SOKOGURU, BANDUNG - Aksi unjuk rasa yang digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (29/8) berujung ricuh hingga malam hari.
Massa aksi yang berdemonstrasi di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat, dan Gedung Sate terlibat bentrokan dengan aparat.
Kericuhan ini menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak parah, termasuk pos polisi dan videotron yang dibakar massa.
Bahkan, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi nyaris jadi sasaran amuk massa saat mencoba berdialog, dan harus dievakuasi usai gas air mata ditembakkan.
Kerusuhan pertama pecah di Jalan Diponegoro ketika massa membakar Pos Polisi di Gedung DPRD Jabar, hingga rusak parah.
Setelah membakar pos polisi, massa berkumpul di depan Gedung DPRD Jabar dan di sekitar Gedung Sate serta Gasibu.
Hingga pukul 22.30 WIB, massa aksi di DPRD Jabar masih bertahap, dan merangsek ke Gedung Sate, Kota Bandung.
Selanjutnya, aksi mulai bergerak ke arah Gedung Sate sekitar pukul 22.35 WIB, menjebol pagar hingga berhasil menerobos masuk.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang data ke lokasi demo malah nyaris jadi sasaran. Ia mencoba berdialog dengan massa di depan Gedung DPRD Jabar, pada Jumat malam WIB.
Pesan Dedi Mulyadi
Sebagaimana dipantau tim Sokoguru.id via akun TikTok Kang Dedi Mulyadi, orang nomor 1 di Jabar itu menyampaikan pesan kepada massa aksi.
"Assalamualaikum, sampurasun wargi Jabar dan seluruh warganet di mana pun berada. Saya memahami bahwa ada rasa kecewa, rasa benci, rasa jengkel, pada diri sahabat-sahabat semua. Sehingga seluruh kekecewaan itu dilampiaskan dengan berbagai ekspresi, kegiatan unjuk rasa, menyampaikan pendapat dimuka umum," ujar Dedi Mulyadi.
Dalam video tersebut, tampak Dedi Mulyadi masih mengenakan plester luka di bagian kepala sebelah kanan, dengan wajah masih tersisa pasta gigi di bagian pipi kanan.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi berharap, seluruh kekecewaan tersebut jangan dilampiaskan dengan melakukan perusakan fasilitas umum, menjarah, membakar gedung-gedung bersejarah, yang pada akhirnya tindakan tersebut akan merugikan semuanya.
"(Berpotensi) membuat kesulitan baru, dan tidak menghargai sejarah bangsa ini, yang kita jaga bersama. Saya juga memahami bahwa kami belum bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat di seluruh Jawa Barat," kata Dedi Mulyadi.
Untuk itu, lanjut Kang Dedi, mohon kiranya mari bersama-sama untuk menjaga lingkungan masing-masing, menjaga seluruh kota, seluruh provinsi Jawa Barat, dan menjaga kebersamaan yang ingin diciptakan bersama.
"Dan saya juga menyampaikan kepada siapapun, untuk tidak melakukan tindakan mengorganisir diri, kelompok. Siapapun tidak boleh melakukan mengajak untuk melakukan tindakan kekerasan, tindakan-tindakan kerusuhan, yang mengakibatkan kerugian bagi kepentingan bersama," katanya.
Terlebih lagi, kata Dedi Mulyadi, yang diorganisir kekuatan massa adalah anak-anak pelajar, anak di bawah umur, untuk diorganisir melakukan tindakan kekerasan, tindakan kriminal bukan melakukan tindakan menyampaikan pendaftar normal di muka umum.
Untuk itu, Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada semua, seluruh warga Jabar, yang bisa menahan diri dan menjaga lingkungan daerahnya masing-masing secara bersama-sama.
"Sekali lagi, saya mohon maaf atas berbagai kekurangan dan kekeliruan kami, mari kita jaga keharmonisan wilayah Provinsi Jawa Barat. Terima kasih ya, pada semuanya, semoga sehat dan bahagia selalu," ujar Dedi Mulyadi.(*)