ASDP Matangkan Layanan Mudik Lebaran 2026 di Kepulauan Riau, Diprediksi Lonjakan 15 Persen

Potensi puncak arus di Pelabuhan Telaga Punggur pada 19 dan 24 Maret 2026. Lonjakan tertinggi di Pelabuhan Tanjung Uban diprediksi terjadi pada 24 Maret.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
02 Maret 2026
<p>ASDP proyeksikan lonjakan 15 persen Angkutan Lebaran 2026 di Kepulauan Riau. Untuk itu ASDP siapkan armada, tambahan kapal, dan layanan optimal untuk mudik aman dan nyaman. (Dok. ASDP)</p>

ASDP proyeksikan lonjakan 15 persen Angkutan Lebaran 2026 di Kepulauan Riau. Untuk itu ASDP siapkan armada, tambahan kapal, dan layanan optimal untuk mudik aman dan nyaman. (Dok. ASDP)

SOKOGURU, JAKARTA- Menghadapi Angkutan Lebaran  2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh aspek operasional penyeberangan telah dipersiapkan secara optimal untuk mengantisipasi kenaikan mobilitas, termasuk di Kepulauan Riau (Kepri).

Pasalnya, Kepri memegang peran penting dalam jaringan transportasi nasional, terutama saat periode Lebaran yang identik dengan lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan.

Demikian disampaikan Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan resmi di laman Badan Pengaturan (BP) BUMN, Senin, 2 Maret 2026.

Baca juga: ASDP Catat Lonjakan Tajam Trafik Penyeberangan Sumatera–Jawa–Bali Saat Libur Imlek 2026

“Karakteristik wilayah kepulauan menuntut perencanaan operasi yang presisi. Karena itu, kami memperkuat armada, menambah frekuensi perjalanan, serta mengatur pola operasi secara terukur. Prinsip kami jelas, kapasitas harus seimbang dengan kebutuhan, dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Bagi masyarakat di Provinsi Kepri, mudik bukan sekadar perjalanan darat biasa, melainkan mobilitas antarpulau yang sangat bergantung pada transportasi laut.

Laut menjadi penghubung utama antara keluarga, aktivitas ekonomi, hingga berbagai kepentingan sosial masyarakat.

Baca juga: Puncak Arus Balik pada 2–3 Januari 2026, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali

Mengacu pada data ASDP Cabang Batam, volume Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Tanjung Uban diperkirakan meningkat sekitar 15% dibandingkan tahun lalu.

Pelabuhan Telaga Punggur diproyeksikan melayani 64.483 penumpang dan 18.210 kendaraan. Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Uban diperkirakan menangani 61.822 penumpang dan 17.666 kendaraan selama periode tersebut.

Operasional di dua pelabuhan tersebut didukung armada kapal yang telah disiapkan secara andal, yakni KMP Barau, KMP Tanjung Burang, KMP Mulia Nusantara, KMP Niaga Ferry II, KMP Lome, KMP Sembilang, KMP Satria Pratama, KMP Senangin, KMP Teluk Singkil, KMP Bahtera Nusantara 01, serta KMP Bahtera Nusantara 03.

Baca juga: Jalur Kupang–Rote Hadapi Tantangan Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, ASDP Tingkatkan Kesiapan Layanan

Antisipasi Puncak Arus

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto, mengungkapkan, pola perjalanan tahunan menunjukkan potensi puncak arus di Pelabuhan Telaga Punggur pada 19 dan 24 Maret 2026. Adapun lonjakan tertinggi di Pelabuhan Tanjung Uban diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP menerapkan penguatan pola operasi dengan menyiapkan kuota kapal terbanyak pada periode H-2 dan H+2 di Telaga Punggur.

Sementara di Tanjung Uban, penguatan dilakukan bertahap mulai H-9, H-3, H-1 hingga H+5 dan H+8, disesuaikan dengan karakteristik arus mudik dan arus balik.

Pada lintasan paling padat Telaga Punggur–Tanjung Uban, kapasitas dioptimalkan dengan pengoperasian empat kapal pada kondisi normal dan ditingkatkan menjadi lima kapal saat terjadi kepadatan.

Beragam fasilitas pendukung turut disiapkan, seperti buffer zone, tollgate, vending machine, klinik kesehatan, layanan pelanggan, ruang tunggu yang nyaman, hingga fasilitas ibadah guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib.

Selain itu, ASDP memperkuat koordinasi lintas sektor bersama BMKG dan para pemangku kepentingan untuk memastikan pemantauan cuaca dilakukan secara real time. Dengan sistem ini, penyesuaian operasional dapat dilakukan secara cepat dan responsif sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan sejak dini serta melakukan pembelian tiket melalui Ferizy yang telah tersedia hingga H-60 sebelum jadwal keberangkatan.

ASDP memberikan fleksibilitas layanan melalui kebijakan refund sebesar 25 persen dan reschedule 10 persen sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi cuaca yang dapat memengaruhi jadwal perjalanan.

Dengan kesiapan operasional yang komprehensif dan sinergi berkelanjutan, ASDP optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar serta menghadirkan pengalaman mudik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat dalam semangat #MenghubungkanIndonesia dan #NyamanBersama. (SG-1)