SOKOGURU, Garut- Forum Komunikasi Santri Indonesia (Foksi)I adalah organisasi yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan lingkungan guna memberikan azas manfaat kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi “خير الناس انفعهم للناس”.
Untuk itu, Foksi berkomitmen dalam menjalankan program-program ke depannya yang melibatkan seluruh santri yang ada di Jawa Barat.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Foksi Jawa Barat (Jabar), Imam Hidayat, yang baru dilantik, Senin (10/3).
Baca juga: Olimpiade Santri Nusantara Zona III Jabar Rajut Tradisi dan Mengasah Potensi
Pelantikan Imam dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Foksi, Muhammad Natsir Sahib, di Aula Pondok Pesantren Al Musaddadiyah, Garut.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Garut H. Abdusy Syakur Amin, Wakil Ketua DPRD, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Jabar, kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, komite daerah ekonomi keuangan syariah (KDEKS) dan BJB Syariah Jawa Barat.
“Para pengurus akan dibekali berbagai keterampilan diawali pendidikan untuk pengurus dalam membentuk karakter santri yang siap menghadapi zaman,” ujarnya dalam keterangan resmi Foksi yang diterima Sokoguru, Rabu (12/3).
Dok. Foksi
“Sebagaimana kita ketahui bersama pada saat di pesantren ada istilah Mu’rab dan Mabni. Artinya, santri itu harus siap Mu’rab (Dinamis) terhadap perkembangan zaman, jangan sampai Mabni (konservatif) dalam menyambut perkembangan zaman,” imbuh Imam.
Baca juga: Sebanyak 340 Santri Dukung Deklarasi ‘Bandung Menuju Zero Bullying’
Santri, sambungnya, harus sadar bukan hanya pada aspek keagamaan, lebih dari itu santri harus punya sikap peduli sosial dan seluruh aspek lainnya yang bermanfaat untuk umat.
Menurut Imam, Foksi bercita-cita menjadi wadah yang melahirkan santri dengan karakter terpuji dilandasi pada iman dan taqwa, berjiwa mandiri, tafaqquh fiddin, saling menghargai dan punya jiwa sosial yang tinggi.
Selain itu, katanya lagi, Foksi akan bersinergi dengan seluruh pihak baik itu pemerintah maupun lembaga- lembaga professional lainnya yang bergerak di sektor keagamaan, sosial, dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan mutu santri di masa yang akan datang.
“Harapannya, semoga tujuan mulia ini dapat tercapai dengan baik,” pungkas Imam.
Kegiatan pelantikan yang dihadiri 600 undangan dari unsur perwakilan santri itu diawali dengan Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syari’ah (Kolak) yang bekerja sama dengan OJK, BEI dan BJB Syari’ah Jawa Barat. Acara ditutup dengan buka Bersama seluruh peserta yang hadir. (SG-1)