonesia membentuk kelompok tani mahasiswa. Hal itu sebagai upaya bersama dalam meningkatkan produksi pertanian menuju swasembada dan lumbung pangan dunia.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut baik upaya MRPTNI tersebut. Menurutnya, mahasiswa adalah ujung tombak masa depan bangsa yang harus memiliki konsen terhadap sektor pertanian.
Sebagai langkah nyata, kata Mentan, pemerintah saat ini telah memfasilitasi penggunaan teknologi canggih seperti drone, traktor, combine harvester dan juga mesin pencacah padi yang sudah terintegrasi dengan sistem pengeringan.
Baca juga: Gaet Anak Muda, Kementan Bangun Klaster Pertanian Modern di Bandung
"Kalau teknologi kita jalankan, anak muda pasti mau bertani. Karena itu, saya menyambut baik inisiasi pembentukan kelompok tani mahasiswa. Saya senang, dan akan mensupport semua sarana sampai prasarananya," ujar Mentan saat menghadiri fokus grup diskusi (FGD) yang digelar di Padang, Sabtu (18/5), seperti dikutip pertanian.go.id.
Mentan mengatakan pihaknya juga mengajak para mahasiswa untuk terlibat langsung pada program perluasan areal tanam (PAT) dengan pompanisasi sebagai alat utamanya. Langkah itu perlu dilakukan mengingat el nino atau musim kering masih berlanjut hingga berdampak pada produksi dalam negeri.
"Solusi yang kita gencarkan saat ini adalah pompanisasi sebagai upaya bersama dalam meningkatkan produksi. Dan sekarang ini, kita harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi terutama para mahasiswa seluruh Indonesia," imbuh Amran.
Baca juga: Antisipasi El Nino, NTB Diminta Terapkan Pompanisasi di Lahan Pertanian Secara Masif
Dikatakan Mentan, pompanisasi harus berjalan cepat mengingat target pemerintah ke depan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Hanya dengan cara itu, Indonesia bisa meningkatkan indeks pertanaman menjadi 3 kali dari yang tadinya satu kali.
"Tentu kita optimis bisa meningkatkan indeks pertanaman melalui pompanisasi dan juga mekanisasi. Apalagi pertanian modern ini terbukti mampu menekan biaya sampai 60 persen sehingga petaninya bisa sejahtera lebih cepat," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Krismadinata, mendorong, para mahasiswa di seluruh Indonesia untuk segera membentuk kelompok tani mahasiswa sebagai patriot pangan masa depan bangsa sekaligus upaya bersama dalam meningkatkan produksi pertanian menuju swasembada dan lumbung pangan dunia.
Baca juga: DPR: Pengelolaan Pertanian Kian Tidak Jelas, Proyek Food Estate Libatkan China
"Para mahasiswa ini diharapkan mampu menjadi patriot dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas oleh Bapak Menteri Pertanian," katanya.
Krismadinata mengatakan Majelis Rektor selaku otoritas kampus siap mengawal semua kegiatan mahasiswa dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dukungan tersebut bahkan meliputi fasilitas riset dan penelitian jangka panjang agar produksi dalam negeri meningkat secara berkelanjutan.
"MRPTNI siap mendukung penuh dan akan memberikan kontribusinya pada bidang riset maupun bidang lainnya. Dan kita harapkan mahasiswa menjadi ujung tombaknya," jelasnya. (SG-1)