Perkuat Peran dan Pengelolaan Rumah Sakit PTN, Ditjen Dikti dan Asosiasi RSPTN Gelar Workshop di Unpad

RSPTN harus merapatkan barisan dan memperkuat komitmen dalam memposisikan Rumah Sakit Pendidikan sebagai bagian penting dari sistem pendidikan kesehatan.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
11 Maret 2026
<p>Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Prof Setiawan memberi sambutan  dalam  Workshop Revitalisasi RSPTN di Gedung Koeswadji Universitas Padjadjaran, Pasteur, Kota Bandung serta di Kampus Jatinangor . Acara  berlangsung pada 10-11 Maret 2026. (Dok. Kanal Media Unpad/Jalasenastri Saprala)</p>

<p> </p>

Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Prof Setiawan memberi sambutan  dalam  Workshop Revitalisasi RSPTN di Gedung Koeswadji Universitas Padjadjaran, Pasteur, Kota Bandung serta di Kampus Jatinangor . Acara  berlangsung pada 10-11 Maret 2026. (Dok. Kanal Media Unpad/Jalasenastri Saprala)

 

SOKOGURU, JATINANGOR- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menjadikan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) sebagai mitra strategis untuk berkolaborasi dalam mendukung sistem kesehatan akademik sehingga berstandar internasional.

Untuk itu, revitalisasi rumah sakit perguruan tinggi tidak hanya menuntut komitmen masing-masing institusi, tetapi juga kolaborasi antarperguruan tinggi untuk bersama-sama mengakselerasi berbagai tantangan. 

RSPTN juga perlu menetapkan keunggulan dan kekhasan yang dimiliki, mengingat keterbatasan sumber daya yang ada.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof Setiawan menyampaikan hal itu dalam  Workshop Revitalisasi RSPTN di Gedung Koeswadji Universitas Padjadjaran (Unpad), Pasteur, Kota Bandung serta di Kampus Jatinangor pada 10-11 Maret 2026.

Baca juga: Unpad-Pemkab Bandung Perkuat Program Pendidikan Vokasional, Pertanian dan Peternakan Jadi Fokus Utama

“Ketika kita berbicara tentang revitalisasi ini, ada misi besar dan visi besar mengenai bagaimana kita bisa bersama-sama maju,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan resmi Kantor Komunikasi Publik Unpad, Rabu, 11 Maret.

“Perspektif atau paradigma berpikir kita adalah sistem kesehatan akademik. Kita tidak bisa bekerja sendirian dan sistem pendidikan tidak bisa berjalan secara silo (bekerja terpisah, minim kolaborasi). Pada hakikatnya, apa yang kita lakukan di pendidikan pada akhirnya harus mendukung penguatan sistem kesehatan,” imbuh Setiawan yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad.

Unpad menjadi tuan rumah kegiatan Workshop Revitalisasi RSPTN yang merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan Asosiasi RSPTN. 

Baca juga: Unpad Gandeng PT Kardia Indonesia Bangun Rumah Sakit Pendidikan di Jalan Dipati Ukur Bandung

Tujuan workshop  untuk memperkuat peran dan pengelolaan RSPTN.

Sementara itu, Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, mengatakan, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya penguatan peran RSPTN di tengah meningkatnya dinamika dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Melalui forum tersebut, ujarnya, diharapkan tercipta pertukaran gagasan yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan rumah sakit pendidikan di Indonesia.

“Ini menjadi salah satu dasar bagi kita untuk merapatkan barisan dan memperkuat komitmen dalam memposisikan rumah sakit pendidikan sebagai bagian penting dari sistem pendidikan kesehatan,” jelas Arief.

Baca juga: 100 Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad Serukan Evaluasi Menkes, Pendidikan Kedokteran Terancam!

Adapun workshop pada hari pertama diisi  sesi Meet the Leaders yang menghadirkan narasumber sejumlah rektor perguruan tinggi pemilik RSPTN, yaitu Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, dan Universitas Syiah Kuala.

Tampil sebagai moderator ​Tenaga Ahli Menteri Kemediktisaintek Prof. Tri Hanggono Achmad yang juga Rektor Unpad periode 2015-2019 dan Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. T. Basaruddin.

Selain itu digelar juga sesi in-depth understanding yang membahas penguatan konsep sistem kesehatan akademik, tata kelola dan kepemimpinan RSPTN, serta transformasi layanan unggulan menuju rumah sakit akademik berstandar internasional.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop yang dibagi ke dalam tiga klaster diskusi. Setiap klaster menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (ARSPTN), yaitu Eric Daniel Tenda bersama Afif Nurul Hidayati, T Basaruddin bersama Tajrin, serta Tri Hanggono Achmad bersama Kosterman.

Workshop tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi pemilik RSPTN dalam mengembangkan rumah sakit pendidikan yang unggul.

Dengan sinergi berbagai pihak, RSPTN diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pendidikan kedokteran sekaligus penguatan sistem kesehatan nasional. (SG-1)