Menkop Ferry: Hasil Evaluasi Kinerja Peran Business Assistant Tentukan Apakah Program Diperpanjang di 2026

Keberadaan Business Assistant (BA) faktor krusial yang menentukan berhasil atau tidaknya program Koperasi desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Author Oleh: Rosmery C Sihombing
12 Januari 2026
<p>Kementerian Koperasi menggelar Pengarahan Bisnis Asisten Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Akhir Tahun 2025 yang diikuti oleh seluruh BA dan Kepala Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia secara virtual, di Jakarta, Senin, 29 Desember 2025. (Dok. Kemenkop)</p>

Kementerian Koperasi menggelar Pengarahan Bisnis Asisten Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Akhir Tahun 2025 yang diikuti oleh seluruh BA dan Kepala Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia secara virtual, di Jakarta, Senin, 29 Desember 2025. (Dok. Kemenkop)

SOKOGURU, JAKARTA- Pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih berupa gudang, gerai dan sarana pendukung lainnya perlu dipercepat dan pengawasan ketat agar target operasionalisasi pada Maret- April 2026 dapat terwujud. 

Untuk itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah menggelar pengarahan  bagi para Business Assistant (BA) di Kopdes/Kel Merah Putih sebagai bagian dari evaluasi nasional terhadap kinerja mereka selama 2025. 

Demikian dikatakan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, dalam keterangan resmi Kementerian Koperasi (kemenkop), Minggu, 11 Januari 2026.

Baca juga: Percepat Digitalisasi dan Pengawasan Kopdes Merah Putih, Kemenkop Telah Miliki Command Center

Kegiatan pengarahan diikuti oleh seluruh BA dan Kepala Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia secara virtual, pada Senin 29 Desember 2025.

“Melalui kegiatan itu diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran BA sebagai ujung tombak keberhasilan program Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menteri Ferry juga menegaskan keberadaan BA faktor krusial yang menentukan berhasil atau tidaknya program Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia. 

Baca juga: Libatkan Kampus, Menkop sebut Peran Gen Z Dapat Membawa Kopdes Merah Putih Lebih Modern

Ia mendorong agar seluruh BA yang telah bekerja selama tiga bulan terakhir dapat menyampaikan laporan kinerja pendampingannya sebagai bagian dari basis penilaian untuk program lanjutan di 2026.

"Kami harap para BA di seluruh wilayah di Indonesia membuat semacam laporan yang akan jadikan sebagai basis penilaian, mudah-mudahan dari laporan bapak/ ibu semua dapat menjadi masukan penting bagi kami," imbuh Ferry.

Lebih lanjut, Menkop menegaskan, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Kopdes/Kel sebagai program unggulan dan bagian dari program strategis nasional. 

Baca juga: Magang Pengurus Kopdes Merah Putih Batch Pertama Dimulai di Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq Ciwidey

Kehadiran Kopdes/Kel Merah Putih ini diharapkan menjadi ekosistem ekonomi baru yang mampu menggerakkan transaksi uang serta aktivitas ekonomi produktif di desa dan kelurahan. 

Target-target tersebut akan lebih mudah dicapai apabila seluruh pihak terlibat aktif termasuk para BA dalam upaya penguatan dan pengembangan Kopdes/Kel Merah Putih. 

Sebab itu, Ia meminta, para BA dan kepala dinas di daerah turut menjaga profesionalitas dan kekompakan dalam pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Kopdes/Kel Merah Putih sangat bergantung pada kualitas pendampingan.

Terkait dengan keberlanjutan program BA bagi Kopdes/Kel Merah Putih, Menkop akan melakukan evaluasi terlebih dahulu dari seluruh laporan kinerja dari BA untuk kemudian akan dilakukan pertimbangan secara mendalam.

“Tantangan di tahun 2026 terkait dengan target operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih akan semakin berat. Namun tantangan tersebut dapat dicapai dengan integritas dan kerja terarah dari seluruh pihak terkait,” ujarnya lagi. 

Ferry pun berharap kerja asistensi dari para BA kepada pengurus/ pengelola Kopdes/Kel Merah Putih dapat mendorong pemahaman yang komprehensif agar tujuan pembentukan Kopdes tersebut dapat sesuai harapan.

"Kopdes ini harus keren, modern, dan menjadi legacy bagi kita semua. Mari kita songsong 2026 dengan kinerja yang berintegritas agar Kopdes modern dan berdaya saing,” tutupnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, Panel Barus, menambahkan, pendampingan yang dilakukan selama tiga bulan oleh BA merupakan sarana penting untuk evaluasi dan perbaikan koperasi baru. 

Menurutnya, asistensi bisnis memberikan landasan kuat agar Kopdes/Kel Merah Putih dapat tumbuh sehat dan berdaya saing.

Panel juga melaporkan bahwa sebanyak 7.894 BA telah terlibat dalam proses pendampingan, mulai dari penyusunan rencana bisnis, kelengkapan administrasi di Simkopdes, hingga membantu pengajuan pembiayaan dan percepatan pembangunan aset fisik. 

Kepala Dinas Koperasi Provinsi Sumatra Utara, Naslindo, turut menyampaikan apresiasi terhadap program BA dan PMO (Project Management Officer  (PMO) yang dinilainya sangat penting untuk memperkuat Kopdes/Kel Merah Putih di wilayahnya. 

Ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas BA, terutama dari sisi mentalitas, mindset, dan jiwa pemberdayaan. 

Naslindo juga melaporkan sebanyak 380 koperasi di Sumatra Utara terdampak bencana dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp31 miliar. Ia meminta agar pendampingan BA tetap dilanjutkan melalui dana dekonsentrasi wilayah terdampak bencana di tahun 2026. 

Pada sesi interaktif dengan para BA, Perwakilan BA Kabupaten Cilacap Abi Legowo, menaruh harapan besar agar program BA ini dapat dilanjutkan di 2026. 

Menurutnya, program pendampingan Kopdes/Kel Merah Putih telah berjalan positif dengan sejumlah kolaborasi strategis. Ia menyebut Kopdes/Kel dampingannya kini telah mampu bekerja sama dengan BUMN seperti Pertamina untuk suplai gas, fasilitas apotek desa, serta layanan perbankan Himbara. 

“Pengurus merasa sangat terbantu dengan keberadaan BA dan PMO sebagai jembatan informasi dengan pemangku kepentingan,” jelasnya.

Abi berharap pemerintah pusat turut memberikan dukungan tambahan bagi Kopdes/Kel Merah Putih di wilayahnya untuk dapat membangun SPBU Nelayan karena Cilacap merupakan wilayah pesisir dimana mayoritas profesi masyarakatnya adalah nelayan. 

Turut hadir mendampingi Menkop pada kegiatan evaluasi akhir tahun itu, Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi, Deputi Bidang Pengembangan Daya Saing dan Talenta Desty Anna Sari, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Herbert Siagian, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman dan sejumlah pejabat tinggi/madya Kemenkop. (SG-1)