MENUMBUHKAN kesadaran sejak dini terhadap anak-anak tentang pengelolaan sampah plastik sangat penting. Hal itulah yang dilakukan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengedukasi siswa-siswi Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Barat (NTB).
KKP melakukan edukasi tersebut melalui kegiatan daur ulang. Hal itu dilakukan sebagai upaya menanamkan kesadaran mengurangi sampah plastik dan menjaga kesehatan laut.
Baca juga: Peringati Hari Bumi KKP Tanam 1.000 Bakau di Lokasi Silvofishery Maros
“Edukasi daur ulang sampah plastik bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda tentang nilai ekonomis sampah plastik bila diolah menjadi barang bernilai guna,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (Dirjen PKRL), Victor Gustaaf Manoppo, di depan siswa-siswi SDN 3 Sekotong Barat, Lombok Barat, NTB. Kamis (30/5), seperti dikutip situs resmi KKP.
Lewat edukasi itu, lanjutnya, KKP berharap dapat mendorong generasi muda untuk peduli terhadap kelestarian laut dengan cara mengelola sampah plastik secara bijak dan menggelorakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Selain itu, Victor juga menyebutkan edukasi daur ulang sampah plastik dapat meningkatkan nilai tambah warga sekolah dan masyarakat pada umumnya dari hasil pengelolaan sampah.
Baca juga: Ambil Bagian Tangani Sampah Plastik di Laut, KKP Inisiasi Program Hilirisasi Sampah
Penyadartahuan bijak menggunakan plastik itu, sambungnya, sekaligus dilaksanakan dalam rangka kunjungan kerja Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) di Desa Sekotong Barat, Lombok Barat.
Seperti diketahui, pengurangan 70% sampah laut pada 2025 menjadi target KKP sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Plastik di Laut.
Sebab itu, strategi pembersihan sampah plastik di laut dilakukan melalui Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL). Kick-off Gernas BCL telah dilaksanakan secara serentak di 22 Kab/Kota seluruh Indonesia, pada awal Mei 2024.
Baca juga: Saatnya, Generasi Milenial dan Z Terlibat Aktif Atasi Persoalan Sampah
Sementara itu dari lokasi edukasi daur ulang sampah plastik, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf, menerangkan, sampah plastik dan kertas dapat didaur ulang menjadi beberapa kerajinan tangan.
“Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah menjadi kompos. Selain itu potensi sabut kelapa yang melimpah di Lombok Barat ini ternyata dapat diolah menjadi cocopeat sebagai pupuk sekaligus media tanam yang cukup baik” jelasnya.
Lebih lanjut Yusuf juga menekankan penyadartahuan kepada generasi muda tentang pentingnya mengelola sampah plastik secara bijak.
“Mengapa ini perlu, karena masa depan tergantung pada mereka semua. Harapan kami tentunya anak-anak mulai sadar bagaimana mengelola plastik yang lebih baik ke depannya agar laut sehat, Indonesia sejahtera,” Pungkasnya.
Sementara itu, Leni Monika Guru SDN 3 Sekotong sangat menyambut baik inisiasi KKP untuk siswa didiknya.
“Edukasi daur ulang sampah laut sangat berguna untuk anak-anak apalagi kami tinggal di dekat pantai. Anak-anak pun termotivasi dan semangat mengelola sampah di sekitar sekolah. Semoga setelah kegiatan ini anak-anak semakin pintar memilah sampah,” ujarnya.
Di lokasi edukasi, Neli Familia Sentia siswa Kelas 6 SDN 3 Sekotong yang ikut dalam kegiatan mengaku senang mendapatkan kesempatan edukasi tersebut.
“Kemarin mendaur ulang sampah menjadi bahan papan. Nantinya bisa dijadikan tempat hiasan yang bisa dipajang dan membuat tempat pensil. Saya senang jadi punya tempat pensil baru,” katanya.
Gernas BCL merupakan salah satu program ekonomi biru yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Program tersebut dirancang untuk memulihkan kesehatan laut dari dampak negatif sampah plastik di laut sebagai implementasi dari kebijakan ekonomi biru KKP. (SG-1)