Persiapan Pembukaan acara HPN 2025 Banjarmasin (Dok. PWI Pusat)
ACARA puncak Hari Pers Nasional (HPN 2025) yang juga Peringatan Hari Ulang Tahun PWI di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjar Baru dibuka dengan Tarian Persembahan, tarian tradisional khas daerah Kalsel.
Suasana meriah, mewah, khidmat tampak, terasa jelang acara dibuka. Penanggung Jawab HPN Pusat/Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun tampak sudah hadir di lokasi acara sejak pukul 07.30 bersama Ketua Panitia Pelaksana HPN Pusat Raja Pane dan panitia HPN 2025 lainnya.
Hadir pada acara tersebut Menteri Kebudayaan Fadli Zon; Gubernur Kalsel H Muhidin; Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto; Pangdam VI/Mulawarman Rudy Rachmat Nugraha hingga Ketua PWI Kalsel H Zainal Helmie. Dan disediakan sekitar 2.000 kursi untuk tamu undangan termasuk pengurus dan anggota PWI dari seluruh Indonesia.
Baca juga: Diskusi HPN 2025: Tantangan Pers Saat ini adalah Masyarakat Pers Sendiri
Acara dilanjutkan dengan laporan Penanggung Jawab HPN 2025/Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, disusul Sambutan Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin selaku tuan rumah.
Acara inti yang berkaitan dengan bidang pers, diisi dengan penyerahan penghargaan kepada tujuh pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro (AJA) 2024. Selanjutnya juga ada penyerahan Press Card Number One untuk dua orang dan PIN Emas satu orang.
Gubernur Kalsel H Muhidin yang dinilai berjasa bagi kemajuan pers nasional maupun Kalsel didapuk mendapatkan penghargaan Pena Emas.
Baca juga: Pers Berperan Penting Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan Sekaligus Mengkritisi
Dalam kesempatan itu, HPN 2025 akan menyerahkan buku Bumi Lambung Mangkurat Bentangan Zamrud Lumbung Pangan, Pertanian dan Wisata dari Gubernur Kalsel H Muhidin kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Sementara itu, Peringatan HPN 2025 juga dirayakan di Pekan Baru, Riau. rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak 6 Februari, dan akan berakhir 10 Februari.
Pers dan kebudayaan
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir dalam malam Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2025 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2) malam, mengatakan
Baca juga: Sejarah Hari Pers Nasional: Mengapa Jatuh pada 9 Februari
Pers tidak bisa dipisahkan dengan kebudayaan, literasi dan narasi yang sangat erat dengan kebudayaan.
Tokoh pers kebanyakan tokoh budayawan juga dalam sejarahnya. Ia menyebutkan nama tokoh pers yang dikenal, mulai Rosihan Anwar, Jamaluddin Adinegoro yang pada umumnya selain seorang penulis, jurnalis, dan tokoh pers. Pada umumnya mereka budayawan yang mencintai budaya Indonesia.

Dok. PWI Pusat
"Sejarah Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan lisan dan aksara, syair dan seruan tulisan dan keberanian. Dan juga berbagai prasasti kerajaan dan berita perjuangan dalam pers nasional. Kata-kata selalu menjadi nyawa dalam peradaban kita," imbuh mantan wartawan ini.
Fadli Zon membocorkan kalau dirinya merintis profesi jurnalis sejak duduk di bangku kelas tiga SMA. Bahkan, kariernya di dunia penulisan itu sempat menjadikannya redaktur di majalah sastra Horison selama 20 tahun.
"Saya pernah menjadi bagian dunia jurnalistik sejak masih siswa SMA dan mahasiswa, kemudian setelah lulus perguruan tinggi,"ujarnya.
Ia menyebutkan pers yang bebas yang bertanggung jawab adalah cahaya bagi bangsa. Namun, dalam dunia dinamis ini, di mana kebenaran makin kabur dalam riuh disinformasi dan algoritma.
"Kita dihadapkan dengan pertanyaan bagaimana kata-kata tetap menjadi penuntun kebenaran. Bagaimana pers menjadi penjaga Nurani bangsa," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin mengatakan pers memiliki peran sangat strategis sebagai pengawal kebijakan dalam menyampaikan informasi akurat serta bergerak kesadaran publik akan pentingnya kedaulatan pangan.
Gubernur juga menyoroti Tema HPN 2025 Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa sebagai isu yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.
"Ketahanan Pangan bukan persoalan ketersediaan pangan, tapi bagaimana memastikan keberlanjutan retribusi yang merta dan keterjangkauan masyarakat," ujarnya.
Malam Gala Dinner HPN 2025 Banjarmasin ini dihadiri oleh Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Dr Ir Roy Rizaldi Anwar, yang sebelumnya menjabat Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan juga tokoh pers Dahlan Iskan.
Hadir juga Dewan Penasehat PWI Pusat Anton Charlian, Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, Ketua PWI Kalsel Zainall Hilmie dan Ketua PWI Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).
Sebelum memberikan sambutan Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi Gubernur Kalsel H Muhidin dan Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun memberikan penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Puisi. M Roni menjadi pemenang Lomba Puisi yang berlangsung di Wetland Square, Banjarmasin, Kalsel, Jumat (7/2)malam.
Sementara itu, Peringatan HPN 2025 juga dirayakan di Pekan Baru, Riau. rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak 6 Februari, dan akan berakhir 10 Februari. Ketua PWI Pusat Zulmansyah Sekedang mengatakan tema yang diusung adalah HPN 2025 Pekanbaru adalah 'Pers Berintegritas Menuju Indonesia Emas'. (SG-1)