SOKOGURU - Bantuan sosial atau yang lebih dikenal dengan bansos sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Namun, tahukah kamu kalau sejarah bansos di Indonesia sudah ada jauh sebelum istilah “bansos” populer seperti sekarang?
Yuk, kita telusuri jejaknya!
1. Bansos di Masa Awal Kemerdekaan
Sejak Indonesia merdeka tahun 1945, pemerintah sudah mulai memperhatikan kesejahteraan rakyat.
Di era ini, bantuan sosial lebih banyak diberikan untuk korban perang, janda pejuang, hingga keluarga yang kehilangan pencari nafkah akibat konflik.
Bentuknya masih sederhana, seperti pembagian beras, sandang, dan kebutuhan pokok.
2. Program Bantuan di Era Orde Baru
Memasuki era Orde Baru, bantuan sosial mulai terarah melalui program-program resmi pemerintah.
Satu di antaranya adalah Instruksi Presiden (Inpres) Desa Tertinggal yang fokus pada pembangunan desa.
Selain itu, bantuan pangan juga diberikan lewat Raskin (Beras untuk Rakyat Miskin) yang menjadi cikal bakal program bansos modern.
3. Reformasi dan Munculnya Program Terarah
Setelah reformasi 1998, program bantuan sosial semakin diperkuat. Krisis ekonomi membuat pemerintah meluncurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk membantu masyarakat miskin.
Dari sinilah lahir berbagai program baru seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).
4. Bansos di Era Digital
Di masa kini, terutama saat pandemi COVID-19, bansos menjadi topik yang sangat penting. Pemerintah menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari BLT, subsidi listrik, bantuan UMKM, hingga Kartu Prakerja.
Proses distribusinya pun kini banyak yang dilakukan secara digital agar lebih cepat dan transparan.
Sejarah bansos di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah selalu berusaha hadir untuk rakyat, terutama saat kondisi sulit.
Dari beras raskin hingga bantuan digital, semua bertujuan agar masyarakat tetap bisa bertahan dan bangkit. (*)