SOKOGURU — Investasi emas kian diminati masyarakat karena dinilai stabil dan tahan terhadap inflasi.
Salah satu produk investasi yang kini ramai diperbincangkan adalah deposito emas digital, yakni layanan penyimpanan emas dengan imbal hasil tetap dalam jangka waktu tertentu.
Menariknya, beberapa platform digital kini menawarkan produk ini dengan keunggulan dan fitur berbeda.
Dalam kanal YouTube MOVID INDONESIA, telah dijelaskan secara rinci perbandingan empat aplikasi deposito emas digital yang sedang populer saat ini, yaitu Treasury, Lakuemas, Pegadaian Digital, dan Syariah Coin. Berikut ulasan lengkapnya:
1. Treasury
Treasury menawarkan fleksibilitas tinggi dalam pilihan jangka waktu: 14 hari, 30 hari, 90 hari, hingga 180 hari. Imbal hasilnya cukup menggiurkan, yakni:
- 14 hari: 12%
- 30 hari: 12%
- 90 hari: 6%
- 180 hari: 5%
Meski terlihat menurun, angka ini masih jauh di atas rata-rata kompetitor. Namun, perlu dicatat bahwa deposito tidak dapat diperpanjang otomatis.
Artinya, pengguna harus membuat transaksi baru setiap kali masa deposito berakhir. Penalti pencairan sebelum jatuh tempo sebesar 0,5% dari total gramasi emas.
2. Lakuemas
Lakuemas menawarkan deposito dengan minimal simpanan sebesar 10 gram emas (sekitar Rp16 juta). Imbal hasilnya berbasis tingkatan:
- 10-99,99 gram: 3%
- 100-999,99 gram: 3,5%
- 1.000 gram: 4,5%
Kelebihannya, deposito bisa diperpanjang otomatis tanpa perlu membuat transaksi baru.
Namun, untuk mencairkan sebelum jatuh tempo, pengguna perlu mengajukan permohonan khusus dan mendapat persetujuan.
3. Pegadaian Digital
Sebagai platform milik BUMN, Pegadaian Digital menawarkan keamanan dan kepercayaan lebih tinggi.
Pilihan jangka waktu tersedia dalam 6, 9, dan 12 bulan. Sayangnya, imbal hasilnya hanya 1%, jauh di bawah kompetitor.
Meski demikian, deposito dapat diperpanjang dan tersedia layanan di cabang untuk pengguna yang menghendaki layanan offline. Biaya simpan tahunan sebesar Rp30.000 juga dikenakan.
4. Syariah Coin
Platform ini menawarkan banyak pilihan jangka waktu: 7 hari, 14 hari, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Imbal hasil yang diberikan tergolong kompetitif, misalnya:
- 1 bulan: 1%
- 3 bulan: 3%
- 12 bulan: 12%
Pengguna juga bisa memperpanjang deposito otomatis, namun informasi soal penalti pencairan sebelum jatuh tempo belum tersedia secara publik.
Baca Juga:
Kesimpulan
Dari hasil pemaparan kanal MOVID INDONESIA, terlihat bahwa Treasury unggul dalam bunga tinggi dan fleksibilitas tenor, namun tanpa fitur perpanjangan otomatis.
Sementara Lakuemas dan Syariah Coin unggul dalam fitur berjenjang dan kemudahan perpanjangan, meski dengan bunga yang cenderung lebih kecil.
"Setiap aplikasi punya kelebihan dan kekurangannya. Pilih sesuai kenyamanan dan tujuan investasi kamu," jelas narasi video tersebut.
Bagi investor pemula maupun pengguna aktif emas digital, informasi ini tentu menjadi referensi penting sebelum menentukan platform deposito emas digital terbaik.(*)