SOKOGURU - Pernah bayangkan dana Rp 90 triliun cair dalam sekejap buat bangun desa?
PT Agrinas Pangan Nusantara lagi gercep banget nih merealisasikan aset fisik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh penjuru Indonesia.
Proyek raksasa ini bukan kaleng-kaleng karena melibatkan pendanaan masif yang bikin dahi mengernyit saking besarnya.
Langkah berani ini diambil buat memastikan fasilitas di desa-desa makin oke dan modern banget.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, blak-blakan soal progres ini.
Ia menyebut serapan anggarannya sudah menyentuh angka fantastis dari total plafon yang disediakan khusus buat infrastruktur.
Usut punya usut, modal gede ini ternyata datang dari kucuran kredit Himpunan Bank Milik Negara alias Himbara.
Keputusan ini nggak muncul tiba-tiba, tapi hasil kesepakatan menteri-menteri top kita akhir tahun lalu.
Joao bercerita kalau semua ini bermula dari mandat khusus yang diberikan pemerintah kepada Agrinas.
Fokus utamanya adalah menjadi eksekutor pengadaan sarana dan prasarana dalam program strategis nasional yang sedang berjalan.
"Kita mundur ke bulan Oktober (2025) di mana itu ada kesepakatan empat Menteri menunjuk Agrinas sebagai pelaksana," ungkap Joao Angelo De Sousa Mota saat konferensi pers di Jakarta.
Ia menambahkan rincian dana yang sudah dikantongi untuk operasional besar-besaran ini.
Angkanya memang bikin melongo, tapi tujuannya jelas buat kemajuan ekonomi kerakyatan di tingkat paling bawah.
"Kemudian kami mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 200 triliun dari bank Himbara untuk melakukan pengadaan tersebut," lanjut Joao menjelaskan sumber pendanaan dari perbankan pelat merah tersebut.
Sampai saat ini, proses belanja aset terus dikebut biar manfaatnya langsung dirasakan warga desa.
Joao memastikan kalau timnya bekerja ekstra transparan dalam mengelola uang rakyat yang jumlahnya nggak main-main ini.
"Kemudian sampai hari ini mungkin kami sudah menghabiskan sekitar Rp 90 triliun," ujarnya memberikan update terbaru mengenai posisi keuangan proyek Kopdes Merah Putih tersebut.
Lantas, uang sebanyak itu lari ke mana saja? Ternyata alokasinya sangat mendasar, mulai dari urusan transportasi sampai bangunan fisik yang bakal jadi pusat ekonomi baru di wilayah pedesaan kita.
"Untuk pengadaan sarana prasarana termasuk mobil maupun pembangunan fisik gerai-gerai operasi tersebut," tandas Joao mengenai detil penggunaan anggaran jumbo yang sudah terserap tersebut.
Duit Rp 90 triliun ini dipakai buat beli unit kendaraan operasional biar logistik pangan di desa makin sat-set.
Selain itu, gerai-gerai fisik juga dibangun biar Kopdes punya "markas" yang representatif dan nyaman.
Harapannya, infrastruktur dasar ini jadi motor penggerak ekonomi yang bikin warga desa makin berdaya.
Nggak ada lagi cerita desa ketinggalan zaman kalau fasilitas pendukungnya sudah disiapkan secara serius kayak gini.
Transformasi Kopdes Merah Putih ini diprediksi bakal mengubah wajah ekonomi desa secara total.
Kita pantau terus ya, semoga aset-aset ini beneran jadi solusi nyata buat ketahanan pangan dan kesejahteraan warga. (*)