SOKOGURU - Sering Tergiur Lihat Orang Sukses? Ternyata Bisnis Bukan untuk Semua Orang, Cek Mentalmu!
Banyak orang mendadak ingin jadi pengusaha hanya karena melihat hasil akhirnya yang tampak mewah dan serba berkecukupan.
Padahal, di balik layar yang estetik itu, dunia bisnis menyimpan tekanan besar yang bisa membuat siapa saja menyerah jika tak siap.
Membangun usaha ternyata bukan sekadar punya modal uang yang melimpah, melainkan tentang seberapa tangguh kesiapan mental yang dimiliki seseorang.
Menyadur dari akun TikTok @tips.bisnis.pemula dalam unggahan berjudul "Ini Alasan Kenapa Buka Bisnis Bukan untuk Semua Orang", ada beberapa poin penting.
Poin pertama yang paling terasa adalah kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian penghasilan setiap bulannya yang sangat fluktuatif.
Berbeda dengan karyawan yang mendapat gaji tetap di tanggal tertentu, pemilik bisnis harus siap dengan kondisi nihil pemasukan atau bahkan rugi.
Jika Anda tipe orang yang selalu membutuhkan rasa aman secara finansial setiap bulan, dunia bisnis mungkin justru akan memicu stres berat.
Selain soal uang, tanggung jawab seorang pebisnis seolah tidak pernah berhenti selama 24 jam penuh dalam sehari semalam.
Pebisnis sering kali menjadi orang yang paling awal bangun dan justru yang paling terakhir memejamkan mata untuk beristirahat.
Anda bukan hanya bertindak sebagai bos, tetapi juga menjadi pemecah masalah utama dari segala urusan teknis hingga keluhan pelanggan.
Baca Juga:
Tidak ada istilah jam kerja kantor yang pasti, karena semua tanggung jawab operasional bermuara langsung di tangan Anda sendiri.
Ujian mental berikutnya adalah saat Anda mulai diremehkan oleh lingkungan sekitar atau bahkan dibanding-bandingkan dengan kompetitor lain.
Jika Anda tipe yang mudah terbawa perasaan atau sangat butuh validasi orang lain, proses merintis ini akan terasa sangat menyakitkan.
Terakhir, kemandirian dalam belajar menjadi kunci karena tidak ada atasan yang akan membimbing Anda seperti di dunia kerja formal.
Anda dituntut memahami marketing hingga keuangan secara otodidak agar bisnis tidak tertinggal jauh oleh perkembangan zaman yang sangat cepat. (*)