SOKOGURU, DUBAI- Strategi promosi dagang yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke Uni Emirat Arab (UEA) tepat sasaran.
Hal itu terbukti dari keikutsertaan CV Cahaya Sinar Terang dan Hundred Seed dalam pameran International Süßwaren Messe (ISM) Middle East 2025 di Dubai, September 2025 membuahkan hasil.
UMKM produsen camilan sehat Indonesia asal Sleman, Yogyakarta dan Denpasar, Bali Itu sukses merealisasikan ekspor perdana mereka ke Dubai,UEA melalui kesepakatan dengan Live Better Trading.
Demikian disampaikan Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai, Widy Haryono, dalam keterangan resmi Kemendag, Kamis, 26 Februari 2026.
Capaian itu, sambungnya, merupakan hasil nyata dari strategi promosi Kemendag melalui skema penjajakan bisnis (business matching) dan fasilitasi partisipasi pada pameran dagang internasional.
“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan buyer, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut konkret hingga menghasilkan transaksi dan kontrak dagang yang berkelanjutan,” ujar Widy.
Baca juga: Mendag Budi Lepas Ekspor ke-8 Adonan Roti UMKM Asal Klaten ke Uni Emirat Arab
Adapun total transaksi kedua UMKM tersebut, imbuhnya, mencapai USD10.588 atau sekitar Rp178,25 juta. Realisasi ekspor itu merupakan hasil dari proses business matching dan keikutsertaan dalam pameran dagang internasional yang difasilitasi oleh Kemendag.
Lebih lanjut, Widy mengatakan, untuk menjaring lebih banyak buyer dan memperluas jangkauan ekspor UMKM, Kemendag dan ITPC Dubai terus mengintensifkan program business matching bagi UMKM secara daring dengan buyer potensial serta memfasilitasi UMKM untuk berpartisipasi dalam berbagai pameran strategis di UEA.
Widy menjelaskan, keikutsertaan CV Cahaya Sinar Terang dalam pameran di Dubai menjadi pintu masuk utama terjalinnya kerja sama itu. Melalui pameran tersebut, CV Cahaya Sinar Terang berhasil melakukan negosiasi langsung dengan buyer Live Better Trading.
Baca juga: Di INDEX Dubai 2024, Furnitur Indonesia Catat Transaksi Rp99,46 Miliar
Kemudian, ditindaklanjuti hingga menghasilkan kesepakatan pemesanan produk merek Verlin dan Nola dengan nilai transaksi mencapai USD5.888 atau sekitar Rp99,13 juta.
CV Cahaya Sinar Terang merupakan produsen camilan yang mengkhususkan diri pada produk berbahan dasar sereal seperti granola, sereal renyah (puffs), dan kue kering.
UMKM itu telah mengantongi sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sejak 2023 melalui program fasilitasi Kemendag. Kepemilikan sertifikasi internasional menjadi faktor kunci dalam memperkuat kredibilitas pemenuhan standar keamanan pangan serta meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Pemilik CV Cahaya Sinar Terang, Jessica, mengapresiasi dukungan Kemendag melalui fasilitasi sertifikasi HACCP dan keikutsertaan dalam pameran internasional.
Menurutnya, pendampingan ekspor yang diberikan telah membekali usahanya untuk tampil lebih siap dan percaya diri di pasar internasional. “Berkat keikutsertaan kami dalam berbagai pameran dagang yang difasilitasi ITPC Dubai, produk-produk kami kini telah berhasil menembus pasar mancanegara,” ujar Jessica.
Masukkan merek Verlin dan Nola ke Amazon UEA
Sementara itu, Perwakilan Live Better Trading, Mariam, optimistis terhadap daya saing produk camilan sehat asal Indonesia di pasar UEA.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mempenetrasi pasar UEA, Live Better Trading telah berhasil memasukkan merek Verlin dan Nola ke Amazon UEA dan dapat mulai dibeli secara daring mulai Februari 2026.
“Produk Verlin dan Nola kini telah resmi terdaftar di Amazon UEA dengan tetap mempertahankan merek orisinalnya. Seluruh proses verifikasi, inspeksi dan kepabeanan yang ketat dapat berjalan lancar berkat kepatuhan terhadap standar mutu serta koordinasi yang solid dengan eksportir Indonesia,” ujar Mariam.
Selain CV Cahaya Sinar Terang, Live Better Trading juga memesan produk makanan ringan dari Hundred Seed, produsen granola asal Denpasar, Bali, dengan merek Granola Creations.
Keberhasilan itu dicapai melalui business matching daring yang difasilitasi Kemendag dengan nilai transaksi mencapai USD 4.700 atau sekitar Rp79,12 juta.
Patuh Regulasi Tembus Pasar Makanan UEA Widy menekankan pentingnya eksportir memenuhi kesiapan mutu, kepatuhan terhadap regulasi internasional, serta kriteria kemasan dan pelabelan yang sesuai ketentuan pasar negara tujuan.
Pemenuhan aspek teknis tersebut merupakan modal utama menembus pasar UEA. Kemendag dan ITPC Dubai berkomitmen memfasilitasi pembukaan akses pasar secara luas, tidak terbatas pada produk makanan olahan sehat, tetapi juga berbagai produk potensial lainnya, khususnya skala UMKM.
“Permintaan terhadap produk pangan olahan sehat terus meningkat di pasar UEA. Kami akan terus memfasilitasi pelaku usaha produk olahan makanan dan berbagai produk unggulan lainnya untuk memperluas penetrasi pasar di kawasan Timur Tengah,” ujar Widy.
Kinerja perdagangan Indonesia dengan UEA menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Pada 2025, total perdagangan Indonesia-UEA mencapai USD 6,44 miliar.
Ekspor Indonesia tercatat sebesar USD4,03 miliar dan impor Indonesia dari UEA sebesar USD2,41 miliar. Indonesia surplus USD1,62 miliar. Sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap kinerja tersebut, antara lain, mutiara, lemak dan minyak hewani, kendaraan, mesin dan perlengkapan listrik, serta besi dan baja.
Sedangkan, pada 2024, total perdagangan Indonesia dengan UEA sebesar USD5,07 miliar. Ekspor Indonesia ke UEA mencapai USD3,07 miliar dan impor Indonesia dari UEA mencapai USD2,00 miliar.
Indonesia surplus terhadap UEA sebesar USD1,06 miliar. (SG-1)