MIKROGRAFIK
Dampak Wabah PMK
Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak menyebabkan kerugian besar di sektor peternakan.
Oleh Rafqi Sadikin
16 Mei 2022 10:13

Banyak hewan ternak terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), membuat terjadinya efek domino pada banyak sector ekonomi nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksikan kerugian tersebut hingga mencapai Rp.11 triliun.

Kerugian tersebut, belum termasuk memperhitungkan potensi kerugian yang timbul dari peternak, indutsri dan masyarakat secara menyeluruh.

Lebih spesifik, kerugian ekonomi terjadi pada sistem produksi peternakan, seperti produksi susu, infertilisasi, aborsi, penurunan produksi kerja hewan, penurunan berat badan hingga kematian pada hewan ternak.

Hal tersebut, akan menimbulkan dampak pada volume kesempatan ekspor serta berdampak juga pada industri pariwisata.

Dilihat dari data sebaran hewan ternak, Indonesia memiliki sekitar 18 juta populasi dengan 27,4% berasal dari Jawa Timur.

Sedangkan jumlah populasi hewan ternak sebanyak 4.938 ekor di Jawa Timur saja. Wabah PMK akan membuat harga hewan ternak di Jawa Timur anjlok.

Kemungkinan juga fenomena panic selling akan terjadi dengan banting harga. Jika situasi ini tidak mampu dikendalikan, kemungkinan besar akan terjadi chaotic, dan membuat pedagang daging serta peternak menjadi pihak yang paling dirugikan.

Editor: Ahmad Yunus
Mikrografik Terpopuler
Demam Tinggi Harga Cabai
Jelantah Bukan Sampah
Kelor, Penangkal Penyakit Horor