Jualan Kue Lebaran Cuma Anget-Anget Tai Ayam? Siapkan 4 Mental Ini Biar Gak Malu-maluin!

Mau cuan dari ide bisnis UMKM kue lebaran? Jangan cuma tergiur hasil! Siapkan 4 mental baja ini agar usaha kamu gak cuma seumur jagung di bulan Puasa Ramadan.

Author Oleh: Ratu Putri Ayu
07 Maret 2026
<p>Mental Pebisnis Pemula - Jualan nastar tapi takut diremehkan? Simak tips psikologi marketing agar ide bisnis UMKM kamu tetap survive meski banyak saingan main harga. Klik selengkapnya!</p>

Mental Pebisnis Pemula - Jualan nastar tapi takut diremehkan? Simak tips psikologi marketing agar ide bisnis UMKM kamu tetap survive meski banyak saingan main harga. Klik selengkapnya!

SOKOGURU - Ada 4 Mental Baja Wajib Punya Sebelum Gaspol Ide Bisnis UMKM Kue Lebaran!

Lagi asyik scrolling sambil nunggu adzan Magrib di momen Puasa Ramadan ini, pasti kepikiran deh buat cari tambahan THR. 

Salah satu ide bisnis UMKM yang paling menjanjikan dan nggak ada matinya jelas jualan kue lebaran, mulai dari nastar lumer sampai kastengel premium.

Tapi, jangan cuma tergiur sama foto tumpukan toples yang aesthetic dan omzet yang kelihatan melimpah di media sosial. 

VIDEO MENARIK UNTUK ANDA!

YouTube

Sebelum beneran terjun ke dapur dan mulai open order, kamu wajib banget membekali diri sama kesiapan psikis yang bener-bener matang.

Nah, melansir dari akun TikTok @tips.bisnis.pemula dalam konten berjudul "Mau Buka Usaha? Siapkan 4 Mental Ini Sebelum Kamu Mulai", ada rahasia dapur yang jarang di-spill soal pahit manisnya merintis usaha dari nol.

"Banyak orang cuma tergiur sama hasil akhirnya, tapi nggak siap sama proses berdarah-darahnya," tulis akun tersebut dalam narasinya.

Kesiapan pertama yang harus masuk ke mindset kamu adalah mental siap sepi, karena nggak semua hari bakal seramai pasar kaget. 

Ada kalanya kamu sudah standby dari pagi buta, tapi sampai sore belum ada satu pun pelanggan yang "check out" jualanmu.

"Akan ada masanya kamu sudah buka dari pagi, tapi sampai sore nggak ada satu pun pelanggan yang masuk. Di titik ini mentalmu diuji," tegas akun @tips.bisnis.pemula.

Selanjutnya, kamu juga harus punya "telinga tebal" buat menghadapi omongan miring alias mental diremehkan oleh orang sekitar. 

Saat baru mulai, jangan berekspektasi semua orang bakal kasih support sistem yang positif, karena pasti ada saja yang bakal kasih komentar negatif.

"Saat baru mulai, jangan harap semua orang dukung. Pasti ada yang bilang, 'Halah, paling cuma anget-anget tahi ayam', atau 'Ngapain sih jualan gituan?'" ungkapnya.

Nggak berhenti di situ, tantangan sesungguhnya muncul saat usahamu mulai dilirik, yaitu mental menghadapi kompetitor yang tiba-tiba bermunculan. 

Bakal ada yang mulai main banting harga, meniru konsep unikmu, bahkan ada yang tega main kotor demi menjatuhkan reputasi tokomu.

"Begitu usahamu mulai kelihatan jalan, kompetitor pasti muncul. Ada yang main harga, ada yang tiru konsepmu, bahkan ada yang main kotor. Jangan ciut!" pesannya.

Kunci supaya tetap survive adalah konsistensi pada kualitas, karena mental baja itu bukan soal adu murah, tapi soal ketenangan menjaga nilai produk. 

Kamu harus tetap fokus pada pelayanan terbaik agar pelanggan tetap loyal dan nggak pindah ke lain hati.

Terakhir dan yang paling krusial adalah mental disiplin, karena sekarang kamu adalah bos untuk dirimu sendiri tanpa ada atasan yang mengawasi. 

Kalau kamu malas mencatat arus kas atau nggak disiplin menjaga jam operasional toko, jangan kaget kalau bisnis tiba-tiba collaps.

"Nggak ada lagi atasan yang marahin kalau kamu malas. Kamulah bosnya," tambah akun tersebut mengingatkan para calon pengusaha muda.

Ingat, memulai usaha itu melibatkan pertaruhan modal, waktu, dan tenaga yang nggak sedikit, jadi jangan sampai semuanya hangus sia-sia. 

Persiapan mental yang kuat adalah peta jalan agar kamu nggak tersesat di tengah persaingan bisnis yang makin kompetitif.

"Kalau kamu serius mau buka usaha, investasikan sedikit waktu untuk baca Ebook Psikologi Marketing agar kamu nggak perlu ngalamin kerugian," pungkasnya. (*)