Dorong Ekonomi Kerakyatan, Realisasi Kredit Perseroan Bank Mandiri di Awal 2026 Tumbuh 15,62 Persen

Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
23 Februari 2026
<p>Fokus pada sektor rakyat menjadi arah Bank Mandiri dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan. (Dok. Bank Mandiri)</p>

Fokus pada sektor rakyat menjadi arah Bank Mandiri dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan. (Dok. Bank Mandiri)

SOKOGURU, JAKARTA- Kinerja Bank Mandiri pada awal 2026 menunjukkan tetap solid. Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.511,4 triliun.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan total aset menjadi Rp2.191,9 triliun atau naik 13,96% YoY. Hal itu  mencerminkan ekspansi bisnis tetap terjaga kualitasnya seiring penguatan fungsi intermediasi di awal tahun.

Demikian disampaikan Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, dalam keterangan resmi di Jakarta,  Senin, 23 Februari 2026.

Baca juga: Di Ajang Perfume Pop Market 2026, Bank Mandiri Ajak Masyarakat Terlibat dalam Ekonomi Sirkular Industri Parfum

“Pertumbuhan tersebut mempertegas komitmen perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, termasuk ekosistem usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan pelaku usaha di berbagai daerah,” ujarnya seperti dikutip laman resmi Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN)

Langkah tersebut, sambung Novita, sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan struktur ekonomi nasional.

“Pertumbuhan itu juga menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” imbuhnya.

Baca juga: Bank Mandiri Saluran Total Kredit Mikro Rp53,7 triliun ke 654 ribu Debitur Perempuan, Meningkat 13,5 Persen

Di samping itu, lanjutnya, struktur pendanaan juga menunjukkan penguatan yang solid.

Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only tercatat sebesar Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29% YoY, sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan dan penguatan basis nasabah.

Adapun, komposisi dana tersebut didominasi dana murah dengan rasio Current Account Saving account (CASA) terjaga di level 73%, sehingga mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat struktur likuiditas perseroan.

Baca juga: Rayakan HUT ke-80 RI, Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Kewirausahaan untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan

Sedangkan dari sisi kinerja keuangan, jelas Novita lagi, laba bersih secara month to date (MTD) tumbuh positif double digit, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 10,2 persen YoY.

Kinerja tersebut turut ditopang penurunan biaya dana atau Cost of Fund (CoF) sebesar 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga posisi CoF pada Januari 2026 terjaga pada level 2,06%.

Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi mencatatkan pertumbuhan yang solid seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis.

Fee Based Income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1 persen secara YoY, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan.

Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan biaya dalam mendorong kinerja keuangan yang semakin optimal, tercermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75%, turun 3,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40%.

Kinerja tersebut ditopang akselerasi transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri yang tumbuh 49,3 persen YoY, disertai peningkatan aktivitas Kopra by Mandiri  sebesar 27% YoY.

Selain itu, transaksi treasury juga meningkat 33% YoY, sejalan dengan penguatan layanan transaksi digital dan solusi pengelolaan finansial yang menyeluruh bagi nasabah.

Digitalisasi transaksi UMKM

Lebih lanjut, Novita mengatakan, penguatan ekosistem digital tersebut menjadi bagian dari strategi menciptakan keunggulan berkelanjutan dan memperluas inklusi keuangan melalui integrasi layanan Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel, Kopra by Mandiri bagi segmen pelaku usaha dan pebisnis, serta Livin’ Merchant dalam mendukung digitalisasi transaksi UMKM.

“Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) per Januari 2026 juga mencatatkan penurunan sebesar 21 basis poin (bps) YoY mencapai 0,35 persen dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga stabil di 0,97 persen atau turun 3 bps secara tahunan.

Kondisi itu mencerminkan disiplin manajemen risiko serta selektivitas Bank Mandiri dalam ekspansi pembiayaan.

Sebagai mitra strategis pemerintah dan bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM.

Melalui penguatan ekosistem korporasi, ritel, dan digital yang terhubung dari hulu ke hilir, bank berkode emiten BMRI ini memastikan setiap lini bisnis saling mendukung untuk menciptakan nilai tambah yang lebih luas.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung agenda pembangunan nasional,” ujarnya.

Dengan fundamental yang solid, efisiensi yang terjaga, serta strategi yang adaptif, kata Novita, pihaknya, optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026. (SG-1)