SOKOGURU - Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, banyak orangtua dan siswa mulai bertanya-tanya kapan tepatnya libur sekolah dimulai.
Pemerintah melalui Surat Edaran Bersama (SEB) lintas kementerian telah merilis aturan resmi terkait kegiatan belajar selama Ramadan hingga jadwal cuti bersama.
Berdasarkan aturan terbaru dari Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendagri, para siswa akan mendapat jatah libur yang cukup panjang.
Libur sekolah secara resmi bagi satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/Sederajat dijadwalkan mulai pada 16 Maret 2026.
Rincian Jadwal Libur Sekolah
- Pekan Pertama: Senin-Jumat (16, 17, 18, 19, dan 20 Maret 2026).
- Pekan Kedua: Senin-Jumat (23, 24, 25, 26, dan 27 Maret 2026).
Totalnya, siswa akan menikmati libur selama 10 hari kerja. Selama masa ini, pemerintah mengimbau para murid untuk memanfaatkan waktu guna mempererat tali persaudaraan dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Kapan Siswa Kembali Masuk Sekolah?
Setelah menikmati rangkaian libur panjang dan hari raya, para siswa tidak langsung masuk di hari Sabtu atau Minggu.
Masa libur akan berakhir pada Jumat, 27 Maret 2026, yang kemudian disambung dengan libur akhir pekan biasa.
Siswa dijadwalkan untuk kembali memulai aktivitas belajar mengajar di kelas pada Senin, 30 Maret 2026.
Baca Juga:
Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026 untuk Pegawai
Berbeda dengan jadwal sekolah, libur bagi ASN dan karyawan swasta mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama. Berikut adalah rinciannya:
18 Maret: Cuti Bersama Hari Raya Nyepi
19 Maret: Libur Nasional Hari Raya Nyepi
20 Maret: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H
21 - 22 Maret: Libur Nasional Idul Fitri 1447 H (Sabtu & Minggu)
23 - 24 Maret: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H
Menariknya, karena letak hari raya Idul Fitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, masyarakat akan merasakan periode libur yang sangat panjang ( long weekend ) pada pertengahan Maret 2026.
Catatan Penting: Pastikan Anda selalu memantau pengumuman resmi dari sekolah atau instansi masing-masing, karena terkadang terdapat penyesuaian agenda internal di tiap daerah. (*)