Kuliner

Tak Hanya Bertahan, Comring, Produk UMKM Kota Bandung, Perlu Sentuhan Inovasi

Makanan ringan comring atau 'comro garing' yang berbahan dasar singkong ini bisa didapat di Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Makanan ringan comring atau 'comro garing' yang berbahan dasar singkong ini bisa didapat di Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. (Ist)

BERBICARA produk kuliner, Kota Bandung bisa dikatakan ‘memiliki segudang pilihan’. Tak mengherankan, salah satu kelebihan berwisata atau berlibur di ‘Kota Kembang’ karena kekayaan kulinernya.

 

Selain kuliner yang memang khas Kota Bandung sudah ada zaman dulu, banyak juga kuliner hasil kreatif para pelaku usaha kuliner. Tak hanya rasanya yang unik, kerapnya bentuknya memiliki ciri tersendiri. 

 

Salah satu produk kuliner yang mungkin belum dikenal sebagian besar masyarakat dari luar Kota Bandung atau sebagian kecil dari masyarakat Bandung adalah ‘Comring’ singkatan dari ‘Comro atau combro Garing’. 

 

Baca juga: Sambangi ‘Kota Kembang’, Toko Kopi Tuku Kolaborasi dengan Pelaku Usaha Lokal

 

Comring atau combro kering ini tentu mempunyai rasa yang sudah pasti gurih dengan tekstur renyah membuat cemilan khas Bandung ini digemari banyak kalangan sebagai teman di waktu senggang.


 

Comro Garing alias comring menjadi produk unggulan Kota Bandung sebagai kudapan bagi masyarakat Sunda. Makanan ringan berbahan dasar singkong ini bisa didapat di Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

 

"Produk unggulan UMKM di wilayah kami itu comring. Hingga saat ini, comring bertahan sebagai makanan khas," kata Lurah Pasir Biru, Adad Mujahidin pada kegiatan Podcast bersama Humas Bandung, pada Jumat (23/2).

 

Baca juga: IFBC Expo 2024, Ajang Perusahaan Tawarkan Kerja Sama Waralaba dan Kemitraan

 

"Usaha ini lama, ada pengrajin dari tahun 1987 sampai sekarang bertahan. Sampai saat ini juga berkembang tidak di 1 wilayah, tapi ada di RW 11,12, dan 09," ungkap Adad sebagaimana dilansir situs resmi Pemkot Bandung.

 

Ia mengungkapkan, modal menjadi salah satu kebutuhan untuk peningkatan produksi. Apalagi pesanan semakin meningkat.

 

Baca juga: Food Street Malabar Jadi Pelengkap Wisata Kuliner di Kota Bandung

 

"Anggaran atau dana itu jadi salah satu kebutuhan yang mutlak, karena menyesuaian produksi," katanya.

 

Menurutnya, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) menjadi lembaga yang berperan penting dalam pengembangan potensi UMKM.

 

"Kita di kelurahan itu ada LKK, ini terdiri kader PKK, Karang Taruna RW hingga LPM. Kita kolaborasi semua pihak untuk mendukung," ujarnya.

 

Namun Adad menyampaikan, pengembangan potensi UMKM perlu ditingkatkan salah satunya dengan inovasi dengan modal awal edukasi dari pihak yang terlibat termasuk packaging dan marketing.

 

"Kita akan terus dorong inovasi produk UMKM. Mengedukasi kepada pelaku UMKM baik langsung maupun melalui info dari media sosial," ujarnya. (SG-2)