SOKOGURU - Punya ide bisnis UMKM yang gokil di desa itu langkah awal, tapi kalau mau naik kelas, kamu wajib melirik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Tanpa paham istilah dasar, niat bikin ekonomi desa makin stonks bisa jadi berantakan karena salah urus manajemen internal yang krusial banget.
Mari kita bahas perlahan mulai dari aturan main organisasi. Ada istilah RAT (Rapat Anggota Tahunan) yang jadi pemegang kekuasaan tertinggi di koperasi.
VIDEO MENARIK UNTUK ANDA!
RAT itu wajib hukumnya, di sana pengurus lapor hasil kerja setahun ke anggota biar semuanya transparan.
Jangan lupakan AD/ART sebagai kitab suci organisasi. Dokumen ini yang mengatur hak dan kewajiban kamu biar nggak ada drama di tengah jalan.
Lalu ada Musyawarah Desa Khusus untuk bahas hal strategis, serta posisi Ex-Officio Pengawas yang biasanya dipegang otomatis oleh Bapak Lurah atau Kades.
Kepala Desa menjabat Ketua Pengawas secara ex-officio supaya sinergi program desa dan koperasi tetap terjaga.
Hal paling unik di sini adalah Dual Identity. Kamu itu pemilik (owner) sekaligus pengguna (user) jasa koperasi, jadi nasib usaha ya di tanganmu.
Masuk ke urusan cuan, ada Simpanan Pokok yang dibayar sekali saat gabung dan Simpanan Wajib yang rutin disetor tiap bulan untuk modal bersama.
Simpanan pokok dan wajib itu ibarat bensin, kalau anggotanya rajin setor, mesin bisnis koperasi pasti jalan kencang.
Ada juga SHU (Sisa Hasil Usaha), alias bonus tahunan yang dibagikan adil ke anggota berdasarkan seberapa aktif mereka menggunakan jasa koperasi.
Lalu ada Simpanan Sukarela yang fleksibel dan Dana Cadangan yang disisihkan dari laba untuk jaga-jaga kalau ada kerugian di masa depan.
SHU itu bukti nyata kalau koperasi bukan cuma cari untung sendiri, tapi bagi-bagi berkah ke seluruh anggota.
Untuk operasional, ada unit USP (Unit Simpan Pinjam) yang bantu modal UMKM dan Saprotan buat kamu yang fokus di bisnis sektor pertanian desa.
Bahkan ada teknologi Cold Storage untuk simpan hasil panen dan Logistik Desa demi menjaga harga sembako warga tetap aman di kantong.
Manajer atau pengelola profesional kita angkat supaya bisnis harian koperasi diurus sama ahlinya, bukan asal-asalan.
Terakhir, jaga Akuntabilitas dan hindari konflik kepentingan seperti Keluarga Semenda (hubungan ipar/mertua) di jajaran pengurus agar koperasi tetap sehat dan aktif.
Gimana, sudah siap bikin gebrakan bareng koperasi? Kalau masih ada yang bingung soal pembagian SHU, mau saya bantu hitungkan simulasinya? (*)