Pastikan Pasokan Bapok Terjaga dan Harga Stabil di Makassar, Mendag Busan Tinjau Ritel Modern dan Pasar Rakyat

Kemendag bersinergi dan berkoordinasi dengan para pemasok bahan pokok, Perum Bulog dan ID Food untuk menjaga kecukupan pasokan dan keterjangkauan harga bapok.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
05 Maret 2026
<p>Mendag menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan, stok bapok di Pasar Terong, Makassar, Rabu, 4 maret 2026,  terpantau mencukupi dengan harga yang relatif stabil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026. (Dok. Kemendag)</p>

Mendag menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan, stok bapok di Pasar Terong, Makassar, Rabu, 4 maret 2026,  terpantau mencukupi dengan harga yang relatif stabil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026. (Dok. Kemendag)

SOKOGURU, MAKASSAR- Aktivitas perdagangan di ritel modern maupun pasar rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan per Rabu, 4 Maret 2026 terpantau lancar. Pasokan  berbagai bahan pokok (bapok) tersedia cukup dan harga relatif stabil.

Hal itu disampaikankan Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) yang memantau langsung aktivitas perdagangan di kedua lokasi tersebut. 

Di Baji Pamai Supermarket di Makassar, menurutnya, pasokan beras premium, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog, gula pasir, telur ayam ras, cabai rawit hijau, bawang merah lokal, bawang putih, dan daging sapi tercukupi selama ramadan hingga Idulfitri.

Baca juga: Pemerintah Intensifkan Pasokan Daging Sapi hingga Idulfitri 1447 H, Harga Stabil di Kisaran Rp140 Ribu Per Kg

“Karena stok bapok cukup dan harganya stabil, masyarakat diimbau untuk berbelanja seperti biasa. Kami sudah cek Baji Pamai Supermarket, Kami lihat stok minyak goreng melimpah, beras premium sampai beras SPHP juga ada. Masyarakat tidak perlu khawatir, harga-harga akan terjamin dan pasokan terjamin,” ujar Mendag Busan, seperti dikutip keterangan resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Salah seorang kasir Baji Pamai Supermarket, Asya, mengatakan, program belanja ini digelar dengan membuat paket Ramadan dan promo uang kembali (cashback) dengan pembelanjaan minimal. 

Ia juga mengamati ada peningkatan permintaan untuk beberapa produk spesifik. “Kami ada paket Ramadan dan promo Ramadan berupa cashback dengan minimal pembelian tertentu. Selain itu, sepanjang Ramadan, terjadi peningkatan pembelian khususnya biskuit, beras, dan sirup,” kata Asya.

Baca juga: Di Rakor Kesiapan Idulfitri 2026, Mendag Busan Tegaskan Harga Bapok Stabil dan Pasokan Terjaga

Sementara itu, pramuniaga Baji Pamai Supermarket, Nining, menyampaikan adanya peningkatan pengunjung di Baji Pamai Supermarket di momen Ramadan. 

“Selama masa Ramadan, pengunjung semakin ramai,” ujarnya.

Selain pembelian langsung, Baji Pamai melayani pembelian melalui platform niaga elektronik Shopee.

Baca juga: Tekan Harga Rawit Merah, Kementan dan Champion Cabai Guyur Total 10,9 Ton ke Pasar Induk Kramat Jati

Pasar swalayan itu juga bermitra dengan lebih dari 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Produk UMKM yang dijual, yakni buah lokal, sayur, tahu, tempe, telur, ikan, cokelat, camilan, sirup, madu, dan kopi. 

 

Tinjau Pasar Terong Makassar

Dari ritel modern, Mendag Busan melanjutkan kunjungan kerjanya meninjau harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Terong di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Di pasar rakyat itu ia juga menyatakan, stok bapok mencukupi dan harganya stabil.

“Kita lihat bersama, harga dan pasokan bapok di Pasar Terong terkendali dengan baik. Beberapa malah di bawah harga acuan (HA), seperti daging ayam, bawang putih, bawang merah, kemudian telur. Jadi, semua harganya bagus,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan hari ini, sejumlah komoditas di Pasar Terong dijual di bawah Harga Acuan (HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Beberapa di antaranya, yaitu daging ayam ras Rp38.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, cabai merah keriting Rp20.000/kg, dan bawang putih honan Rp35.000/kg.

Pasokan beras SPHP Bulog dan Minyakita aman, pasokan minyak dari Bulog dan ID Food sudah masuk ke pedagang pasar dan sudah sesuai HET. Harga beras medium Rp13.500/kg, beras premium Rp14.900/kg, gula pasir Rp17.500/kg, MINYAKITA Rp15.700/liter, dan beras SPHP Bulog Rp12.500/kg.

Selain itu, terpantau harga tepung terigu Rp11.000/kg, minyak goreng kemasan premium Rp20.000/liter, telur ayam ras Rp33.000/kg, dan khusus cabai rawit merah meskipun masih di atas Harga Acuan namun sudah terpantau turun menjadi Rp55.000/kg—Rp60.000/kg.

Kemendag terus bersinergi memantau harga bapok dengan pemerintah daerah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag. 

Sinergi menjaga kecukupan pasokan juga dilakukan bersama asosiasi dan para pemasok. Selain itu, Kemendag juga berkoordinasi dengan Perum Bulog dan ID Food, untuk memastikan kemudahan pasokan dan keterjangkauan harga bapok seperti beras SPHP, gula pasir dan Minyakita.

“Kami bersama Bapak Gubernur Sulawesi Selatan dan Bapak Wali Kota Makassar akan terus menjaga pasokan dan stabilitas harga bapok di Makassar agar harga-harga terkendali dan pasokan terjamin. Kami pantau perkembangan harga melalui SP2KP Kemendag. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, para pemasok, dan distributor sehingga harga-harga dan pasokan bapok terus terjaga,” jelasnya.

Norma, salah satu pedagang sayur dan buah-buahan di Pasar Terong menyatakan, bapok di bulan puasa tidak sepi permintaan. 

“Ada harga yang naik, ada juga yang turun seperti cabai merah besar menjadi Rp10.000/kg dari Rp20.000/kg karena pasokan dari sentra produksi seperti Kabupaten Enrekang lancar. Untuk permintaan sih lancar ya,” sebut Norma.

Rizal, pedagang telur di pasar itu juga berharap harga senantiasa normal di berbagai pasar sehingga aktivitas berjualan terus berjalan dengan baik. “Penjual tidak hanya kami, ada banyak. Harapannya harga normal terus, agar penjualan lancar terus,” ujarnya.

Pasar Terong adalah salah satu pasar tertua yang menjadi pusat niaga di Makassar. Selain menyediakan kebutuhan bapok untuk Sulawesi Selatan, Pasar Terong juga menjadi simpul distribusi ke berbagai wilayah seperti Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Maluku, hingga Kalimantan Timur dan Papua. Selain itu, wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jakarta hingga Timor Leste turut merasakan aliran komoditas dari Pasar Terong.

Turut hadir pada pemantauan, yakni Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

Turut mendampingi Mendag Busan, yakni Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag Tirta Karma Senjaya dan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Moga Simatupang.  (SG-1)