Humaniora

Tingkat Kegemaran Membaca Warga DKI Jakarta Masuk Kategori Tinggi

TGM DKI Jakarta 2024 mencapai skor 72,93 (kategori tinggi), IPLM mencatat angka 94,16 (setara dengan 19,78, kategori tinggi), dan NBL memperoleh skor 72,09 (kategori tinggi).

By Deri Dahuri  | Sokoguru.Id
04 Desember 2024
Ilustrasi warga sedang membaca buku. (Ist/dataindonesia.id)

PROVINSI DKI Jakarta mencatat pencapaian membanggakan dalam pengukuran literasi tahun 2024. 

 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta mengumumkan hasil pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), dan Nilai Budaya Literasi (NBL) dengan skor yang menggembirakan, menunjukkan peningkatan signifikan dalam budaya literasi masyarakat Jakarta.


Pengukuran ini dilakukan Dispusip DKI Jakarta bersama akademisi dari Universitas Indonesia dan konsultan DGI Levner. 

 

Hasilnya, TGM DKI Jakarta 2024 mencapai skor 72,93 (kategori tinggi), IPLM mencatat angka 94,16 (setara dengan 19,78, kategori tinggi), dan NBL memperoleh skor 72,09 (kategori tinggi).

 

Baca juga: Hari Buku Sedunia, Duta Baca Kota Bandung Ajak Masyarakat Budayakan Membaca

 

Pencapaian Literasi yang Membanggakan
 

Hasil pengukuran diumumkan dalam sebuah acara di Aula Dispusip DKI Jakarta, Pulogadung, Jakarta Timur, yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah, akademisi, dan komunitas pegiat literasi. 

 

Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip DKI Jakarta, Suryanto, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah provinsi dalam meningkatkan budaya membaca dan literasi.

 

“Pengukuran ini adalah langkah strategis yang memberikan data riil untuk menentukan kebijakan dan program yang lebih efektif,” jelas Suryanto.

 

“Peningkatan setiap tahunnya mencerminkan komitmen kami dalam mendukung masyarakat yang inovatif, kreatif, dan produktif,” ujar Suryanto, Selasa (3/12).

 

Baca juga: Indeks Baca Kota Bandung Naik Pesat, Literasi Masyarakat Kian Terbentuk

 

Ia menambahkan, literasi yang kuat adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan dan berkarakter, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

 

Jakarta Timur dan Selatan Unggul di Berbagai Indikator
 

Pengukuran TGM didasarkan pada lima indikator utama, yaitu frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet.

 

Jakarta Timur kembali menempati peringkat pertama dengan skor 75,08, menunjukkan konsistensi dalam budaya membaca warganya.

 

Untuk NBL, Jakarta Selatan meraih skor tertinggi, yaitu 75,89, disusul oleh Jakarta Timur (73,32) dan Jakarta Barat (71,89). 

 

Sementara itu, Kepulauan Seribu berada di posisi terakhir dengan skor 58,33, menjadi tantangan tersendiri untuk pemerataan budaya literasi.

 

IPLM: Layanan Perpustakaan yang Kian Berkualitas
 

IPLM juga mencatat hasil mengesankan dengan skor 94,16, yang diperoleh dari tujuh unsur, termasuk pemerataan layanan perpustakaan, koleksi bahan bacaan, ketercukupan tenaga perpustakaan, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan literasi.

 

Bangun Kolaborasi untuk Literasi yang Lebih Baik
 

Suryanto mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pengelola perpustakaan, komunitas literasi, dan pemerintah daerah, untuk berkolaborasi dalam memperkuat budaya membaca.

 

Baca juga: Jambore Budaya Baca XI di Kota Bandung Dorong Tingkatkan Budaya Literasi

 

“Dengan naiknya nilai literasi, kami berharap masyarakat semakin semangat dan kreatif dalam memanfaatkan fasilitas literasi yang ada,” ucap Suryanto. 

 

“Kolaborasi adalah kunci untuk menumbuhkan minat baca dan membawa Jakarta menuju masa depan yang lebih literat,” tutupnya.

 

Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Jakarta untuk terus mengembangkan strategi literasi yang lebih efektif, menjadikan ibu kota sebagai contoh nyata kota berliterasi tinggi. (SG-2)