SOKOGURU, PODCAST - Dunia musik tanah air selalu punya cerita unik di balik layar kesuksesan para bintangnya, terutama bagi mereka yang merangkak dari nol.
Perjalanan karier seorang musisi seringkali dipandang sebelah mata, hanya dianggap sebagai penyalur hobi tanpa adanya perhitungan bisnis yang matang dan terukur.
Padahal, untuk bisa bertahan di tengah gempuran tren yang terus berubah, seorang seniman membutuhkan lebih dari sekadar bakat suara atau kemahiran jari.
Strategi yang matang dan pemahaman mendalam soal produk menjadi kunci utama agar karya tersebut tidak hanya lewat begitu saja di telinga pendengar.
Melansir tayangan di akun Youtube @sokoguru berjudul: "Podcast Dari NOL | Pepep St 12 : "Musisi itu pekerjaan bukan Hobi", sang drummer berbagi perspektif menarik.
Obrolan santai namun berbobot ini mengupas tuntas bagaimana sebuah band legendaris seperti ST12 bisa menemukan jati diri dan karakter yang sangat kuat.
Rizki Laelani, jurnalis Sokoguru, membuka diskusi dengan menanyakan dilema bagi musisi pendatang baru antara fokus pada karya atau legalitas hukum terlebih dahulu.
Menanggapi hal itu, Pepep menjelaskan bahwa ada dua hal besar yang harus dipahami, yakni tentang produk itu sendiri dan bagaimana strategi pasar yang akan diambil.
Baca Juga:
"Kalau kita bicara produk, kita enggak usah bicara dulu market. Berkarya aja dulu. Berkarya ciptakan produk," ujar Pepep menekankan pentingnya fokus pada kualitas karya.
Ia menambahkan bahwa musisi harus memiliki pengetahuan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda agar tidak terjebak dalam arus mainstream yang sudah terlalu sesak.
"Pesaing lu banyak. Kalau kita mau bikin musik yang standar, jutaan musisi melakukan hal yang sama. Makanya ST12 bisa melejit karena punya value berbeda," katanya.
Pepep mengaku sejak kecil sudah melatih pola pikirnya untuk selalu keluar dari zona nyaman atau out of the box dalam setiap proses kreatif yang dijalani.
Baca Juga:
Ia bahkan menganalogikan proses kreatif ini dengan sudut pandang filsafat, di mana seorang musisi harus melihat sesuatu lebih dalam dari apa yang tampak.
Baginya, seorang pemusik harus menjadi sosok yang cerdas dan kaya akan referensi musik tanpa harus membatasi diri pada satu genre tertentu saja.
"Musisi itu mesti smart. Dia harus tahu referensi musik, kumpulkan semua genre tanpa harus memilah dan memilih untuk diserap ilmunya," tutur Pepep dengan tegas.
Salah satu rahasia unik yang ia bongkar adalah bagaimana ST12 menyerap unsur musik dangdut yang seringkali dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan musisi.
Bukan soal cengkoknya, Pepep justru menyoroti kekuatan beat atau ketukan pada musik dangdut yang mampu membuat orang langsung ingin bergerak meski penyanyi belum muncul.
". Lagu-lagu ST12 penuh dengan ritme goyang, atau kalau istilah Sundanya itu ngalun," ungkapnya memberikan bocoran.
Sebagai penutup, ia berpesan bahwa tugas seorang komposer adalah meracik berbagai ilmu yang sudah diserap menjadi sebuah karya baru yang autentik dan berkarakter. (*)