UNTUK menghadirkan talenta-talenta baru di sektor ekonomi kreatif khususnya voice over yang dapat terserap industri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama Voice Institute Indonesia menggelar kompetisi voice over terbesar di Indonesia, Wonder Voice of Indonesia.
Kompetisi itu diikuti lebih dari 6.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Para peserta yang lolos seleksi kemudian mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi workshop, bootcamp, hingga camp.
"Kompetisi ini merupakan langkah konkrit dari Kemenparekraf dalam penciptaan lapangan pekerjaan baru. Dan hasilnya bisa dirasakan oleh para alumni," kata Menparekraf Sandiaga Uno, seperti dilansir kemenparekraf.go.id, Selasa (19/12).
Dalam kompetisi tersebut, para finalis Wonder Voice of Indonesia juga menghasilkan karya sandiwara radio berjudul Kanaya's Journey yang telah mengudara di jaringan Radio Sonora. Sandiwara radio itu menceritakan perjalanan Kanaya menyusuri lima Destinasi Super Prioritas, sekaligus sebagai upaya mempromosikan pariwisata Indonesia.
Founder Voice Institute Indonesia, Bimo Kusumo Yudho, mengatakan, salah satu tujuan utama program Wonder Voice of Indonesia adalah untuk mendorong lahirnya talenta-talenta muda dari berbagai daerah di tanah air.
"Kami ingin masyarakat tahu bahwa bukan hanya hard skill yang harus kita miliki di era digitalisasi, melainkan juga lewat suara kita bisa menyampaikan sesuatu yang luar biasa," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Muhammad Neil El Himam, mengatakan, program Wonder Voice of Indonesia ke depan akan terus dikembangkan. Salah satunya dengan bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya.
"Dengan begitu akan semakin dapat meningkatkan branding dengan baik," ujar Neil. (SG-2)