SOKOGURU, BANDUNG BARAT- Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan menyalurkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah bencana alam (CBP bencal) untuk Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebanyak 3.330 kilogram (kg) untuk 666 jiwa selama 14 hari.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi Bapanas, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia pun mengungkapkan rasa belasungkawa terhadap masyarakat korban bencana seraya menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan pangan akan terus disalurkan.
Baca juga: Kemensos Salurkan Logistik Pengungsi Longsor Cisarua, Tim Gabungan Fokus Cari Korban Hilang
“Kami turut berduka cita atas korban bencana di Kabupaten Bandung Barat, Cisarua. Kami turun bersama. Ini kita turun memberi bantuan, 24 truk,” ungkap Amran saat meninjau lokasi bencana alam di samping Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, pada Rabu, 28 Januari.
“Rencana awal, 100 truk tetapi tempatnya tidak ada, jadi kami kirim 24 truk bantuan siap saji. Tapi ada juga beras dan seterusnya,” tambahnya.
Adapun bantuan CBP bencal 3.330 kg berpijak pada alokasi 5 kg beras per jiwa untuk 14 hari dikalikan 666 jiwa masyarakat terdampak sesuai permohonan dari Bupati Bandung Barat.
Bupati juga menyatakan kesanggupannya untuk menanggung biaya distribusi dan menunjuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat sebagai penanggung jawab pendistribusian.
Untuk diketahui, Bapanas telah memperbarui terkait penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk penanganan bencana dan keadaan darurat.
Melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2026, salah satu pembaruannya adalah menetapkan alokasi beras sebesar 5 kg per jiwa untuk kebutuhan 14 hari masa tanggap darurat.
Pemutakhiran beleid tersebut untuk lebih mengoptimalkan penyaluran yang perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi wilayah yang terdampak bencana alam. Dengan itu, Perum Bulog bersama pemerintah daerah dapat lebih mudah menyalurkan ke masyarakat terdampak.
Adapun stok CPP untuk menanggulangi bencana dan keadaan darurat diutamakan adalah beras. Untuk komoditas selain beras, dapat disesuaikan dengan ketersediaan stok CPP dan tetap memperhatikan kebutuhan gizi masyarakat terdampak dan faktor geografis lokasi terdampak.
Di kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menyampaikan apresiasinya pada pemerintah atas kesigapannya dalam menangani bencana yang terjadi. Legislator dengan daerah pemilihan Jawa Barat ini salut dengan bantuan kemanusiaan yang dikucurkan pemerintah.
“Kami dari Komisi IV mengapresiasi mitra dari Komisi IV yang selalu cepat tanggap terhadap menanggulangi bencana. Dan kami Komisi IV turut berduka cita, berbelasungkawa kepada korban dan keluarganya,” ungkapnya.
Adapun total bantuan yang dikoordinir oleh Kementerian Pertanian bersama Bapanas sampai hari ini nilainya dapat mencapai Rp1,17 miliar. Ini terdiri dari donasi mitra-mitra Kementan dan Bapanas serta Perum Bulog, bantuan CBP bencal 3.330 kg, MinyaKita 186 liter, dan lain sebagainya.
Hingga 27 Januari 2026, tercatat total pengungsi di Cisarua Bandung Barat mencapai 564 jiwa dari 186 kepala keluarga. Data sementara menunjukkan 48 jiwa meninggal dunia dan 32 jiwa masih dalam proses pencarian tim penyelamat.
Sebagian besar pengungsi berada di Gelanggang Olahraga (GOR) dengan total 306 jiwa dari 97 kepala keluarga. Pengungsi lain ditempatkan di aula sejumlah 258 jiwa dari 89 kepala keluarga. (SG-1)