Kemendag Gandeng Jetro Gelar Business Matching, Buka Jalan 30 UMKM Indonesia Ekspor ke Jepang

Kegiatan business matching UMKM bersama perusahaan ritel Jepang diharapkan menghasilkan kesepakatan yang dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
20 Januari 2026
<p>Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Japan External Trade Organization (Jetro ) menyelenggarakan penjajakan bisnis (business matching) di kantor Kemendag, Jakarta, pada Selasa, 20 Januari 2026. (Dok. Kemendag)</p>

Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Japan External Trade Organization (Jetro ) menyelenggarakan penjajakan bisnis (business matching) di kantor Kemendag, Jakarta, pada Selasa, 20 Januari 2026. (Dok. Kemendag)

SOKOGURU, JAKARTA- Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang memproduksi produk fast-moving consumer goods (FMCG) bertemu dengan empat  perusahaan ritel besar asal Jepang dalam penjajakan bisnis (business matching). 

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Japan External Trade Organization (Jetro) itu berlangsung di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026. 

Para pelaku UMKM yang berpartisipasi mencakup berbagai sektor, meliputi furnitur, peralatan rumah tangga, kosmetik dan perawatan kulit, kebutuhan hewan peliharaan, serta makanan dan minuman.

Baca juga: Minat Terhadap Produk UMKM Meningkat, Business Matching hingga November 2025 Catat Transaksi USD 134,40 Juta

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag, Fajarini Puntodewi, dalam keterangan resmi Kemendag.

Ia mengatakan, business matching tersebut menjadi inisiatif Pemerintah Indonesia memperluas akses pasar ekspor produk FMCG Indonesia ke Negeri Sakura. 

Upaya itu diperlukan mengingat Jepang terkenal memiliki standar kualitas dan keamanan produk yang tinggi.

Baca juga: Ikut JFEX Winter 2025 di Jepang, Produk Industri Halal Indonesia Raup Transaksi Capai USD10 Juta

“Hari ini, kami mempertemukan para pemasok dan produsen dari Indonesia dengan ritel dan mitra dari Jepang. Business matching ini menjadi sarana penting untuk menyelaraskan standar pasar sehingga produk Indonesia dapat memenuhi persyaratan ketat dan kebutuhan pasar Jepang,” ujar Puntodewi saat membuka acara.

Penjajakan bisnis dilaksanakan melalui skema pertemuan one-on-one. Setiap pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan produk unggulannya, menampilkan sampel, serta menjajaki dan menegosiasikan harga produknya secara langsung dengan setiap perwakilan ritel Jepang yang hadir.

Puntodewi menilai, Indonesia dan Jepang memiliki peluang besar untuk mengembangkan kerja sama di sektor-sektor seperti furnitur, home and living, wellness, perawatan tubuh, serta produk kecantikan. 

Baca juga: Ikut dalam Pameran Perikanan di Jepang (JISTE), Kemendag Gencarkan Ekspor Perikanan Indonesia

Sektor-sektor tersebut berpotensi tumbuh bersama dan menjadi kekuatan baru dalam rantai pasok global. 

“Selain sektor otomotif, kami melihat masih banyak potensi di sektor seperti furnitur, home living, wellness, perawatan tubuh, dan kecantikan yang bisa kita kembangkan. Kami optimistis sektor FMCG dan produk kreatif Indonesia dapat menjadi katalis untuk rebound di 2026,” imbuh Puntodewi.

Pada Januari-November 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar USD14,08 miliar. 

Dinamika global turut memengaruhi kinerja tersebut yang menurunkan nilainya hingga 17,91% bila dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang sebesar USD17,15 miliar. 

Meskipun begitu, dalam lima tahun terakhir (2020—2024), tren perdagangan Indonesia dengan Jepang masih terus tumbuh. 

Total perdagangan (migas dan nonmigas) dalam lima tahun terakhir mencatatkan tren pertumbuhan 9,47%. Sementara itu, tren ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang dalam lima tahun terakhir tetap tumbuh sebesar 8,82%.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia–Jepang pada periode Januari– November 2025 tercatat sebesar USD 29,29 miliar. 

Meskipun turun sebesar 10,45% dibandingkan periode yang sama pada 2024, Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar USD2,64 miliar.

Puntodewi pun berharap, business matching hari ini menghasilkan kesepakatan yang dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan. “Kami sangat berharap business matching hari ini dapat menjadi kegiatan yang berlangsung sangat panjang dan berkelanjutan,” tambah Puntodewi.

 

Dorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah

Presiden Direktur Jetro Jakarta, Shinji Hirai, mengungkapkan, Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mendorong hilirisasi serta peningkatan nilai tambah di sektor manufaktur dan ritel. 

Sejalan dengan itu, peritel dan perusahaan perdagangan Jepang juga sedang mencari produk berkualitas tinggi untuk dipasarkan maupun ditampilkan di gerai.

“Kegiatan ini dapat menjadi referensi bagi pemasok Indonesia dalam mengembangkan produk dan memahami kebutuhan pasar Jepang. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan Jepang dalam menemukan pemasok baru dari Indonesia,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Sagara Group, Ferdi, yang merupakan salah satu UMKM peserta business matching, mengapresiasi Kemendag dan JETRO atas fasilitasi yang diberikan. 

Ia berharap, kegiatan ini dapat mendorong produk UMKM lokal untuk menembus pasar internasional.

“Terima kasih kami telah diberikan kesempatan untuk bisa melakukan business matching dengan JETRO. Kami berharap, fasilitasi ini dapat membantu mengangkat produk UMKM khas lokal agar mampu menembus pasar global. Kami juga berharap semakin banyak pelaku usaha lain yang dapat mengikuti dan memanfaatkan peluang ini,” ujar Ferdi.

Selain itu, perwakilan dari Jinjit Pottery, Antin Sambodo, menyampaikan antusiasmenya dalam mengikuti business matching tersebut. 

Ia berharap, fasilitasi yang diberikan ini dapat membantu produknya memenuhi kebutuhan dan preferensi pasar Jepang, sekaligus memperbesar peluang terjalinnya kerja sama bisnis yang berkelanjutan.

“Saya berharap produk kami dapat dipasarkan di Jepang dan memenuhi kebutuhan pasar setempat. Kami juga berharap kerja sama dengan mitra Jepang dapat terus berlanjut sehingga produk kami hadir berkelanjutan di pasar Jepang,” tutupnya. (SG-1)