SOKOGURU - Harga emas mengalami penurunan signifikan di awal Mei 2025. Situasi ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, ada yang khawatir dan segera menjual, tapi tidak sedikit pula yang melihatnya sebagai momen emas untuk membeli.
Di tengah dinamika tersebut, konten kreator keuangan, Rita Rahayu Official membagikan pandangan dan strategi cerdas yang dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat, baik untuk membeli maupun menjual emas di masa seperti ini.
Kenapa Harga Emas Turun?
Menurut penuturan Rita, penurunan harga emas dipengaruhi beberapa faktor besar.
Salah satunya adalah menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, yang berada di kisaran Rp16.540 hingga Rp16.610 per dolar AS.
Selain itu, suku bunga acuan yang masih tinggi di Amerika Serikat juga menjadi penyebab investor beralih ke instrumen lain seperti obligasi dan aset berbunga.
Faktor lain yang memengaruhi adalah inflasi global yang mulai stabil. Berdasarkan laporan IMF, inflasi dunia diperkirakan menurun menjadi 4,2% di tahun 2025.
Stabilnya inflasi membuat emas tidak lagi menjadi pilihan utama sebagai lindung nilai, sehingga permintaan menurun.
Rita juga menyoroti pergeseran minat investor ke aset lain seperti saham dan kripto, yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Awal Mei 2025, pasar kripto mencatat kapitalisasi pasar hingga USD 3,1 triliun, menandakan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.
Saatnya Beli atau Jual?
Bagi investor jangka panjang, penurunan harga justru bisa menjadi momentum untuk melakukan akumulasi.
Namun, Rita mengingatkan, pembelian sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan matang, bukan karena panik atau ikut-ikutan.
Jika membeli emas untuk tujuan jangka pendek, ada risiko harga masih bisa turun lebih dalam.
“Pastikan dulu tujuanmu membeli emas, apakah untuk jangka panjang atau sekadar spekulasi jangka pendek. Karena tren 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa harga emas cenderung naik,” kata Ratu.
Strategi Cerdas di Tengah Harga Emas Turun
Dalam video tersebut, Rita Rahayu Official memaparkan tiga strategi cerdas untuk berinvestasi emas saat harga sedang turun:
-Dollar Cost Averaging (DCA)
Yaitu membeli emas secara rutin dalam jumlah kecil setiap bulan, misalnya dari potongan gaji.
-Pegang Jangka Panjang
Emas masih menjadi alat lindung nilai yang efektif dalam jangka panjang.
-Diversifikasi Aset
Jangan hanya bergantung pada emas. Kombinasikan dengan instrumen lain agar portofolio investasi lebih seimbang.
Kapan Sebaiknya Jual Emas?
Penjualan emas sebaiknya dilakukan saat sudah mencapai target keuntungan, ketika ada kebutuhan mendesak, atau saat ingin mengalihkan dana ke instrumen lain yang lebih produktif.
Namun, Rita menekankan pentingnya memahami instrumen baru sebelum melakukan peralihan.
"Jangan pernah jual karena panik,isa jadi harga emas akan rebound dalam waktu dekat," ujarnya.
Harga Emas Hari Ini
Berdasarkan informasi terkini, berikut adalah daftar harga emas batangan per 3 Mei 2025:
0,5 gram – Rp983.000
1 gram – Rp1.866.000
2 gram – Rp3.672.000
3 gram – Rp5.483.000
5 gram – Rp9.105.000
10 gram – Rp18.155.000
25 gram – Rp45.262.000
50 gram – Rp90.445.000
100 gram – Rp180.812.000
250 gram – Rp451.765.000
500 gram – Rp903.320.000
1.000 gram (1 kg) – Rp1.806.600.000
Di tengah fluktuasi pasar seperti saat ini, penting untuk tetap tenang dan memiliki strategi.
Seperti yang disarankan oleh Rita Rahayu, jangan terburu-buru mengambil keputusan finansial berdasarkan emosi.
Saat harga emas turun, bisa jadi itu adalah pintu masuk menuju investasi yang menguntungkan, selama Anda tahu apa tujuannya. (*)