Ekonomi

Menkop UKM Ajak IWAPI Dorong UMKM Perempuan Terhubung ke Rantai Pasok Global

Menkop UKM Teten Masduki mengutip laporan Bank Dunia terbaru yang menunjukkan peran perempuan semakin strategis dalam perekonomian negara. 

By Deri Dahuri  | Sokoguru.Id
27 September 2024
Menkop UKM Teten Masduki, (Ist/Kemenkop UKM)

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, mengajak Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) untuk terus memperkuat peran pelaku UMKM perempuan.

 

Pelaku UMKM diharapkan dapat berkembang lebih jauh dan terhubung dengan rantai pasok global.

 

Ajakan ini disampaikan Teten saat berbicara di Rakernas IWAPI III di Kuala Lumpur, Malaysia, baru-baru ini.

 

Baca juga: Wali Kota Jakpus Dorong IWAPI Gandeng Mahasiswi untuk Cetak Wirausaha Baru

 

"IWAPI sebagai organisasi perempuan pengusaha terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, telah menjadi inspirasi dan berkontribusi besar terhadap pemberdayaan perempuan di tingkat ekonomi nasional dan global," kata Teten.

 

Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi

 

Teten mengutip laporan Bank Dunia terbaru yang menunjukkan peran perempuan semakin strategis dalam perekonomian negara. 

 

Namun, partisipasi perempuan di negara-negara dengan ekonomi rendah masih sangat terbatas, hanya 24%. 

 

Sementara itu, di negara ekonomi menengah ke bawah dan ke atas, angkanya meningkat menjadi 32,5% dan 34,7%, dan di negara ekonomi tinggi mencapai 39,5%.

 

"Temuan ini menunjukkan pentingnya kebijakan yang dapat mendukung tumbuh kembangnya perempuan, baik sebagai pelaku usaha mikro, kecil, menengah, maupun besar," ujar Teten.

 

Baca juga: Kemenkop UKM Yakin 'Innovative Credit Scoring' Permudah Akses Kredit untuk UMKM

 

Ia menambahkan, untuk mencapai visi Indonesia sebagai negara maju pada 2045 dengan pendapatan per kapita lima kali lipat lebih tinggi, pengusaha perempuan harus memainkan peran utama dalam meningkatkan produktivitas, daya saing, dan nilai tambah produk UMKM.

 

Peluang Ekonomi Global

 

Menteri Teten juga mengutip laporan World Economic Forum yang memperkirakan bahwa partisipasi perempuan dalam pasar tenaga kerja dapat menambah Produk Domestik Bruto (PDB) global sebesar 5,3 triliun dolar AS pada 2025. 

 

Selain itu, International Labour Organization (ILO) melaporkan bahwa kehadiran perempuan di sektor kepemimpinan dan lingkungan kewirausahaan inklusif dapat meningkatkan keuntungan perusahaan hingga 10-15%.

 

Di Indonesia, 60% dari pelaku UMKM adalah perempuan, sebagian besar bergerak di sektor usaha mikro. 

 

Di sinilah, menurut Teten, IWAPI dapat memainkan peran penting dengan menarik lebih banyak pelaku usaha mikro ke dalam inisiatif kemitraan rantai pasok.

 

Inisiatif Pemerintah untuk Dorong UMKM Perempuan

 

Untuk mendukung UMKM, pemerintah telah meluncurkan program Rumah Produksi Bersama (RPB) yang berfungsi sebagai intervensi negara untuk membantu UMKM terkonsolidasi melalui koperasi. 

 

RPB juga membantu pelaku UMKM mendapatkan akses terhadap inovasi dan teknologi, sehingga produk mereka memiliki nilai ekonomi tinggi.

 

Baca juga: Menkop UKM Teten Masduki: Edukasi Konsumen Kunci Majukan UMKM di Pasar Digital

 

"Rumah Produksi Bersama memungkinkan UMKM terhubung dengan rantai pasok industri, serta pasar lokal dan global," jelas Teten. 

 

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan kebijakan afirmasi yang tertuang dalam PP 7 Tahun 2021, yang memudahkan pelaku UMKM, termasuk perempuan, untuk memperluas kapasitas usaha dan naik kelas.

 

Beberapa terobosan kebijakan ini antara lain 40% belanja pemerintah dialokasikan untuk produk UMKM, 30% infrastruktur publik dialokasikan untuk tempat berjualan UMKM dengan harga sewa yang 30% lebih rendah dari harga normal, serta kemudahan akses pembiayaan dan kemitraan.

 

Dengan dorongan ini, Menkop UKM berharap UMKM perempuan di Indonesia dapat terus berkembang, berdaya saing, dan siap bersaing di pasar global. (SG-2)