SOKOGURU, HUMBANG HASUNDUTAN- Hadirnya Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, mendapat apresisi dari Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa.
TSTH2, menurutnya, merupakan simbol sinergi antara riset pertanian dan potensi pariwisata masa depan. TSTH2 juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Hal itu disampaikan Wamenpar Ni Luh seusai mendampingi Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan meninjau Alkap dan Tour Green House dan Data Center IT DEL di Balige, Jumat, 11 Juli 2025.
Baca juga: Sinergi Kementan dan BPOM dalam Kembangkan Obat Herbal, Dorong Potensi Ekonomi Rp300 Triliun
TSTH2 merupakan pusat riset penelitian bibit unggul pertanian dan lokasi budi daya tanaman herbal berskala internasional yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang modern.
“Senang sekali hari ini saya bisa mendampingi Pak Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, melihat dua hal yang luar biasa yang ada di Sumut yaitu TSTH2 yang menjadi pusat penelitian pertanian. Kemudian juga Institut Teknologi Del, kampus yang menciptakan SDM yang mumpuni di bidang teknologi yang luar biasa,” katanya, dalam keterangan resmi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Minggu, 13 Juli 2025.
Baca juga: Kunjungi Desa Wisata Candirejo dan Karangrejo, Wamenpar Sebut Bisa Jadi Role Model
TSTH2, sambung Ni Luh, sejalan dengan Program Unggulan Kementerian Pariwisata Tahun 2025 yaitu Pariwisata Naik Kelas dengan tujuan untuk menciptakan destinasi pariwisata yang berkualitas melalui pemanfaatan wisata minat khusus.
Wamenpar Ni Luh berharap kawasan ini nantinya juga bisa dijadikan destinasi wisata minat khusus di bidang agrowisata serta produk wisata lain seperti wisata petualangan, wisata edukasi, gastronomi dan pengembangan event.
Ia berharap pemanfaatan teknologi dalam pertanian seperti yang dikembangkan di TSTH2, nantinya bisa tercipta inovasi dalam pengembangan pariwisata.
Baca juga: Wamenpar Ni Luh Hadiri Pertemuan UN Tourism Executive di Spanyol
Pemanfaatan teknologi dalam pertanian seperti yang dikembangkan di TSTH2, katanya, nantinya bisa tercipta inovasi dalam pengembangan pariwisata.
Dok. Kemenpar
“Saya melihat bagaimana demo tentang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), bagaimana AI ini bisa diperuntukan untuk pariwisata. Jadi ini tentu saja kita harapkan lebih banyak lagi inovasi-inovasi yang muncul di kampus ini yang kemudian bisa bermanfaat tidak hanya di bidang teknologi tetapi juga di bidang pariwisata,” kata Wamenpar.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Ekonomi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan penguatan sektor pertanian menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto, sehingga TSTH2 ini diharapkan bisa mewujudkannya.
“Jadi nantinya kami berharap ini bisa menjadi pusat penelitian dan pengembangan tanaman herbal, serta hilirisasi produk herbal, termasuk minyak atsiri, pupuk, dan bioenergi, sehingga ketahanan pangan bisa terwujud,” katanya.
Pada kesempatan itu juga hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sementara itu Wamenpar Ni Luh didampingi Direktur Poltekpar Medan, Ngatemin dan Asisten Deputi Perancangan Destinasi Pariwisata Kemenpar M. Nurdin. (SG-1)