ANGGOTA DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII, Jalal Abdul Nasir, mengusulkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperluas jalur Commuter Line hingga Karawang dan Purwakarta.
Langkah memperluas jalur Commuter Line dianggap mendesak untuk menjawab kebutuhan transportasi di dua wilayah yang dikenal sebagai pusat industri terbesar di Indonesia.
Tingkatkan Mobilitas Pekerja Industri
Haji Jalal, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Karawang dan Purwakarta memiliki tingkat aktivitas industri yang tinggi, dengan jumlah tenaga kerja signifikan.
Baca juga: Tekan Kemacetan, PT KAI Luncurkan Direct Train Jakarta-Semarang untuk Libur Nataru
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII, Jalal Abdul Nasir. (Ist/DPR RI)
"Dengan tingginya aktivitas industri di Karawang dan Purwakarta, kebutuhan akan akses transportasi yang cepat, nyaman, dan efisien sangatlah mendesak," ujarnya, Jumat (17/1/2025).
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah tenaga kerja di industri besar dan sedang di Karawang mencapai 157.845 orang, sementara Purwakarta memiliki 63.835 tenaga kerja.
Selain itu, Karawang menjadi rumah bagi ratusan pabrik, termasuk 787 pabrik swasta, 269 pabrik PMDN, dan 638 pabrik PMA.
Baca juga: DPR RI Soroti Layanan PT KAI dan KCIC dalam Mendukung Mobilitas dan Ekonomi Nasional
Tingginya aktivitas ekonomi ini, menurut Haji Jalal, membuat akses transportasi yang baik menjadi kebutuhan mendesak.
Mengurai Kemacetan dan Mendukung Ekonomi
Salah satu alasan utama di balik usulan ini adalah kemacetan yang kerap terjadi di Tol Cikampek, terutama di jam-jam sibuk.
"Perluasan jalur Commuter Line ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan yang setiap pagi kerap terjadi di Tol Cikampek," jelas politisi Fraksi PKS ini.
Haji Jalal menambahkan, kemacetan tidak hanya mengganggu pekerja industri tetapi juga aktivitas logistik yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Baca juga: Layani Penumpang, PT KAI Tawarkan Promo "Juleha" dengan Diskon Hingga 20%
Dengan hadirnya Commuter Line hingga Karawang dan Purwakarta, mobilitas masyarakat dan pekerja industri dapat lebih terjamin, mengurangi polusi udara, serta memberikan pilihan transportasi yang lebih ekonomis.
Sinergi Antar Lembaga untuk Realisasi
Haji Jalal menekankan pentingnya keterlibatan kementerian terkait, seperti Kementerian Perhubungan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam mendukung pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah tersebut.
"Kementerian Perhubungan memiliki peran strategis untuk memastikan pengembangan jalur transportasi publik berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan pekerja,” kata Haji Jalal.
“Sementara BKPM dapat mendorong para investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan sarana transportasi yang menunjang kawasan industri," jelasnya.
Ia juga mengajak pemerintah pusat, daerah, dan PT KAI untuk bersinergi dalam merealisasikan rencana ini.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Haji Jalal optimistis masyarakat dan pekerja di Karawang serta Purwakarta akan segera menikmati sistem transportasi publik yang lebih baik.
Selain itu, transportasi akan turut mendukung aktivitas ekonomi, dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan kawasan industri.
Dengan usulan dan langkah konkret yang tengah diupayakan, Haji Jalal berharap jalur Commuter Line ke Karawang dan Purwakarta dapat segera terwujud, memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan industri di wilayah tersebut. (SG-2)