SOKOGURU, TANGERANG- Lebaran atau Idulfitri adalah momen berkumpul paling terasa di rumah. Dengan perencanaan sederhana dan solusi tepat, rumah bisa bekerja lebih baik untuk aktivitas sehari-hari sekaligus menyambut tamu.
Untuk itu IKEA Indonesia menggelar promo sale hingga 5 April 2026. Promo dimaksudkan memberi kesempatan bagi masyarakat yang ingin mewujudkan rencana dengan lebih terjangkau, sehingga tunjangan hari raya (THR) bisa digunakan secara bijak.
Demikian disampaikan Public Realtions Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, dalam keterangan resmi yang diterima Sokoguru, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca juga: Penjualan Tembus Rp936 Juta, Kolaborasi Program Teras Kita Kemenperin-IKEA Dorong IKM Naik Kelas
“Kami berikan potongan harga hingga 80% untuk lebih dari 1,000 produk pilihan, serta tambahan diskon 10% bagi anggota IKEA Family. Promo ini dapat digunakan untuk mendapatkan solusi rumah yang sudah direncanakan, tetap terjangkau, dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Menurut Ririn, program sale tersebut tersedia di seluruh toko IKEA Indonesia, kanal online, dan marketplace resmi IKEA seperti Shopee dan Tokopedia.
Selain tawaran promo, sambungnya, IKEA juga memberikan tips kepada masyarakat bagaimana menggunakan dana THR untuk membenahi rumah dalam menyambut Idulfitri agar suasana lebih semarak dalam merayakan hari kemenangan.
Baca juga: UMKM Binaan Kemenperin Sudah Bisa Jual Produk Unggulan di IKEA Mulai 3 Maret 2025
Dengan mengutip data dari artikel di Media Keuangan, Ririn mengatakan, Kementerian Keuangan menekankan pentingnya mengalokasikan THR sejak awal agar penggunaannya lebih terarah.
Misalnya, alokasi THR dibagi ke beberapa kebutuhan yakni, 10%–15% untuk kewajiban keagamaan, 10%–20% untuk melunasi kewajiban jangka pendek, sekitar 40%–50% untuk kebutuhan perayaan, dan 10%–20% untuk tabungan atau cadangan pasca-perayaan.
“Data itu menunjukkan THR sebaiknya tidak hanya dihabiskan untuk konsumsi jangka pendek. Jika ada rencana untuk menyegarkan suasana rumah sebelum lebaran, penting untuk tetap menjaga keseimbangan anggaran agar kebutuhan lainnya tidak terganggu,” imbuhnya.
Baca juga: Perluas Pasar IKM Kemenperin Gandeng Ritel Modern IKEA
Berikut tip lima langkah sederhana dari IKEA untuk memanfaatkan THR agar rumah terasa lebih nyaman dan fungsional, tanpa membuat pengeluaran membengkak.
Pertama, perhatikan apa yang benar-benar terasa di rumah saat lebaran. Misalnhya, aktivitas yang biasanya terbatas pada keluarga inti tiba-tiba meningkat dengan kehadiran tamu. Ada acara makan bersama, dan interaksi yang lebih padat di ruang tamu atau ruang makan.
Menurut Ririn, di situlah sering terlihat mana bagian rumah yang tidak efisien. Mulai dari meja yang cepat penuh, ruang tamu yang mudah berantakan, hingga perlengkapan tambahan yang tidak punya tempat jelas.
“ Dengan menganalisis situasi itu, Anda dapat menentukan titik-titik kritis atau bottleneck yang perlu diperbaiki. THR bisa DImanfaatkan untuk menghadirkan solusi sederhana,” ujarnya.
Solusi IKEA seperti meja lipat, stool tambahan, atau rak dan troli portable akan membantu alur aktivitas tetap lancar. Yang penting, perubahan itu tetap relevan setelah lebaran, sehingga rumah terasa lebih siap digunakan setiap hari tanpa harus menambah beban finansial atau membuat ruang menjadi sempit.
Kedua, rencanakan sebelum membeli.
Setelah mengetahui bagian rumah mana yang membutuhkan perhatian, langkah berikutnya adalah membuat rencana jelas dengan mencatat kebutuhan yang muncul dari observasi sehari-hari. kemudian mencari inspirasi atau opsi solusi rumah tangga, seperti yang tersedia di toko dan website IKEA Indonesia.
Opsi ini bisa mencakup membandingkan ukuran dan fungsi furnitur, memilih material yang tahan lama, atau memastikan produk yang diinginkan tersedia. Tahap ini membantu menghindari keputusan impulsif yang kerap muncul saat melihat produk baru di toko atau platform e-commerce.
Sehingga, THR dapat dialokasikan lebih efisien untuk kebutuhan yang bermanfaat dalam jangka panjang.
Selain itu, perencanaan juga memungkinkan kamu menyesuaikan pembelian dengan anggaran, sehingga setiap elemen yang ditambahkan memiliki fungsi yang jelas dan memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari di rumah, bahkan setelah suasana Lebaran selesai.
Langkah ketiga, bedakan antara mempercantik dan memperbaiki
menjelang lebaran.
Dorongan untuk membuat rumah terlihat rapi dan menarik bagi tamu sering kali muncul bersamaan dengan kebutuhan untuk memperbaiki fungsi rumah. Namun, keduanya memiliki dampak berbeda pada kenyamanan jangka panjang.
Memilih perbaikan yang fokus pada kenyamanan dan efisiensi seperti, menata ulang furnitur agar pergerakan lebih mudah, menambah pencahayaan di area berkegiatan, atau menyediakan penyimpanan tambahan untuk barang musiman, dapat memberikan manfaat yang dirasakan setiap hari.
Sementara itu, perubahan yang hanya mempercantik visual rumah bisa cepat kehilangan relevansinya setelah momen Lebaran berakhir.
“Dengan membedakan antara kebutuhan dekorasi dan perbaikan fungsi, THR dapat dimanfaatkan untuk hal yang benar-benar meningkatkan kualitas hidup di rumah,” tambah Ririn.
Pendekatan itu memastikan pengeluaran terasa lebih bijak dan rumah tetap bekerja untuk aktivitas keluarga, bukan hanya untuk momen sesaat, sekaligus meminimalkan risiko pembelian impulsif yang bisa menguras THR.
Keempat, tetapkan batas anggaran sejak awal.
Setelah merencanakan kebutuhan dan menentukan prioritas, penting untuk menetapkan batas alokasi THR yang akan digunakan.
Dengan menentukan besaran anggaran sejak awal, kamu dapat mengontrol pengeluaran, menghindari pembelian yang berlebihan, dan tetap menjaga keseimbangan dengan kewajiban Lebaran lainnya atau tabungan pasca-perayaan.
Anggaran itu bisa dibagi sesuai prioritas, misalnya sebagian untuk solusi fungsional di rumah, sebagian untuk kebutuhan konsumsi, dan sebagian untuk cadangan dana.
Menetapkan batas anggaran membuat setiap keputusan belanja lebih jelas dan terukur, sehingga THR bisa memberikan manfaat lebih tanpa menimbulkan tekanan finansial.
Pendekatan itu tidak hanya membuat rumah lebih siap menghadapi lebaran, tetapi juga mendorong kebiasaan finansial yang sehat dan terencana, karena setiap pembelian yang dilakukan sudah sesuai kebutuhan yang sebelumnya diidentifikasi, bukan sekadar respons impulsif terhadap dorongan musiman.
Kelima, gunakan promo sebagai penguat rencana.
Jika kebutuhan rumah sudah jelas dan anggaran ditetapkan, periode promo dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan rencana tanpa menambah beban.
Misalnya, promo Sale Lebaran IKEA yang sedang berlangsung, dapat menjadi alat untuk memperoleh solusi yang sudah direncanakan dengan harga lebih terjangkau.
Dengan demikian, THR bisa digunakan lebih efisien, bahkan memberi ruang tambahan untuk melengkapi kebutuhan kecil lain yang mendukung kenyamanan rumah.
Anda bisa membeli meja lipat tambahan, rak portabel, atau perlengkapan dapur yang memang sudah masuk daftar kebutuhan bisa dibeli saat promo sehingga dampaknya lebih terasa tanpa mengganggu prioritas anggaran lain.
Pendekatan itu juga mengajarkan keluarga untuk melihat promo sebagai kesempatan memperkuat rencana, bukan sekadar kesempatan membeli. Hasilnya, penyesuaian rumah tetap relevan, berguna jangka panjang, dan THR tetap terserap secara bijak.
Dengan mengikuti lima langkah di atas, rumah Kamu sudah lebih siap menyambut Lebaran, aktivitas berjalan lebih lancar, dan THR tetap digunakan secara bijak. (SG-1)