SokoBerita

Masuk Sekolah Jam 06.30, Anggota DPR Arzeti Bilbina: Anak Bisa Lebih Sehat dan Disiplin!

Arzeti Bilbina mendukung jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB di Jabar. Ia sebut kebijakan ini bisa bentuk pola hidup sehat anak sejak dini jika dibarengi edukasi.

By Deri Dahuri  | Sokoguru.Id
11 Juli 2025
<p>Ilustrasi anak-anak berangkat sekolah pada pagi hari. (Dok..zyaverani.com)</p>

Ilustrasi anak-anak berangkat sekolah pada pagi hari. (Dok..zyaverani.com)

SOKOGURU, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang menetapkan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB mulai tahun ajaran 2025/2026. 

Menurutnya, kebijakan yang digagas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi  berpotensi membentuk pola hidup sehat dan disiplin bagi anak-anak sejak dini, asalkan dibarengi dengan pendekatan psikososial yang menyeluruh.

Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina. (Dok.DPR RI)

“Saya termasuk yang setuju dengan kebijakan ini. Kalau masuk lebih pagi, artinya anak-anak juga harus tidur lebih cepat. Saya rasa anak-anak bisa jadi lebih sehat dan positif gaya hidupnya,” kata Arzeti dalam keterangan tertulis, Jumat (11/7/2025).

Baca juga: Gubernur Dedi Mulyadi Resmi Terapkan Jam Malam Pelajar dan Libur Sekolah Sabtu-Minggu

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jabar Nomor 58/PK.03/DISDIK yang menetapkan jam efektif belajar di seluruh satuan pendidikan — dari PAUD hingga SMA/SMK — mulai pukul 06.30 WIB, efektif 14 Juli 2025. 

Kegiatan belajar mengajar hanya akan berlangsung dari Senin hingga Jumat, tanpa hari Sabtu. 

Namun, kebijakan ini bersifat opsional dan tetap menyesuaikan kondisi geografis, sosial, serta budaya daerah masing-masing.

Dorong Pola Hidup Sehat dan Disiplin

Menurut Arzeti, kebijakan masuk sekolah lebih pagi dapat menjadi momentum untuk memperbaiki kebiasaan anak yang sering tidur larut malam karena bermain gadget atau menonton televisi. 

Baca juga: Dedi Mulyadi Kirim Pemuda Nakal ke Barak Militer! Ini Program Bela Negara ala Gubernur Jabar

Ia menilai, tidur lebih awal dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental anak.

“Dengan membiasakan tidur lebih awal, anak-anak bisa terhindar dari kebiasaan tidur malam atau aktivitas sampai larut seperti bermain gadget, menonton TV tanpa kendali, atau bahkan bermain di luar rumah,” ujarnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kanan). (Dok.Pemprov Jabar)

Legislator dari Dapil Jawa Timur I ini juga melihat bahwa perubahan jam masuk sekolah berpeluang memperkuat kedisiplinan anak sejak dini.

“Ini bisa kita lihat sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan dan pola hidup sehat sejak usia dini,” tegasnya.

Butuh Sosialisasi dan Pendampingan

Arzeti menekankan pentingnya peran sekolah dan pemerintah daerah dalam menyosialisasikan serta mendampingi proses adaptasi kebijakan ini. 

Ia meminta agar orang tua mendapatkan edukasi dan pendampingan aktif, terutama dalam mengatur waktu istirahat anak.

“Pihak sekolah dan pemerintah daerah juga perlu memberikan sosialisasi dan pendampingan secara aktif kepada keluarga, agar transisi ini dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu kesejahteraan anak,” tuturnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Targetkan Majalengka Jadi Kawasan Industri Strategis, Ini Kuncinya!

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, Arzeti juga menyoroti pentingnya menjaga waktu istirahat anak agar tidak terganggu akibat perubahan jam masuk.

“Anak-anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan jasmani dan mentalnya,” ucap Arzeti. 

“Kalau masuk sekolah lebih pagi, jangan sampai mereka kurang tidur. Edukasi kepada orang tua menjadi kunci utama,” jelasnya.

Arzeti pun meminta agar jarak rumah ke sekolah juga diperhatikan, karena bisa berdampak pada waktu tidur dan kesiapan anak setiap pagi. 

Ia berharap seluruh stakeholder pendidikan bekerja sama untuk mendukung kebijakan ini agar benar-benar memberi manfaat. (*)