Humaniora

Peringati Hari Jamu Nasional, BPOM Dorong UMKM Jamu Naik Kelas dan Ekspansi Global

Badan POM ingin memastikan produk jamu lokal tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar internasional dengan standar yang tinggi,

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Mohamad Kashuri. (SG/Fajar Ramadan)

DALAM rangka memperingati Hari Jamu Nasional ke-16 yang jatuh pada 27 Mei, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (PMPU OTSKK) menggelar acara "Bincang Bersama (BiSa) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)".

 

Acara bertajuk "Industri Jamu Lokal, Berdaya Saing Global" ini berlangsung di Gedung Bhineka Tunggal Ika BPOM, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/05).

 

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Mohamad Kashuri,menegaskan pentingnya menjaga mutu dan keamanan produk jamu agar mampu bersaing di pasar global.

 

Baca juga: Jamu Indonesia Melonjak 7% Pasca Pandemi: Warisan Budaya Menuju Pasar Global

 

"Kami ingin memastikan produk jamu lokal tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar internasional dengan standar yang tinggi," ujar Kashuri.

 

Acara ini dihadiri oleh berbagai pelaku usaha, pejabat pemerintah, dan stakeholder industri jamu. Para peserta diberikan pelatihan oleh pembicara dari berbagai lembaga.

 

Dukung Pelaku UMKM Naik Kelas

 

Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM)  Irene Suryani, membahas dukungan permodalan bagi UMKM agar bisa naik kelas.

 

Brand Marketing Departemen Head PT Ultra Sakti, Aji Wijaya, menekankan pentingnya membangun branding produk yang kuat dan efektif.

 

Praktisi digital marketing, Rizki Mulyantara, memberikan tips strategi pemasaran digital untuk UMKM.

 

Baca juga: Jamu Indonesia: Resmi Masuk UNESCO Sebagai Warisan Takbenda

 

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Nur Fika Widya Ningrum, memaparkan berbagai kemudahan dan layanan pendampingan yang disediakan BPOM bagi pelaku UMKM obat bahan alam.

 

Diskusi ini menunjukkan komitmen nyata BPOM untuk mengembangkan pelaku usaha di sektor jamu melalui peningkatan standardisasi, legalitas, pemasaran, dan inovasi.

 

Selain itu, dengan pengakuan jamu sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada Desember tahun lalu, inisiatif ini juga mendorong ekspansi pasar internasional di masa depan.

 

BPOM memperkenalkan berbagai program pendampingan dan permodalan bagi pelaku usaha UMKM, termasuk pendampingan dari pelaku usaha besar sebagai "orang tua asuh" bagi UMKM.

 

"Kami telah menggandeng PT Ultra Sakti dan PT Transaksi untuk memberikan bimbingan teknis dan peralatan kepada UMKM," jelas Kashuri.

 

Pentingnya Pemasaran Jamu Via Online

 

BPOM juga menekankan pentingnya pemanfaatan era digital untuk pemasaran produk jamu. Dengan pemasaran online, produk jamu lokal dapat lebih mudah dikenal dan diakses oleh konsumen global.

 

"Digital marketing menjadi kunci bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka," tambahnya.

 

Pemerintah mendukung UMKM melalui berbagai kebijakan dan regulasi. Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2023 menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan dan memanfaatkan jamu sebagai produk unggulan Indonesia.

 

Acara ditutup dengan foto bersama dan simbolisasi minum jamu secara massal sebagai bentuk kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia.

 

Baca juga: Minuman Sehat Tanpa Pahit Mampu Pikat Lidah Anak Muda Bandung

 

"Mari kita bersama-sama membangun industri jamu yang kuat dan berdaya saing global," tutup Kashuri.

 

Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan industri jamu lokal dapat terus berkembang, memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. (SG-2)