Keuangan

Super Gen-Creation: Merespons Bonus Demografi dengan Rencana Matang

Momen bonus demografi Indonesia yang sedang dalam puncak pada sepuluh tahun ini, (2020-2030), momen ini hanya terjadi satu kali dalam sejarah sebuah bangsa. Kemenko Bidang Perekonomian & Pemprov Jabar merespons kesempatan ini dengan mengadakan Festival KUR dan peluncuran KUR Supermikro

Penandatanganan KUR Super Mikro serentak senilai Rp10 juta terjadi di acara Festival Kur: Super Gen-Creation pada Sabtu, (18/3) di Gedung Sate, Kota Bandung. Para penerima KUR Super Mikro ini adalah para pelaku usaha muda yang menjadi sasaran untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke depannya.

Festival KUR yang diprakarsai oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini turut menghadirkan 17 bank penyalur KUR yang memberikan edukasi program dan berbagai aktivasi terkait KUR, khususnya bagi pelaku UMKM generasi muda.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto menyampaikan bahwa total plafon KUR pada tahun ini mencapai Rp415 Triliun. Dengan jumlah yang meningkat signifikan dari tahun 2022, para pelaku UMKM Super Mikro diharapkan menjadi titik balik bagi para kaum muda dan ekonomi Indonesia.

Berkaca kepada data, pada tahun 2022 UMKM di Jawa Barat saja mencapai 8,71 Juta unit usaha. Namun dalam data ini hanya terdapat 2% usaha yang dimiliki anak muda. Di satu sisi, anak muda Indonesia memiliki minat tinggi untuk menjadi wirausaha dengan presentase sebear 73%. Hal inilah yang menjadikan KUR super mikro sebagai solusi tepat.

"Memanfaatkan momen bonus demografi Indonesia yang sedang dalam puncak pada sepuluh tahun ini, (2020-2030), momen ini hanya terjadi satu kali dalam sejarah sebuah bangsa. Harus kita manfaatkan” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam jumpa pers di Gedung Sate, Bandung, Jumat (17/3).

“Khususnya di provinsi Jawa Barat, dengan akses ekonomi yang sedang berkembang pesat, sekaligus berbagai kesempatan, kreativitas anak mudanya, menjadi kesempatan tersendiri untuk UMKM anak muda berkembang” tutur Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji mewakili Gubernur Jawa Barat.

Apa itu UMKM dan KUR Super Mikro?

KUR Super Mikro ini ditujukan untuk usaha dengan penghasilan mencapai Rp10 juta perbulannya. Bunganya di kisaran 3% tanpa agunan. Dengan data minat usaha yang tinggi, tentu ini adalah kesempatan emas bagi para pelaku UMKM pemula di Indonesia.

“Bagi ibu-ibu rumah tangga, pekerja yang terkena PHK, juga anak muda yang baru mulai usaha. Inilah kesempatan besar untuk mendongkrak bisnisnya” tambah Susiwijono Moegiarso.

Jenjang dalam besaran usaha ini dihitung dari jumlah penghasilan UMKM dalam sebulan. Perkembangan UMKM ini bukan berarti UMKM hanya harus ‘menjual lebih banyak’ tetapi harus dengan strategi yang matang. Inilah pentingnya pelatihan, strategi bisnis dalam mencapainya.

"bank bjb akan senantiasa berperan dalam memperkuat permodalan usaha bagi seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali anak muda. Oleh karenanya, diharapkan KUR Festival tahun ini bisa menjadi ajang bagi para pelaku UMKM generasi muda untuk dapat menggali ilmu hingga mendapat kemudahan akses permodalan untuk mengembangkan bisnis mereka," ungkap Direktur Komersial dan UMKM bank bjb, Nancy Adistyasari.

Mempersiapkan Super-Mikro Untuk Naik Kelas

Terdapat berbagai aspek yang harus diperhitungkan bagi UMKM untuk naik kelas seperti strategi bisnis, sasaran pelanggan, branding, supply chain dll.

Dalam menjawab tantangan ini para bank penyalur yang hadir dalam acara Super Gen-Creation juga merespons tantangan ini, semisal dari pemaparan talkshow hari Jumat (17/8), Denny Mulyadi, Ketua Divisi UMKM bank bjb menurutkan bahwa dalam mendorong UMKM untuk naik kelas, divisi UMKM bank bjb, memiliki produk PESAT  (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu) yang terbukti untuk menggenjot potensi para UMKM, terlebih supermikro yang disasar hari ini.