SOKOGURU - Pelaku UMKM kerap dihadapkan pada persoalan klasik, butuh tambahan modal, tapi khawatir terjebak bunga tinggi dan biaya tersembunyi.
Di tengah kondisi itu, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BJB masih menjadi salah satu opsi paling rasional karena menawarkan bunga rendah dengan skema yang relatif ramah bagi pengusaha kecil.
Namun, banyak pengajuan KUR justru tersendat bukan karena usahanya tidak layak, melainkan karena kurang memahami cara kerja perbankan. Padahal, dengan strategi yang tepat, KUR BJB bisa cair lebih cepat tanpa drama.
Baca Juga:
Kesalahan paling sering dilakukan pemohon KUR adalah mengajukan plafon terlalu besar tanpa mempertimbangkan arus kas. Di mata bank, ini bukan ambisi, tapi risiko.
Bank BJB menilai kelayakan kredit berdasarkan kemampuan bayar, bukan sekadar omzet di atas kertas. Karena itu, pilih jenis KUR—Super Mikro, Mikro, hingga KUR Kecil—yang benar-benar sesuai dengan skala usaha Anda saat ini.
Langkah sederhana seperti menyiapkan legalitas usaha, memastikan catatan kredit bersih, serta memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis, sering kali menjadi pembeda antara pengajuan yang mulus dan yang berlarut-larut.
Bagi analis bank, rekening usaha yang rapi mencerminkan pengelolaan bisnis yang sehat. Ini poin penting yang sering luput dari perhatian pelaku UMKM pemula.
Skema Cicilan Ringan, Bunga Tetap Rendah
Salah satu daya tarik utama KUR BJB terletak pada bunganya. Untuk kategori KUR Super Mikro, bunga ditetapkan 6 persen efektif per tahun, atau disesuaikan dengan skema flat maupun anuitas yang setara.
Dengan skema cicilan yang kompetitif, pelaku usaha tidak perlu waswas menghadapi kewajiban bulanan. Ruang gerak usaha tetap terjaga, tanpa mengorbankan kebutuhan operasional harian.
Soal biaya, Bank BJB tergolong terbuka dan efisien. Tidak ada biaya provisi dalam pengajuan KUR, sehingga dana yang dicairkan bisa langsung dimanfaatkan tanpa potongan besar di awal.
Adapun biaya administrasi ditetapkan sebagai berikut:
KUR Super Mikro & KUR Mikro: Rp100.000 per fasilitas kredit
KUR Kecil: Rp250.000 per fasilitas kredit
KUR Khusus:
Plafon ≤ Rp100 juta: Rp100.000
Plafon > Rp100 juta hingga Rp500 juta: Rp250.000
Angka ini relatif kecil jika dibandingkan dengan manfaat modal kerja yang diterima pelaku usaha.
Berapa Lama Proses Pencairan?
Dengan dokumen lengkap dan hasil survei lapangan yang sesuai, proses pencairan umumnya memakan waktu 7–14 hari kerja. Waktu ini bisa lebih cepat jika data usaha jelas dan tidak memerlukan klarifikasi tambahan.
Menariknya, bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), tersedia KUR Penempatan PMI yang bebas biaya administrasi alias gratis.
Rekening BJB Wajib, Ini Alasannya
Setiap pemohon KUR BJB diwajibkan memiliki rekening Bank BJB. Rekening ini berfungsi sebagai jalur pencairan dana sekaligus pembayaran angsuran bulanan, sehingga arus transaksi tercatat jelas dan mudah dipantau. (*)