BERANGKAT dari upaya kolektif untuk mewujudkan cita-cita membangun desa secara inklusif dan berkelanjutan, Desa Wisata Candirejo di Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, sukses mengembangkan wisata komunitas.
Kesuksesan itu berkat keterlibatan dan peran aktif masyarakat di desa tersebut sebagai pelaku utama dalam menjaga dan memperkenalkan budaya serta kehidupan pedesaan Jawa yang autentik.
Sehingga masyarakat bersama para pemangku kepentingan sepakat untuk menjalankan kegiatan wisata di Desa Wisata Candirejo yang sepenuhnya dikelola Koperasi Desa Wisata Candirejo yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Keputusan tersebut diperkuat dengan Surat Keputusan Desa No.04/KEPDES/05/2003 yang menyebutkan Pengelola desa wisata di Desa Candirejo berbentuk Koperasi Desa Wisata Candirejo.
Baca juga: 15 Desa Wisata Indonesia Raih Sejumlah Penghargaan di ASEAN Tourism Award 2025
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa pun mengunjungi Desa Wisata Candirejo itu, pada Kamis (23/1).
"Hari ini kita berkeliling Desa Wisata Candirejo, ini tempat yang menawarkan pengalaman menjadi warga desa," katanya, dalam keterangan resmi Kemenpar, Jumat (24/1).
Di desa wisata itu Wamenpar Ni Luh terlihat mencoba belajar menganyam tas bersama ibu-ibu pengrajin setempat.
Baca juga: Wujudkan Desa Wisata Bebas Sampah, Brantas Abipraya Gandeng Desa Cikole Lembang
"Ini dikelola oleh koperasi dan usaha ini juga dipayungi oleh koperasi. Hal ini tentunya akan memperkuat ekosistem pariwisata. Jadi ekonomi yang berputar benar-benar untuk masyarakat," katanya.
Sejak diluncurkannya sistem koperasi pada 2003, pengelola desa memaksimalkan potensi yang mampu menjadi daya tarik wisata.
Lebih lanjut, seusai mencoba membuat anyaman tas, Wamenpar Ni Luh pun mencoba sederet daya tarik wisata yang menawarkan pengalaman autentik dengan menjelajahi nuansa kehidupan sehari-hari masyarakat Candirejo dengan menggunakan dokar atau andong maupun bersepeda.
Baca juga: Aktif Berpartisipasi pada UN Tourism di Vietnam, Kemenpar Bawa Tiga Desa Wisata
Selain itu, ia mencoba belajar gamelan, memetik buah rambutan, mencicipi olahan tempe ditemani teh hangat khas Jawa, belajar menganyam tas, hingga meninjau homestay yang memanfaatkan rumah masyarakat setempat dan dikelola pemilik rumah itu sendiri.
"Berwisata di desa ini rasanya seperti pulang kampung. Sarapannya apa? Sarapannya ya makanan yang disediakan tuan rumah, jadi seru sekali. Dan fasilitasnya sudah sangat bagus untuk kategori homestay," imbuhnya.
Aktivitas tersebut telah banyak menarik minat wisatawan terutama dari mancanegara yang mayoritas berasal dari negara-negara Eropa seperti Prancis dan Belanda.
Sebanyak 4 dari 14 pemandu wisata lokal juga telah memiliki kemampuan berbahasa asing yakni Prancis dan Belanda.
Pada Juli sampai dengan September 2024, Desa Wisata Candirejo mampu menarik rata-rata 1.500 wisatawan mancanegara setiap bulannya.
Wamenpar pun menyebut Desa Wisata Candirejo dapat menjadi role model terkait bagaimana sisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat meningkat melalui pengembangan desa wisata.
Hal itu secara langsung memberikan sumber penghasilan tambahan dan membantu melestarikan warisan budaya lokal dengan mengadopsi sistem koperasi sebagai tata kelola desa yang terstruktur.
Desa Wisata Karangrejo
Dari Desa Wisata Candirejo, Ni Luh melanjutkan visitasinya ke Desa Wisata Karangrejo yang letaknya hanya berjarak kurang lebih 15 menit dari Desa Wisata Candirejo.
Wamenpar Ni Luh saat tiba di Desa Wisata Karangrejo, langsung meninjau Balkondes Karangrejo yang di dalamnya terdapat fasilitas ruang pertemuan, tempat kuliner, homestay, Museum Desa, dan Galery Seni Borobudur.
Desa Wisata Karangrejo telah mendapat sejumlah penghargaan, salah satunya dinobatkan sebagai homestay terbaik dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022.
Di Desa Wisata Karangrejo itu, Wamenpar Ni Luh juga menjajal atraksi wisata seperti menyusuri desa dengan mobil volkswagen (VW), hingga belajar secara langsung pembuatan gula Jawa khas Desa Karangrejo yang merupakan usaha rumahan yang banyak dilakukan masyarakat.
Sama halnya dengan Desa Wisata Candirejo, aktivitas yang ditawarkan Desa Wisata Karangrejo juga dikelola oleh masyarakat bersama Bumdes.
"Saya melihat langsung bagaimana dampak pengelolaan desa wisata terhadap ekonomi masyarakat. Ekonomi masyarakat semakin bergeliat karena pariwisata. Saya mengajak mari kita mengunjungi desa wisata-desa wisata kita. Jangan lupa untuk jalan-jalan di Indonesia aja," kata Wamenpar.
Hadir mendampingi Wamenpar, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Utari Widyastuti. (SG-1)