SOKOGURU - Menjalani bisnis kuliner memang penuh tantangan, terutama soal masa kedaluwarsa produk yang singkat.
Pasti rasanya nyesek saat toko sepi padahal stok masih menumpuk di rak.
Namun, jangan buru-buru menyerah apalagi langsung membuang barang dagangan Anda.
Mengutip tips dari akun TikTok @tips.bisnis.pemula berjudul "Jualan makanan itu tantangannya besar", ada langkah cerdas untuk penyelamatan.
Baca Juga:
Langkah pertama adalah segera gelar Flash Sale sebelum jam operasional berakhir.
Jangan tunggu sampai toko benar-benar tutup untuk memberikan potongan harga yang besar.
Anda bisa membuat promo menarik seperti "Beli 1 Gratis 1" atau diskon hingga 50 persen.
Strategi ini jauh lebih baik demi mengembalikan modal bahan baku awal.
Baca Juga:
Selanjutnya, cobalah teknik Re-purposing atau mengolah sisa jualan menjadi produk baru.
Cara ini sangat efektif untuk memutar modal agar tidak jadi uang mati.
Misalnya, pisang yang belum terjual bisa diolah menjadi selai atau bolu yang lezat.
Roti sisa pun bisa disulap jadi garlic bread atau bagelen renyah.
Langkah ketiga yang tak kalah ampuh adalah dengan melakukan Sedekah Kreatif.
Jika memang tak bisa dijual lagi namun layak makan, jangan ragu berbagi.
Anda bisa membagikannya kepada driver ojek online, petugas keamanan, atau panti asuhan.
Ini adalah cara branding gratis agar rasa masakan Anda semakin dikenal.
"Orang yang nyobain makananmu hari ini secara gratis, bisa jadi pembeli loyal di kemudian hari karena tahu rasanya enak!" tulis akun @tips.bisnis.pemula tersebut.
Satu pesan penting, jika jualan sering bersisa, evaluasi kembali catatan stok harian Anda.
Mungkin ada masalah di prediksi harian yang perlu segera diperbaiki.
Pastikan produksi esok hari lebih akurat berdasarkan data penjualan sebelumnya.
Hal ini krusial agar efisiensi bisnis Anda tetap terjaga dengan sangat baik.
Pernahkah Anda mengalami jualan sisa banyak? Apa yang biasanya Anda lakukan untuk menyelamatkan stok tersebut? (*)