SOKOGURU, TOBA- Untuk memperkuat kolaborasi dalam meraih kembali status Green Card UNESCO bagi Geopark Kaldera Toba, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menggelar rapat koordinasi bersama kepala daerah di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara dan instansi terkait.
Dalam rapat yang digelar di Caldera Toba Nomadic Escape, Toba, Sabtu, 12 Juli 2025 itu, Wamenpar meminta agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi yang terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi tersebut.
“Dua tahun proses kita jalani dan kita sudah melakukan persiapan-persiapan menghadapi hari ini. Mudah-mudahan semuanya sesuai dan kemudian mendapatkan hasil yang positif. Jadi untuk itu saya ingin mendengarkan dulu bagaimana proses simulasi yang sudah dilakukan yang sedang berjalan juga saat ini,” katanya dalam keterangan resmi Kementerian Pariwisata, Minggu, 13 Juli 2025.
Baca juga: Kunjungi Sentra Riset Herbal Humbang Hasundutan, Wamenpar Ni Luh Dorong Potensi Wisata Baru
Adapun empat rekomendasi dari UNESCO, yakni:
1. Penguatan riset dan pemetaan geologi.
2. Penambahan panel informasi edukatif di seluruh area geopark.
3. Penguatan warisan budaya lokal.
4. Keaktifan badan pengelola dalam menggelar event nasional dan internasional.
Melihat empat rekomendasi UNESCO itu, Ni Luh mendorong agar pemda dan instansi terkait segera memperbaiki, menindaklanjuti, dan mengevaluasi langkah yang telah berjalan, mencakup identifikasi akar masalah, meninjau progres perbaikan yang sudah berjalan, dan memetakan pekerjaan rumah yang masih belum terselesaikan.
Baca juga: Aquabike Jetski World Championship 2024 Dapat Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Toba
“Kita juga harus segera menyelaraskan dan meningkatkan seluruh program kerja kita, seperti melaporkan kegiatan Gerakan Wisata Bersih yang pernah berlangsung di dua titik yakni kawasan Amphitheater Waterfront City Pangururan pada 4 Mei 2025 dan kawasan Pantai Bebas Parapat pada 5 Mei 2025,” imbuhnya.
Wamenpar Ni Luh juga menyarankan agar seluruh daerah dan instansi terkait mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga Kaldera Toba, di antaranya edukasi terhadap kebiasaan masyarakat melakukan pembakaran di sekitar area geosit dan mengedukasi masyarakat dalam menjaga kebersihan di sekitar area geosit.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menggelar rapat koordinasi bersama kepala daerah di kawasan Danau Toba dan instansi terkait, Sabtu, 12 Juli 2025. (Dok. Kemenpar)
“Untuk masalah kebakaran, selama kedatangan Asesor UNESCO saat revalidasi pada 21 - 25 Juli 2025, perlu dibentuk tim patroli atau satgas khusus. Dan untuk mitra UMKM di lokasi yang didatangi benar-benar terlatih dan siap untuk menjelaskan jawaban,” tambahnya.
Baca juga: Wakil Ketua DPR RI Tebar Ribuan Benih Ikan, Dorong Kesejahteraan Nelayan Danau Toba
Menurut Ni Luh, status Green Card UNESCO bukan sekadar label, namun jembatan menuju masa depan lebih cerah bagi masyarakat di sekitar Danau Toba. Ke depannya akan berdampak pada banyak kunjungan wisatawan, lebih banyak investasi, lebih banyak peluang ekonomi, dan yang terpenting, pelestarian alam dan budaya Danau Toba yang tak ternilai harganya.
“Saya yakin, dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita akan mampu menghadapi tantangan ini. Mari kita jadikan momen revalidasi 2025 sebagai titik balik kebangkitan Geopark Kaldera Toba,” kata Wamenpar.
Sementara itu, General Manager Badan Pengelola Geopark, Azizul Kholis, menjelaskan, berbagai persiapan yang dilakukan pada kegiatan revalidasi Geopark Kaldera Toba.
“Kami sejak 11 hingga 13 Juli ini sedang on progress pra-revalidasi dengan mengundang Professor Soojae Lee dari Korea. Dan ada masukan-masukan, seperti pada tahun 2024, Pemprov Sumut telah melakukan penelitian, namun beliau meminta untuk menggunakan bahasa Inggris pada semua laporannya. Serta nantinya kami juga bisa menjelaskan tentang geosite ini dengan bahasa yang sederhana, yang mudah dimengerti anak-anak sekolah,” kata Azizul.
Pada kesempatan ini Wamenpar juga memastikan persiapan dari masing-masing kepala daerah dalam komitmennya atas Geopark Danau Toba dalam meraih Green Card UNESCO. (SG-1)