SOKOGURU, BANDUNG- Sepanjang 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung menyebut, inflasi Kota Bandung tercatat relatif terkendali. Sektor pariwisata menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Secara month-to-month (m-to-m), pada Desember 2025 Kota Bandung mengalami inflasi sebesar 0,51%. Angka itu lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,64%, namun lebih tinggi dari inflasi Jawa Barat sebesar 0,43%.
Baca juga: Inflasi Desember 2025 sebesar 2,92 persen, Seluruh Provinsi Alami inflasi, di Aceh Tertinggi
Demikian disampaikan Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, dalam keterangan resmi Diskominfo Kota Bandung, Selasa, 6 Januari 2026.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Kota Bandung, Senin, 5 Januari 2026, komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi bulanan adalah cabai rawit, dengan andil 0,22%, seiring lonjakan harga jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sedangkan secara year-to-date (y-to-d), inflasi Kota Bandung selama Januari–Desember 2025 tercatat sebesar 2,69%.
Baca juga: Bandung Unggul di Tengah Gejolak Ekonomi: Inflasi Rendah dan Pariwisata Bergairah
Capaian itu lebih rendah dari inflasi nasional (2,92%) dan sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat (2,63%).
Sepanjang 2025, emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 0,72%, disusul bahan bakar rumah tangga sebesar 0,32% dan cabai rawit sebesar 0,21%.
Di tingkat Jawa Barat, inflasi Kota Bandung tercatat sebagai terendah kelima pada 2025 .
Baca juga: Saat Libur Akhir Tahun Kota Bandung Kondusif, Pendapatan Daerah Stabil
Sementara dari sisi pariwisata, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel Kota Bandung pada November 2025 mencapai 58,86%. TPK hotel bintang tercatat 63,84%, sementara hotel nonbintang 40,36%.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata TPK Jawa Barat maupun nasional. BPS juga mencatat tren positif pada hotel nonbintang, yang terus mengalami peningkatan TPK sejak Juni 2025 .
Untuk rata-rata lama tamu menginap, Kota Bandung mencatat 1,48 malam. Rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 2,10 malam, sedangkan tamu domestik 1,47 malam.
Berdasarkan klasifikasi hotel, rata-rata lama menginap di hotel bintang sebesar 1,53 malam, sementara di hotel nonbintang 1,23 malam.
Kinerja pariwisata juga tercermin dari meningkatnya kunjungan wisatawan nusantara (wisnus). Selama periode Januari–November 2025, jumlah perjalanan wisnus ke Kota Bandung mencapai 21,97 juta perjalanan, atau meningkat 25,24% dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Wisnus terbanyak berasal dari provinsi di luar Jawa Barat, dengan porsi mencapai 24,48% dari total kunjungan.
BPS Kota Bandung menilai capaian itu menunjukkan daya tahan ekonomi daerah yang cukup baik, dengan inflasi yang terjaga serta sektor pariwisata dan perhotelan yang terus bergerak positif sepanjang 2025, terutama didorong oleh mobilitas masyarakat dan tingginya minat kunjungan ke Kota Bandung. (SG-1)