SOKOGURU, JAKARTA- untuk menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026 sore.
Sidang isbat merupakan forum yang digelar Pemerintah (Kementerian Agama) untuk menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Sidang tersebut diadakan sejak 1950-an sebagai upaya negara ruang musyawarah berbagai ormas Islam dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Baca juga: Hasil Sidang Isbat Idul Adha 2025! Pemerintah Tetapkan Jatuh pada Jumat, 6 Juni
Demikian disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag), Arsad Hidayat, dalam keterangan resmi di Jakarta.
Melalui musyawarah di sidang isbat, sambungnya, pemerintah mengumpulkan laporan hisab (perhitungan astronomi) dan hasil rukyat (observasi hilal) dari berbagai titik pengamatan.
Rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Hadir, para pakar astronomi dan ahli falak. Sidang Isbat dilaksanakan secara tertutup pada pukul 18.30 WIB, sedangkan hasilnya diumumkan melalui konferensi pers sekitar pukul 19.05 WIB.
Baca juga: Sidang Isbat: Awal Bulan Syawal Jatuh pada 31 Maret 2025
“Giat hari ini dihadiri perwakilan duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta para ahli dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” ujarnya.
Selain itu, hadir pula akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), perwakilan planetarium, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, pakar falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, serta pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren.
Arsad mengatakan sidang Isbat merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, ulama, dan ilmuwan dalam memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syar’i.
“Sidang Isbat adalah forum bersama untuk memverifikasi data hisab dan hasil rukyat sebelum pemerintah menetapkan awal Ramadan. Keputusan yang diambil harus memiliki dasar ilmiah sekaligus sesuai dengan ketentuan syariat,” imbuhnya.
Kemenag, jelasnya lagi, berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penentuan awal Ramadan tahun 2026. Melalui Sidang Isbat, seluruh data diverifikasi bersama agar keputusan yang dihasilkan menjadi pedoman bagi umat Islam di Indonesia.
Masyarakat dapat menyaksikan rangkaian kegiatan dan pengumuman hasil Sidang Isbat melalui kanal digital Bimas Islam di YouTube, Instagram @bimasislam, serta TikTok @bimas_islam. Hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers yang disiarkan melalui Youtube Kemenag_RI.
Melalui pelaksanaan Sidang Isbat ini, Kemenag berharap umat Islam dapat memulai Ramadan secara serentak dengan penuh kesiapan, kekhusyukan, dan semangat kebersamaan. (SG-1)