SEBUAH langkah inovatif diperkenalkan dalam upaya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar), bekerja sama dengan Technolife Group, meluncurkan ‘Dapur Satelit’.
Dapur Satelit merupakan solusi berbasis teknologi energi terbarukan yang mampu menyajikan hingga 600 porsi makanan bergizi setiap harinya.
Peluncuran program MBG berlangsung di SD Negeri Sirah Cai Jatinangor, Senin (18/11), dengan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Herman Suryatman.
Baca juga: UMKM Perikanan Disiapkan Jadi Pilar Penopang Ekonomi Sirkular Makan Bergizi Gratis
Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi siswa sekolah dasar di seluruh Indonesia.
Gunakan Energi Terbarukan
"Dapur Satelit ini adalah wujud nyata inovasi teknologi untuk mendukung program Makan Siang Bergizi agar lebih optimal," ujar Herman.
"Prosesnya cepat, menggunakan energi terbarukan, dan mampu menjamin gizi berimbang. Hebatnya lagi, hanya membutuhkan dua hingga empat orang untuk mengoperasikan, tetapi bisa melayani hingga 600 porsi per hari," tambahnya.
Efisiensi dan Teknologi Berbasis Energi Terbarukan
Dapur Satelit menjadi terobosan yang tidak hanya mempercepat penyajian makanan tetapi juga ramah lingkungan.
Menu makanan yang disajikan meliputi nasi, ayam, sop bola jamur, tempe, puding, dan susu—dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak-anak.
Baca juga: UMKM Perikanan Disiapkan Jadi Pilar Penopang Ekonomi Sirkular Makan Bergizi Gratis
"Ini merupakan langkah awal berupa uji coba, dan kami akan terus mengevaluasi agar program berjalan optimal sesuai situasi dan kondisi," jelas Herman.
Herman juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 27 kabupaten/kota lainnya untuk mendukung program andalan pemerintah pusat ini.
Sebagai bentuk keseriusan, uji coba program Makan Siang Bergizi telah dilakukan di berbagai kabupaten di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang.
Dua Lokasi Uji Coba di Sumedang
Dapur Satelit akan beroperasi selama dua bulan di dua sekolah, yakni SDN Sirah Cai dan SDN Pamoyanan.
Peluncuran ini mendapat apresiasi dari Herman, yang mengungkapkan keyakinannya bahwa program ini dapat memberikan dampak signifikan bagi keberlanjutan inisiatif Makan Siang Bergizi.
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis: Saatnya Optimalkan Keanekaragaman Pangan Lokal
"Apresiasi saya untuk Pak Bupati Sumedang dan Technolife Group. Semoga program ini berjalan lancar dan menjadi solusi optimal dalam mendukung kebutuhan gizi anak-anak di sekolah," kata Herman.
Menuju Program yang Akuntabel dan Berkelanjutan
Herman menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya keberlanjutan dan akuntabilitas program.
Dengan adanya Dapur Satelit, diharapkan tahap uji coba ini dapat memberikan gambaran nyata tentang efektivitas teknologi dalam mendukung misi peningkatan gizi pelajar.
Baca juga:
"Langkah ini adalah awal yang baik. Dengan inovasi seperti ini, kami optimistis program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi andalan bagi peningkatan kualitas hidup generasi mendatang," pungkas Herman.
Program Dapur Satelit di Sumedang ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam mengimplementasikan solusi berbasis teknologi untuk kebutuhan gizi masyarakat. (SG-2)