Beda Jauh! Pepep ST12 Curhat Dihargai di Eropa tapi Diremehkan di Indonesia, Kok Bisa?

Pepep ST12 bongkar pengalaman pahit ditolak bank karena profesi musisi dianggap hobi. Padahal, ia sukses beli rumah & mobil dari musik. Simak selengkapnya!

Author Oleh: Cikal Sundana
15 Februari 2026
<p>Kaget! Pepep ST12 ungkap beda perlakuan musisi di Eropa vs Indonesia. Simak misi sang drummer ST12 ubah mindset musik jadi sektor UMKM yang menjanjikan.</p>

Kaget! Pepep ST12 ungkap beda perlakuan musisi di Eropa vs Indonesia. Simak misi sang drummer ST12 ubah mindset musik jadi sektor UMKM yang menjanjikan.

SOKOGURU, PODCAST - Siapa yang tidak kenal dengan Pepep, sosok di balik kejayaan band ST12 yang pernah merajai tangga lagu tanah air dengan tembang-tembang melayunya.

Namun, di balik gemerlap panggung, Pepep membawa misi besar untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai profesi musisi yang sering dipandang sebelah mata.

Bagi Pepep, musik bukan sekadar pengisi waktu luang atau hobi semata, melainkan sebuah pekerjaan profesional yang menuntut dedikasi serta kecerdasan tinggi.

Hal ini terungkap dalam tayangan terbaru di kanal YouTube @sokoguru yang bertajuk "Podcast Dari NOL | Pepep St 12: Musisi itu pekerjaan bukan Hobi".

Dalam obrolan santai tersebut, Jurnalis Sokoguru, Rizki Laelani sempat memancing diskusi mengenai langkah awal yang harus diambil oleh para musisi muda saat ini.

Rizki Laelani melontarkan pertanyaan, "Jadi sebagai musisi apa calon musi, musisi ya musisi berkarya dulu saja?" yang kemudian dijawab dengan lugas oleh sang drummer.

Pepep ST12 menegaskan, "Berkarya ciptakan produk nanti terkait regulasi terkait nanti strategi bisnisnya dulu. Oke. Karena strategi bisnis kan sudah tercipta oleh regulasi."

Ia juga menyoroti bagaimana musisi zaman dahulu cenderung menyerahkan urusan legalitas sepenuhnya kepada pihak label tanpa memahami proses bisnisnya.

"Beberapa kali ketemu dan bicara ngobrol itu kalau masalah legalitas itu udah urusan label gitu. Lu nyanyi aja yang bagus bikin orang nyaman gitu," lanjut Pepep.

Menurutnya, pandangan bahwa musisi hanya perlu fokus pada estetika musik sebenarnya tidak salah, mengingat musik melibatkan perasaan dan logika yang mendalam.

Pepep bahkan berbagi pengalaman unik saat ia berada di luar negeri, di mana profesi musisi justru mendapatkan rasa hormat yang sangat tinggi dari masyarakat.

Ia menceritakan bahwa di Eropa, orang akan merasa biasa saja saat mendengar profesi arsitek, namun akan sangat kagum ketika seseorang menyebut dirinya musisi.

Ironisnya, Pepep pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan di dalam negeri saat hendak membuka rekening bank dan mengisi kolom pekerjaan sebagai musisi.

"Terus dia bilang, 'Mas, musisi hobi Mas bukan pekerjaan.' Saya bilang, 'Saya musisi. Saya naif sekali kalau saya bilang saya enggak dapat duit dari musisi'," kenangnya.

Pepep dengan tegas membuktikan bahwa musik adalah sumber penghasilan utama yang sangat nyata bagi dirinya, bahkan mampu membiayai aset-aset berharga.

"Saya beli rumah karena ST12 kok. Munafik banget kalau saya bilang bahwa pekerjaan saya sebagai musisi karena hobi, gua beli mobil beli rumah dari mana?" tegasnya.

Melalui obrolan ini, Rizki Laelani dan Pepep sepakat bahwa paradigma lama mengenai dunia musik harus segera diubah agar para pelaku kreatif mendapatkan haknya secara layak.

Apakah Anda tertarik untuk mendalami strategi bisnis di balik industri musik dari sudut pandang Pepep ST12? Saya bisa bantu rangkumkan poin penting lainnya. (*)