KoperasiMerahPutih

Jadwal Percepatan Modal Rp3 Miliar Koperasi Desa Merah Putih-KKMP, Menkop Singgung 95 Persen Lulusan SMA 

Kopdes Merah Putih hadir memperkuat ekonomi desa dengan akses pinjaman Bank BUMN hingga Rp3 miliar. Lulusan SMA pun berpeluang jadi pengurus koperasi.

By Cikal Sundana  | Sokoguru.Id
28 Agustus 2025
<p>Program Kopdes Merah Putih terhubung SIKOPDES, dukung pinjaman Bank BUMN, dan buka kesempatan bagi lulusan SMA membangun usaha serta ekonomi desa.</p>

Program Kopdes Merah Putih terhubung SIKOPDES, dukung pinjaman Bank BUMN, dan buka kesempatan bagi lulusan SMA membangun usaha serta ekonomi desa.

SOKOGURU - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) kini dipacu untuk memperkuat peran ekonomi masyarakat lewat akses pembiayaan dari Bank BUMN. 

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menegaskan seluruh Kopdes harus terhubung ke Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (SIKOPDES) agar pendataan, pembiayaan, hingga evaluasi berjalan transparan.

Menariknya, mayoritas pengurus Kopdes berasal dari lulusan SMA ke bawah, hanya 5 persen yang bergelar sarjana. 

Kondisi ini dianggap sebagai kesempatan besar bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda lulusan SMA, untuk mengambil peran langsung dalam mengelola usaha dan mendorong perekonomian lokal.

Kopdes Terhubung SIKOPDES untuk Transparansi Data

Menkop Budi Arie menyampaikan, saat ini sudah ada 35 ribu Kopdes Merah Putih yang tercatat dalam sistem SIKOPDES. 

Melalui platform ini, data bisnis, alur pembiayaan, hingga pemantauan kinerja dapat diakses secara terintegrasi.

"Saat ini semua Kopdes Merah Putih harus terhubung dalam SIKOPDES. Jadi, nanti dengan SIKOPDES ini semua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terintegrasi datanya," ujar Budi dalam acara Demi Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Langkah ini diharapkan membuat proses bisnis koperasi lebih rapi, terukur, dan akuntabel. 

Setelah pendataan selesai, barulah Kopdes bisa masuk ke tahap pembiayaan serta monitoring evaluasi.

Pinjaman Modal Bank BUMN untuk Kopdes

Budi menambahkan, pemerintah tengah mempercepat realisasi pinjaman modal dari Bank BUMN yang ditargetkan bisa dimulai akhir 2026. 

Kopdes nantinya berpeluang memperoleh plafon pinjaman hingga Rp3 miliar.

"Sudah, lagi (sedang berlangsung proses verifikasinya). Kan perlu diverifikasi kebutuhannya, ini mudah-mudahan lebih cepat. Pokoknya akhir tahun, atau bisa lebih cepat semua 80 ribu Kopdes ini bisa beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Budi.

Dengan adanya dukungan modal ini, Kopdes diharapkan tidak hanya menjadi lembaga ekonomi desa, melainkan juga penggerak utama usaha produktif di tingkat lokal.

Kesempatan untuk Lulusan SMA Jadi Pengurus Kopdes

Salah satu hal menarik, mayoritas pengurus Kopdes ternyata bukan dari kalangan sarjana. 

Budi mengungkapkan, hanya 5 persen pengurus dan pengawas Kopdes yang memiliki latar pendidikan sarjana, sedangkan 95 persen lainnya adalah lulusan SMA ke bawah.

"Ternyata dari audit kita 80 ribu beroperasi, dengan 5 pengurus dan 3 pengawas ini, hanya 5% yang berlatar belakang sarjana. Jadi, sisanya 95% persen adalah SMA ke bawah. Ini tentu bergantung kepada kita semua," ungkapnya.

Budi menegaskan, fakta ini bukan kelemahan, justru bukti bahwa masyarakat desa—termasuk lulusan SMA—punya peluang besar untuk memimpin lembaga koperasi.

Optimisme Hadirnya Peran Generasi Muda Desa

Menurut Budi, pemerintah ingin menghadirkan kesempatan seluas-luasnya agar masyarakat desa menjadi pelaku usaha. 

Hal ini penting untuk menumbuhkan ekonomi desa sekaligus mengurangi angka pengangguran.

"Tapi kita harus optimis bahwa negara harus hadir dengan memberikan kesempatan kepada warga masyarakat, warga desa untuk menjadi pelaku-pelaku usaha," jelasnya.

Generasi muda lulusan SMA dapat menjadikan Kopdes sebagai wadah belajar mengelola keuangan, memimpin organisasi, serta berinovasi dalam usaha desa. 

Dengan modal pembinaan dan akses pinjaman, mereka bisa menyalurkan energi produktif untuk membangun kampung halamannya.

Kopdes sebagai Alat Perjuangan Ekonomi Rakyat

Kehadiran Kopdes Merah Putih bukan sekadar wadah ekonomi, tetapi juga sarana perjuangan masyarakat desa untuk maju bersama.

"Karena itu, program Kopdeskel Merah Putih adalah bagaimana menghadirkan orang-orang, atau alat perjuangan yang perlu diajak untuk supaya produktif, desanya maju, dan juga masyarakatnya sejahtera. Dan kemiskinan ekstrem bisa kita hilangkan sampai level yang signifikan," jelas Budi.

Dengan konsep kebersamaan, Kopdes diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat desa melalui usaha kolektif.

Dukungan Perusahaan Besar untuk Program Kopdes

Program Kopdes Merah Putih juga mendapat sokongan dari berbagai BUMN, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), MIND ID, Pertamina, dan Bank Mandiri. 

Dukungan ini memperkuat ekosistem permodalan serta mempercepat akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Peluang Besar bagi Lulusan SMA

Kopdes Merah Putih bukan hanya program pemerintah, melainkan pintu masuk bagi masyarakat desa untuk mandiri secara ekonomi. 

Dengan akses pinjaman hingga miliaran rupiah, sistem digital SIKOPDES, dan dukungan BUMN, koperasi desa bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan lokal.

Bagi lulusan SMA, inilah kesempatan emas untuk mengambil peran sebagai pengurus koperasi. 

Meski tanpa gelar sarjana, mereka dapat mengelola organisasi, membangun jejaring usaha, dan membawa perubahan nyata bagi desanya. (*)