HATI-HATI! Bisnis Bisa Tamat Jika Jual Harga Mahal Tapi Buktinya Nol, Belajarlah dari Ini

Viral tips branding Dodi Zulkifli soal produk biasa harga fantastis. Ingat, konsumen bakal kabur jika Anda cuma "sok mahal" tanpa ada pengalaman premium nyata!

Author Oleh: Cikal Sundana
08 Februari 2026
<p>Rahasia Starbucks jual mahal - Viral tips branding Dodi Zulkifli soal produk biasa harga fantastis. Ingat, konsumen bakal kabur jika Anda cuma "sok mahal" tanpa ada pengalaman premium nyata!</p>

Rahasia Starbucks jual mahal - Viral tips branding Dodi Zulkifli soal produk biasa harga fantastis. Ingat, konsumen bakal kabur jika Anda cuma "sok mahal" tanpa ada pengalaman premium nyata!

SOKOGURU - Pernah terpikir nggak sih, kenapa kita kok rela banget ngeluarin duit Rp50.000 cuma buat segelas kopi di Starbucks?

Padahal kalau mau jujur, banyak yang bilang rasa kopinya ya biasa saja, nggak yang enak banget sampai gimana gitu.

Anehnya, warung kopi pinggir jalan nggak bakal berani pasang harga segitu karena pasti bakal langsung sepi ditinggal pembeli.

Ternyata, ada rahasia besar di balik strategi harga fantastis ini yang bikin konsumen nggak merasa rugi meski bayar mahal.

Praktisi branding, Dodi Zulkifli, baru-baru ini blak-blakan lewat akun TikTok miliknya @dodizulkifli_brand soal fenomena ini dengan judul "Produk Biasa Harga Fantastis Rahasia Starbucks bikin orang rela bayar" .

Menurut Dodi, Starbucks itu sebenarnya nggak cuma jualan air kopi hitam atau susu di dalam gelas plastik saja.

Ada alasan kuat kenapa mereka pede banget pasang harga selangit dan orang-orang tetap antre buat beli setiap harinya.

"Starbuck menyiapkan semua jawaban dan alasan kenapa orang mau bayar mahal. Dari suasananya, gestur, sampai ritual nama yang ditulis dalam cup," ujar Dodi.

Bagi Dodi, semua elemen di dalam gerai Starbucks seolah memberikan pesan khusus kepada setiap orang yang datang ke sana.

"Semuanya tuh ngomong, kalian itu bukan pembeli, tapi kalian adalah tamu kehormatan. Itu yang bikin mahalnya itu sah, legal," jelasnya.

Dodi mengingatkan, kalau bisnis cuma berani pasang harga tinggi tapi pelayanannya nol, ya siap-siap saja usahanya bakal tamat.

Jangan sampai brand Anda dibilang "sok mahal" padahal kualitas kemasan dan pengalaman yang didapat konsumen sangat standar.

"Yang bikin ancur itu bisnis atau brand adalah berani ngomong mahal tapi buktinya nol. Packagingnya standar, layanan biasa, experience gak ada bedanya," tegas Dodi.

Ia juga sempat menyinggung soal maskapai Garuda Indonesia zaman dulu yang sukses bikin harga tiket mahal jadi terasa masuk akal.

Dodi menyebut pengalaman terbang yang mewah dan layanan ramah pramugari menjadi bukti nyata yang dilihat langsung oleh mata konsumen.

"Tiketnya mahal jadi masuk akal karena ada pembenar di setiap detik pengalaman terbang bersama Garuda. Tapi itu dulu, kalau sekarang no comment deh," tambahnya sambil bercanda.

Intinya, kalau mau jualan produk premium, harus ada "saksi mata" alias bukti fisik yang bikin orang ngerasa jadi spesial.

Misalnya saja produk skincare natural, ya bahannya harus organik dan kemasannya wajib ramah lingkungan biar konsepnya nyambung.

Kalau cuma sekadar tampilan tapi nggak ada isinya, pelanggan nggak bakal balik lagi karena merasa tertipu dengan harga.

"Kalau positioning kalian nggak jelas, semua sekedar tampilan, hasilnya bukan premium tapi sok mahal harganya," tutup Dodi dalam unggahannya. (*)