SOKOGURU, JAKARTA- Mobilitas masyarakat dipastikan tetap terkelola dengan baik, khususnya di lintasan strategis Bakauheni–Merak dan Gilimanuk–Ketapang saat arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)2025/2026.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melihat arus balik nataru di sejumlah jalur penyeberangan utama nasional mulai menguat.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi Kementerian BUMN, Jumat, 2 Januari 2026.
Baca juga: Jalur Kupang–Rote Hadapi Tantangan Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, ASDP Tingkatkan Kesiapan Layanan
Ia mengungkapkan penguatan arus balik sejalan dengan mendekatnya akhir masa liburan serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
“Kendati terjadi peningkatan pergerakan, kondisi layanan secara umum masih berada dalam situasi terkendali.Pergerakan arus balik memang mulai meningkat, namun seluruh sistem layanan berjalan dengan baik,” ujar Heru.
"Ini menunjukkan kesiapan operasional serta sinergi kuat seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat,” imbuhnya.
Baca juga: Tinjau ASDP di Merak, Menko AHY Pastikan Kesiapan Layanan Penyeberangan Nataru 2025/2026
Berdasarkan data Posko Bakauheni pada periode 31 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat sebanyak 24.020 orang atau naik 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 5.749 unit, tumbuh 3,7%.
“Peningkatan tertinggi terjadi pada kendaraan truk sebanyak 2.317 unit atau melonjak 19,6%, serta bus sebanyak 277 unit atau meningkat 10,4% secara tahunan.
Sementara itu, pergerakan penyeberangan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan tren yang berbeda.
Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, ASDP Perketat Kesiapsiagaan Demi Amankan Layanan Nataru 2026
Pada H+6, jumlah penumpang tercatat 22.963 orang atau turun tipis 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, total kendaraan justru mengalami kenaikan menjadi 7.698 unit atau tumbuh 8,4%.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 3.760 unit atau naik 18,3%, diikuti truk logistik sebanyak 1.452 unit atau meningkat 7,2%.
Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan, perusahaan terus mengedepankan berbagai langkah antisipatif guna meminimalkan potensi kepadatan selama arus balik.
Upaya tersebut mencakup penerapan delaying system di sejumlah buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi terkait.
Puncak Arus Balik
Dari sisi operasional, ASDP mengoptimalkan pola operasi armada dengan mengoperasikan 28 kapal pada kondisi normal.
Jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat kondisi sangat padat, guna memastikan layanan tetap optimal dan terkendali.
"Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh langkah antisipatif telah disiapkan, dan kesiapsiagaan terus dijaga untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jasa selama periode tersebut," ujar Windy.
ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memesan tiket sejak jauh hari melalui aplikasi Ferizy.
Pengisian data diri yang akurat dinilai penting untuk mempercepat proses layanan di pelabuhan serta menjamin hak pengguna jasa apabila terjadi kondisi tidak terduga.
Terkait kondisi cuaca, Windy menambahkan bahwa ASDP terus berkoordinasi secara intensif dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca terkini.
Pengguna jasa diimbau mengutamakan keselamatan selama perjalanan laut, khususnya di lintasan Jawa–Bali, mengingat potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga awal Maret 2026.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu mencermati informasi cuaca terkini dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan apabila kondisi perairan tidak memungkinkan, demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.
Secara kumulatif, sejak H hingga H+6, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 230.350 orang atau meningkat 4,6% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 220.184 orang.
Total kendaraan tercatat 57.177 unit atau naik 7,3% dari realisasi sebelumnya 53.292 unit.
Adapun penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada periode yang sama tercatat 190.283 orang atau turun 2,9% dibandingkan tahun lalu sebanyak 196.044 orang.
Meski demikian, total kendaraan meningkat menjadi 54.651 unit atau naik 2,3% dibandingkan realisasi sebelumnya yang mencapai 53.420 unit.
Sebagai penghubung utama mobilitas antarpulau, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan berkelanjutan, guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di awal tahun 2026. (SG-1)