SokoBola

PSSI dan FIFA Gelar Talent Development di Yogyakarta, 24 Pemain Muda Disaring untuk Timnas

PSSI dan FIFA menggelar Talent Development Scheme di Yogyakarta. 24 pemain U-16 disaring, 20 pelatih dilatih, bagian dari upaya bangun timnas masa depan.

By Deri Dahuri  | Sokoguru.Id
11 Juli 2025
<p>Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, turut berperan sebagai instruktur utama dalam sesi teknis. (Dok.PSSI)</p>

<p> </p>

Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, turut berperan sebagai instruktur utama dalam sesi teknis. (Dok.PSSI)

 

SOKOGURU, YOGYAKARTA – PSSI bekerja sama dengan FIFA menggelar FIFA Talent Development Scheme (TDS) batch pertama tahun 2025 dengan format baru yang mengintegrasikan pelatihan pelatih dan identifikasi pemain muda berbakat. 

Program ini berlangsung pada 2–5 Juli 2025 di Yogyakarta dan menjadi langkah awal PSSI dalam membangun sistem pembinaan usia muda yang terstruktur dan berkelanjutan.

PSSI bekerja sama dengan FIFA menggelar FIFA Talent Development Scheme (TDS) batch pertama tahun 2025 di Yogyakarta. (Dok.PSSI)

Kegiatan TDS ini terdiri atas dua program utama yang dijalankan secara simultan, yakni Talent Identification Workshop for Coaches dan Talent Development Player Camp. 

Baca juga: Nyaris Gantung Sepatu, Gelandang Persib Dedi Kusnandar Tampil Apik di Piala Presiden 2025

Sebanyak 20 pelatih dari klub elite usia muda, termasuk peserta kompetisi Piala Soeratin dan Elite Pro Academy, mengikuti lokakarya kepelatihan. 

Sementara itu, 24 pemain U-16 terbaik dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kamp pengembangan sebagai proses penjaringan awal menuju Timnas Indonesia kelompok usia.

Indra Sjafri: Pentingnya Sistem Identifikasi Bakat yang Solid 

Program ini dibuka oleh Plt Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, yang menekankan pentingnya sistem identifikasi bakat yang solid dari level akar rumput.

Baca juga: Gagal Raih Poin Penuh Lawan Dewa United, Bojan Hodak: Persib Masih Punya Waktu Perbaikan

“Kita tidak boleh memiliki celah dalam sistem identifikasi bakat. Proses ini harus dimulai dari akar rumput dan dijalankan secara serius di semua level,” ujar Indra Sjafri.

Dua perwakilan dari FIFA turut hadir secara langsung memberikan dukungan teknis, yaitu Richard Allen, Talent Identification Technical Lead – High Performance Specialist FIFA, dan Aris Caslib, Konsultan Teknis FIFA untuk Asia Tenggara. 

Baca juga: Disaksikan Dedi Mulyadi, Persib Gagal Petik Poin di Laga Pembuka Piala Presiden 2025

Mereka terlibat dalam penyampaian materi, diskusi, serta mengamati langsung proses pelatihan dan permainan para pemain.

“Inisiatif ini bagian dari upaya global FIFA untuk memastikan setiap talenta memiliki peluang untuk diidentifikasi dan dikembangkan,” ujar Richard Allen.

“Pelatih menunjukkan antusiasme tinggi. Ini sinyal positif untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tambah Aris Caslib.

Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, turut berperan sebagai instruktur utama dalam sesi teknis.

 Ia membagikan pengalaman praktis tentang pembinaan pemain muda dan pendekatan kepelatihan modern yang bisa diterapkan klub-klub peserta.

Dukungan terhadap program ini juga datang langsung dari Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, yang menyempatkan diri hadir, berdialog dengan peserta, dan menyaksikan jalannya kegiatan secara langsung.

Baca juga: Persib Tidak Terburu-Buru Tambah Pemain Asing Meski Kuota Liga 1 Diperluas

Setelah Yogyakarta, batch kedua akan digelar di Bogor pada 8–11 Juli 2025, dengan format dan peserta serupa. 

Sementara batch ketiga akan dilaksanakan di Jakarta pada 13–16 Juli 2025, dengan melibatkan pelatih serta perwakilan dari Asosiasi Provinsi anggota PSSI guna memperluas cakupan program hingga tingkat daerah.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PSSI di bawah kerangka FIFA Talent Development Scheme. 

Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap pemain bertalenta di Indonesia memiliki akses ke jalur pembinaan inklusif, terstruktur, dan terintegrasi dari klub hingga tim nasional. (*)