Mendag dan Menteri LH Bersinergi Gelar Korve dan Tinjau Bapok di Pasar Kramat Jati

Pasar rakyat, selain tempat berbelanja juga berpotensi berkembang jadi alternatif wisata kuliner. Pasar yang bersih semakin ramai pengunjung, ekonomi jadi kuat.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
11 Maret 2026
<p>Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menggelar korve aksi bersih di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur serta peninjauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok), Rabu, 11 Maret 2026. (Dok. Kemendag)</p>

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menggelar korve aksi bersih di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur serta peninjauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok), Rabu, 11 Maret 2026. (Dok. Kemendag)

SOKOGURU, JAKARTA- Pemerintah terus mendorong terciptanya pasar rakyat yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekaligus memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bapok menjelang Idulfitri.

Sebagai bagian dari upaya itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menggelar korve aksi bersih di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur serta peninjauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok), Rabu, 11 Maret 2026.

Mendag Busan menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar rakyat agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja. 

Baca juga: Pastikan Pasokan Bapok Terjaga dan Harga Stabil di Makassar, Mendag Busan Tinjau Ritel Modern dan Pasar Rakyat

Menurutnya, pasar rakyat juga berpotensi berkembang menjadi alternatif wisata kuliner.

“Selain menjadi tempat untuk belanja, pasar juga dijadikan alternatif wisata kuliner. Jadi, Bapak-Ibu, harapan kami kalau pasar kita semakin bersih maka pasar akan semakin ramai, masyarakat sehat, dan ekonomi Indonesia menjadi kuat,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan, kegiatan korve aksi bersih pasar sejalan dengan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan).

Baca juga: Kampanye Gernas Mapan, Mendag Busan Ajak Masyarakat Wujudkan Pasar Rakyat Bersih, Kompetitif, dan Inklusif

Gernas Mapan merupakan inisiatif Kemendag yang mengajak seluruh pemangku kepentingan di pasar rakyat untuk melaksanakan aksi bersih dan pengolahan sampah bernilai tambah ekonomi berbasis kawasan.

Melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Gernas Mapan di seluruh Pasar Rakyat di Indonesia, Kemendag mendorong pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk mengimplementasikan gerakan ini di pasar rakyat di seluruh Indonesia.

“Pasar merupakan simpul budaya tempat berbagai karakter masyarakat berkumpul. Karena itu, kebersihan pasar rakyat seharusnya juga mencerminkan budaya bersih masyarakatnya. Ini yang terus didorong melalui inisiatif yang digagas oleh Bapak Menteri Perdagangan,” ujarnya.

Baca juga: Di Rakor Kesiapan Idulfitri 2026, Mendag Busan Tegaskan Harga Bapok Stabil dan Pasokan Terjaga

Hanif juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat, pengelola kawasan, hingga masyarakat untuk bersama-sama memperkuat upaya pengelolaan sampah dari hulu. 

“Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong menangani persoalan sampah ini. Tanpa kerja bersama, permasalahan sampah tidak akan selesai. Karena itu, mari kita mulai membenahi dari sekarang,” imbuh Hanif.

Kegiatan aksi bersih pasar yang dilakukan pemerintah itu disambut baik Pedagang telur di Pasar Kramat Jati, Ati. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. 

Ati menambahkan, kegiatan bersih-bersih di pasar sebelumnya juga sudah rutin dilakukan oleh pihak kelurahan setempat. 

Sedangkan Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyampaikan, Pemerintah Kota Jakarta Timur terus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pengelolaan sampah, khususnya melalui program pemilahan sampah berbasis rumah tangga dan lingkungan rukun warga. Program tersebut saat ini terus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.

“Kami terus melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, bahkan dari rumah ke rumah. Saat ini, di beberapa kecamatan seperti Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, dan Pasar Rebo sudah tersedia bank sampah induk yang terpusat di Ciracas untuk menampung sampah anorganik. Program ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat agar pemilahan sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga,” katanya.

Tinjau harga dan ketersediaan Bapok

Usai aksi bersih pasar, Mendag Busan dan rombongan juga meninjau harga dan ketersediaan bapok. 

Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga kebutuhan pokok secara umum masih relatif stabil secara nasional dengan pasokan yang tetap terjaga menjelang Lebaran 1447 H.

“Tadi pagi setelah kita bersama-sama korve membersihkan pasar rakyat, kemudian kami lanjutkan dengan mengecek harga. Berdasarkan pantauan kami melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), Hingga saat ini, harga kebutuhan bahan pokok terkendali dan pasokan terjamin,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Kramat Jati, sejumlah komoditas bapok dijual sesuai atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) harga acuan (HA). Beberapa di antaranya, yaitu, bawang putih honan Rp35.000/kg dan cabai merah keriting Rp45.000/kg.

Selain itu, harga-harga komoditas lainnya yang terpantau stabil, antara lain, Minyakita Rp15.700/liter, daging sapi Rp140.000/kg, tepung terigu Rp12.000/kg, dan minyak goreng kemasan premium Rp22.000/liter. Di sisi lain, Sejumlah komoditas yang terpantau di atas HA atau HET, yaitu beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp16.000/kg, gula pasir Rp18.000/kg, daging ayam ras Rp42.000, telur ayam ras Rp31.000/kg, bawang merah Rp45.000/kg, dan cabai rawit merah Rp100.000/kg.

Mendag Busan menyampaikan, pemerintah terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok secara harian melalui SP2KP. Melalui sistem tersebut, Kemendag memantau perkembangan harga di berbagai daerah untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan menjelang Lebaran.

“Jadi setiap hari, tidak hanya menjelang Lebaran, kita melakukan pemantauan di sekitar 550 pasar. Kita mempunyai dashboard pantauan sehingga bisa melihat pergerakan harga kebutuhan pokok setiap hari,” tambah Busan.

Ia juga menjelaskan, untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga menjelang Lebaran, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta para pelaku usaha.

“Kalau kami lihat, harga kebutuhan pokok relatif stabil. Ada yang sedikit di atas HET, ada juga yang di bawah HET, tetapi secara rata-rata nasional masih stabil. Pasokan juga terjaga. Apabila ada kenaikan harga, maka kita cek dan koordinasikan dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta pemasok. Kami juga telah melakukan rapat koordinasi menjelang Ramadan-Lebaran dan semuanya siap memasok. Selama ini relatif aman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mendag Busan juga mengajak media untuk turut membantu memantau perkembangan harga di lapangan agar pemerintah dapat segera mengambil langkah apabila ditemukan lonjakan harga. 

“Kami juga minta tolong teman-teman media, kalau melihat ada harga naik bisa sampaikan ke kami sehingga kami bisa segera menindaklanjuti,” tutupnya. (SG-1)