Bangkitkan UMKM Perempuan Lokal, Eramet Indonesia dan YCAB Foundation Luncurkan Program LAKSMI

Program LAKSMI dirancang untuk dukung UMKM perempuan ultra mikro di Jakarta dan Ternate lewat pendekatan terpadu, salah satunya pelatihan dan akses permodalan.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
24 Januari 2026
<p>Eramet Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) meluncurkan Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (LAKSMI)  di Ternate, Maluku Utara, Rabu, 21 Januari 2026. (Dok. Eramet Indonesia)</p>

<p> </p>

Eramet Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) meluncurkan Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (LAKSMI)  di Ternate, Maluku Utara, Rabu, 21 Januari 2026. (Dok. Eramet Indonesia)

 

SOKOGURU, TERNATE- Untuk mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perempuan ultra mikro di Jakarta dan Ternate,  Eramet Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) meluncurkan Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (LAKSMI)  di Ternate, Maluku Utara.

Peluncuran itu ditandai dalam acara LAKSMI Local Kick-Off & Community Talk di Bela Hotel, Ternate, Rabu, 21 Januari 2026. 

Demikian disampaikan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, dalam keterangan resmi  Eramet Indonesia yang diterima Sokoguru, Sabtu, 24 Januari 2026.

Baca juga: UMKM Perempuan Makin Berdaya! BRI Group Cetak 14,4 Juta Kartini Tangguh Lewat Program Mekaar

“Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

“Ketika UMKM perempuan diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan.” imbuh Sherly.

Program LAKSMI dirancang untuk mendukung UMKM perempuan ultra mikro di Jakarta dan Ternate melalui pendekatan terpadu yang mencakup pelatihan, pendampingan (mentoring), serta akses permodalan, guna memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca juga: Kilau Mutiara Lombok Mendunia: Mahayusi Bawa UMKM Perempuan Tembus Pasar Global

Pemilihan Ternate sebagai salah satu wilayah implementasi didasari oleh potensi besar pelaku usaha perempuan di Maluku Utara, khususnya di sektor ultra mikro, yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Adapun tantangan itu  seperti keterbatasan akses terhadap pelatihan usaha, pemanfaatan teknologi digital, pendampingan berkelanjutan, serta akses pembiayaan. 

Sebagai pusat aktivitas ekonomi di Maluku Utara, Ternate, memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan ekonomi lokal.

Baca juga: Wujudkan Pengusaha Perempuan Mandiri, Kementerian UMKM Dukung Inisiatif Alisa Khadijah-ICMI

Sementara itu, CEO Eramet Indonesia,Jérôme Baudelet, menyampaikan program itu merupakan perpanjangan dari program LAKSMI yang diluncurkan di Jakarta pada September 2024. 

Inisiatif itu merupakan bagian dari program global Women for Future milik Eramet, yang mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan di berbagai negara tempat perusahaan beroperasi.

“Maluku Utara memiliki tempat istimewa bagi kami. Wilayah ini tidak hanya menjadi lokasi operasional Weda Bay Nickel, tetapi juga menjadi komunitas yang ingin kami dukung seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya,” katanya.

Lebih lanjut, Jérôme mengatakan, program tersebut sejalan dengan komitmen besar Eramet dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

“Program LAKSMI hadir tidak hanya untuk pada meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga pada menguatkan kepercayaan diri, jejaring, serta perluasan akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate,” tambahnya.

Pada tahapan implementasi di Ternate, program LAKSMI akan memberikan pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital kepada 200 pelaku usaha perempuan ultra mikro. 

Di akhir program, 25 peserta terpilih akan menerima hibah usaha yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan. Proses seleksi dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain peningkatan pengetahuan, partisipasi aktif, keterampilan digital, serta komitmen dalam mengembangkan usaha.

D sisi lain,  Founder & CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam, mengatakan Program LAKSMI adalah bentuk komitmen bersama YCAB Foundation dan Eramet Indonesia untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian, melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan konteks lokal.

Kolaborasi itu, lanjutnya, mendukung perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate dengan intervensi yang meningkatkan kepercayaan diri, pengetahuan bisnis, serta keterampilan finansial dan digital untuk mendukung usaha yang berkelanjutan. 

“Kami percaya, ketika usaha perempuan berkembang, dampaknya akan dirasakan oleh keluarga, komunitas, dan perekonomian daerah," ujar Veronica.

Ia juga menyampaikan implementasi awal Program LAKSMI di Jakarta berhasil melampaui target awal. Sebanyak 460 UMKM perempuan berhasil menyelesaikan pelatihan daring berbasis ChatBot dari target 400 peserta. Lebih dari 190 peserta kemudian mengikuti sesi MasterClass lanjutan dengan tingkat penyelesaian mencapai 82%, melampaui target sebesar 80%. 

Program ini juga berhasil menjaring 100 UMKM perempuan untuk mengikuti sesi mentoring lanjutan, serta mencatat lebih dari separuh peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan.

Melalui program LAKSMI, Eramet Indonesia dan YCAB Foundation menegaskan komitmennya untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan secara inklusif. 

Program itu diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat ekosistem UMKM perempuan di Maluku Utara.

Adapun rangkaian agenda meliputi pameran produk (product showcase) UMKM lokal, dialog komunitas, dan sesi jejaring (networking) antar pemangku kepentingan.

Eramet Beyond merupakan program keberlanjutan dan tanggung jawab sosial milik Eramet yang bertujuan memperluas dampak positif perusahaan di luar sektor pertambangan. 

Diluncurkan pada tahun 2022, inisiatif ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal—khususnya perempuan dan pemuda—melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis dampak.

Di lain pihak, YCAB Foundation yang  didirikan pada 1999 memiliki visi untuk memutus siklus kemiskinan dengan menggunakan inklusi keuangan sebagai instrumen untuk memperluas dan memperkuat pendidikan remaja dari keluarga miskin perkotaan. 

Sampai saat ini, YCAB telah berdampak kepada lebih dari 5 juta generasi muda dan memberdayakan lebih dari 200.000 perempuan pengusaha ultra-mikro. 

Pada tahun 2024, YCAB Foundation mempertahankan peringkat #28 pada TOP 100 SGO/NGO versi TheDotGood sebuah lembaga global rating nonprofit yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. (SG-1)